[SALAH] Penerima Stiker di Whatsapp Dikenakan Biaya Rp250

Hasil periksa fakta Agnes A

Informasi menyesatkan. Tidak ada biaya Rp250 yang dikenakan kepada penerima stiker selain perbedaan penggunaan kuota data.

=====

[KATEGORI]: Konten yang Menyesatkan

=====

[SUMBER]: WhatsApp

=====

[NARASI]:

“AKBP NYOMAN:
*Mohon berita berikut ini dicermati*
*STOP PEMAKAIAN STICKER Di WHATSAP / WA* Bila tdk Terlalu Penting
*Aku juga baru tahu !!*

Tahukah teman2 ku di group ini..
Kenapa saya tidak suka menggunakan stiker..?

Setiap stiker atau gambar yang saudaraku kirimkan di WA ini pembayarannya dibebankan kpd yg menerima .
Jika anggota group ini ada 20 org saja maka pembuat stiker sudah mendapat uang 20x 250 rupiah untuk satu stiker.
Jika setiap hari di group ini ada 20 stiker dan gambar maka pembuat stiker mendapat uang perhari dari group ini = 20 x20x 250 = 100.000 rupiah.
Jika dalam 1 bln ,brp kah penghasilan pembuat stiker ???
dan berapakah uang pengguna WA yang mendapat kiriman sticker tersedot masuk ke rekening pembuat sticker tersebut

Saya mengajak semuanya untuk stop pakai stiker agar paket / uang kita tidak cepat habis utk memperkaya orang yang sudah kaya !!

*Selain besaran nilai rupiah-nya juga memenuhi file data HP.*

*STOP PENGGUNAAN STICKER..!!*

•AKBP NYOMAN: ini tolong di sebar ada bagusnya pengiritan dan tidak penting *mulai sekarang jangan kirim2 Stiker ya saudaraku…*

Pantesan kuota Internet cepat habis.”

=====

[PENJELASAN]:

Beredar pesan berantai di media sosial WhatsApp yang berisi ajakan untuk berhenti menggunakan fitur stiker pada percakapan WhatApp.

Pesan tersebut mengatasnamakan Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Nyoman. Pesan itu mengabarkan setiap orang yang menerima stiker di Whatsapp akan dikenakan biaya Rp250 per satu stiker.

AKBP Nyoman, seperti disebut dalam pesan viral itu, menilai penggunaan stiker lebih baik dihentikan agar paket data Internet dan uang tidak cepat habis.

Setelah dilakukan penelusuran, narasi tersebut sudah pernah beredar pada tahun 2020.

Melansir artikel periksa fakta Liputan6, Pakar Keamanan Siber Pratama Persadha menjelaskan perbedaan yang terjadi saat mengirim stiker serta teks biasa, hanya terdapat pada besaran kuota data yang digunakan. Untuk teks per karakter diperkirakan satu byte, sedangkan stiker pada umumnya di bawah 50 kilo byte.

Menurut Pratama yang juga menjabat sebagai Ketua Lembaga Riset Keamanan Cyber dan Komunikasi (CISSReC) itu, tidak ada biaya Rp250 yang dikenakan kepada penerima stiker selain perbedaan penggunaan kuota data.

Sehingga narasi yang beredar melalui WhatsApp mengenai biaya penggunaan stiker adalah informasi yang menyesatkan.

=====

[REFERENSI]:

– https://www.antaranews.com/berita/2011755/penerima-stiker-di-whatsapp-dibebankan-biaya-rp-250-cek-faktanya
– https://www.liputan6.com/tekno/read/4231601/heboh-penerima-pesan-stiker-di-whatsapp-kena-tarif-rp-250-ini-faktanya?page=3