[SALAH] Yusril Buat Pernyataan “Jokowi Jangan Jadi Presiden Kalau Begini Caranya” Pasca Menjadi Kuasa Hukum Jokowi – Ma’ruf

Unggahan akun Facebook Dandin Dundar (@dandin.dundar) dan Rohani Sanudin (@rohani.sanudin) yang berisi screenshot berita dari news.beritaislam.org dengan foto Yusril Ihza Mahendra dan betajuk “Yusril: Jokowi Jangan Jadi Presiden kalua Begini Caranya” dengan tambahan narasi “Haduhh ni orang belum pernah ngerasain setruk kali yee… 🤦‍♂️🤮🤮” dan “Duh baru melek dia…Kemaren di MK ngapaian…” yang diupload pada Sabtu (14/9) dapat masuk kedalam kategori false context.

Diketahui unggahan tersebut adalah berita dari sindonews.com dengan judul yang sama dan ditayangkan pada Sabtu 19 September 2015 atau sekitar 4 tahun yang lalu. Isi berita tersebut adalah kritik Yusril sebagai Ketua Umum PBB terhadap kegiatan bagi – bagi sembako yang dilakukan oleh Presiden Jokowi. Menurut Yusril saat itu, kegiatan tersebut tidak dapat menyelesaikan permasalahan ekonomi nasional.

=====

Sumber: Media Sosial Facebook

=====

Kategori: False Context

=====

Narasi:

1. “Haduhh ni orang belum pernah ngerasain setruk kali yee… 🤦‍♂️🤮🤮,” unggah akun Facebook Dandin Dundar (@dandin.dundar), Sabtu (14/9).

2. “Duh baru melek dia…Kemaren di MK ngapaian…,” unggah akun Facebook Rohani Sanudin (@rohani.sanudin), Sabtu (14/9).

=====

Penjelasan:

Akun Facebook Dandin Dundar (@dandin.dundar) dan Rohani Sanudin (@rohani.sanudin) mengunggah screenshot berita dari news.beritaislam.org dengan foto Yusril Ihza Mahendra yang betajuk “Yusril: Jokowi Jangan Jadi Presiden kalua Begini Caranya.”

Akun Rohani Sanudin dalam unggahannya menambahkan narasi yang berbunyi sebagai berikut:

“Duh baru melek dia…Kemaren di MK ngapaian…,” unggah akun Facebook Rohani Sanudin (@rohani.sanudin), Sabtu (14/9).

Sedangkan akun Dandin Dundar menambahkan narasi yang berbunyi “Haduhh ni orang belum pernah ngerasain setruk kali yee… 🤦‍♂️🤮🤮,” unggah akun Facebook Dandin Dundar (@dandin.dundar), Sabtu (14/9).

Unggahan akun Dandin Dundar sendiri mendapatkan 563 respon, 561 komentar dan 84 kali dibagikan saat tulisan ini dibuat.

Setelah dilakukan penelusuran, diketahui news.beritaislam.org memang menayangkan berita yang berjudul “Yusril: Jokowi Jangan Jadi Presiden kalua Begini Caranya.” Dalam tayangan berita tersebut juga dilampirkan berita aslinya didapat dari sindonews,com dengan judul berita yang sama pada Sabtu 19 September 2015.

Pada berita tersebut, dijelaskan Yusril sebagai Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) mengkritik kegiatan bagi – bagi sembako yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menurut Yusril kala itu, kegiatan tersebut tidak dapat menyelesaikan permasalahan ekonomi nasional.

Berikut isi berita lengkap dari sindonews.com:

JAKARTA – Kegiatan bagi-bagi sembako yang dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) belakangan ini, dikritik Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra. Sebab Yusril menilai, kegiatan bagi-bagi sembako itu tidak akan menyelesaikan masalah perekonomian nasional saat ini.

“Ketika terjadi kayak sekarang, ekonomi mengalami perlambatan, paceklik, dolar naik, tambang tak bisa dibuka, itu presiden datang terus bagi-bagi, ya tak akan menyelesaikan masalah,” ujarnya di Jakarta, Sabtu (19/9/2015).

Seharusnya menurut Yusril, pemerintah melahirkan kebijakan yang mampu menyelesaikan persoalan, tentunya dengan melihat akar persoalan.

“Orang kecil di kampung saya, padahal itu daerah yang cukup kuat sebenarnya, tapi untuk melaut angin kencang, kalaupun melaut dapat ikan siapa yang beli, karena daya beli masyarakat menurun luar biasa,” kata pakar hukum tata negara ini.

Begitu pula menurutnya, dengan kelapa sawit yang harganya anjlok. “Kan harus ada solusinya, jangan jadi presiden kalau hanya datang bagi-bagi beras lima kilogram,” cetus mantan Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia itu.

Maka dari itu, kedepan, masyarakat diharapkannya bisa lebih cerdas dalam memilih pemimpinnya. Pasalnya, pencitraan dianggapnya tidak cukup untuk menjadi seorang pemimpin.

Seorang pemimpin harus juga mempunyai wawasan yang luas, sehingga mampu melahirkan kebijakan yang dapat menyelesaikan berbagai persoalan.

“Mudah-mudahan masyarakat lebih cerdas, tak bisa lagi pemimpin kayak sekarang, arahnya tak jelas begini, tidak menimbulkan kepercayaan baik di dalam maupun di luar negeri,” ujarnya.

Lebih lanjut Yusril berpendapat, walaupun ada program yang dilaksanakan pemerintah saat ini dalam upaya mengatasi keterpurukan ekonomi nasional, tetap tidak bisa membangun kepercayaan di tengah masyarakat.

“‎Jadi saya pikir tak bisa lagi kayak kemarin, pencitraan-pencitraan begitu yang tidak menyelesaikan apa-apa,” katanya.

Diketahui,belum lama ini, Presiden Jokowi membagikan sembako di wilayah DKI Jakarta bersama Ibu Negara Iriana. Selain itu, mereka juga membagikan kaos dan buku di beberapa titik Ibu Kota.

Ini pun menegaskan bahwa pernyataan Yusril di atas jauh sebelum Yusril menjadi Ketua Hukum pasangan Jokowi – Ma’ruf dalam sengketa Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK).

=====

Referensi:

1.https://web.facebook.com/groups/1710243042326746/permalink/3359339464083754/ 2. https://archive.fo/ficen
3. https://web.facebook.com/photo.php?fbid=2484296348304727&set=a.566538586747189&type=3 4. https://archive.fo/VB6OP
5. https://news.beritaislam.org/2019/01/yusril-jokowi-jangan-jadi-presiden.html
6. https://nasional.sindonews.com/read/1046489/12/yusril-jokowi-jangan-jadi-presiden-kalau-begini-caranya-1442662616
7. https://news.detik.com/berita/d-4565782/dipimpin-yusril-ini-barisan-kuasa-hukum-jokowi-yang-akan-berlaga-di-mk

https://web.facebook.com/groups/fafhh/permalink/977860525879816/