[SALAH] “Begitu kejamnya Rezim ini”

Artikel yang dibagikan oleh post sumber adalah artikel yang menyalin berita peristiwa di tahun 2016, memanfaatkan momen demo yang per post ini disusun masih berlangsung. Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.

======

KATEGORI

Disinformasi.

======

SUMBER

(1) facebook.com/yati.sumiy/posts/2235543303334575, post oleh akun “Shilvy Alvianty” (facebook.com/yati.sumiy), sudah dibagikan 25 kali dan tidak bisa lagi diakses per post ini disusun (tangkapan layar hasil cache peramban).

——

(2) http://bit.ly/2Py387X, situs “Kompasinfo”, sumber artikel yang dibagikan oleh post SUMBER.

======

NARASI

“Begitu kejamnya Rezim ini :'(”

(Membagikan tautan dengan judul artikel “5 Guru Honorer Demonstran di Istana Meninggal Dunia, Jokowi: Itu Bukan Urusan Saya!!”).

======

PENJELASAN

(1) http://bit.ly/2rhTadC / http://bit.ly/2MxVN7S, First Draft News: “Konten yang Salah

Ketika konten yang asli dipadankan dengan konteks informasi yang salah”.

* Berita yang disalin adalah kejadian di 2016 yang diedaran kembali memanfaatkan momen demo yang saat ini masih berlangsung, sehingga dari konteks waktu tidak tepat.
* Artikel yang dibagikan oleh post sumber adalah tipikal artikel yang memancing mereka yang hanya membaca judul saja lalu komentar dan atau membagikan tanpa membaca isinya secara utuh, judul asli “5 Guru Honorer Demonstran di Istana Meninggal Dunia” ditambah “Jokowi: Itu Bukan Urusan Saya!!”.
* Situs yang dibagikan oleh post SUMBER menggunakan nama yang dibuat menyerupai situs Kompas, dipasang di penyedia layanan blog.

——

(2) Berita yang berkaitan,

* Liputan6 @ 12 Feb 2016: “5 Guru Honorer Demonstran di Istana Dilaporkan Meninggal Dunia”, sumber artikel yang disalin oleh situs yang dibagikan oleh post SUMBER (situs “Kompasinfo”), selengkapnya di (1) bagian REFERENSI.
* Liputan6 @ 13 Feb 2016: “Ini Penyebab Kematian 5 Guru dan Pegawai Honorer Demonstran”, klarifikasi dari Ketua Forum Honorer K2 Indonesia mengenai penyebab meninggalnya 5 orang guru yang mengikuti demo, selengkapnya di (2) bagian REFERENSI.

——

(3) CNN Indonesia: “Ribuan Guru Honorer Demo Istana Minta Diangkat PNS”, liputan dari salah satu media yang memberitakan mengenai demo yang per post ini disusun masih berlangsung, selengkapnya di (3) bagian REFERENSI.

======

REFERENSI

(1) http://bit.ly/2QarIsH, Liputan6: “5 Guru Honorer Demonstran di Istana Dilaporkan Meninggal Dunia

Muslim AR
12 Feb 2016, 17:26 WIB

(foto)
Seorang guru honorer yang berdemonstrasi di depan Istana jatuh pingsan karena kelelahan. (Liputan6.com/Muslim AR)

Liputan6.com, Jakarta – Sudah 3 hari ribuan guru honorer berdemonstrasi di depan Istana Merdeka, Jakarta. Mereka meminta pemerintah untuk mengangkat mereka sebagai pegawai negeri sipil (PNS).

Hingga Jumat (12/2/2016), para guru masih bertahan di kawasan Monas. Tak sedikit dari mereka bertumbangan. Bahkan, ada 5 guru dan pegawai honorer yang dilaporkan meninggal dunia.

Ketua Umum Forum Honorer K2 Indonesia, Titi Purwaningsih, mengaku telah mendapat laporan bahwa ada 5 anggotanya yang meninggal dunia. “Satu orang asal Magelang, 3 orang asal Mentawai dan 1 orang asal Cipara,” ujar Titi Purwaningsih kepada Liputan6.com.

Namun, ia memastikan 5 anggota yang meninggal itu bukan saat demonstrasi berlangsung. “Kalau selama aksi, saya pastikan enggak ada. Namun, mungkin saat menjalani perawatan, atau hal lainnya,” kata Titi.

Saat ini ia tengah berkoordinasi dengan koordinator wilayah masing-masing untuk memastikan kabar tersebut. Titi menduga ada beberapa faktor yang menyebabkan para guru dan pegawai honorer itu gugur dalam memperjuangkan kesejahteraan mereka.

“Mereka datang dari jauh, tidur di emperan toko, di masjid, di bus, dan di pelataran parkir. Banyak yang sudah berumur tua,” ucap Titi.

“Kami masih berkoordinasi, apalagi saya baru keluar Istana. Tapi laporan atas meninggalnya 5 orang itu memang benar. Sejak tanggal 10 Februari hingga hari ini (Jumat) sudah 5 orang meninggal, baik itu dalam perjalanan pergi atau pulang demo. Tapi saat demo berlangsung, tak ada yang meninggal,” Titi menegaskan.”

——

(2) http://bit.ly/2OhnGwY, Liputan6: “Ini Penyebab Kematian 5 Guru dan Pegawai Honorer Demonstran

Muslim AR
13 Feb 2016, 00:32 WIB

(foto)
Ribuan guru honorer dari berbagai wilayah duduk di ruas jalan Asia Afrika Jakarta, Selasa (15/9/2015). (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Liputan6.com, Jakarta – Demonstrasi guru dan pegawai honorer hari ini kembali digelar di depan Istana Negara. Unjuk rasa hari ke-3 yang diikuti ribuan orang ini memakan 5 korban jiwa.

Namun mereka meninggal bukan saat berunjuk rasa, melainkan dalam perjalanan menuju Jakarta dan pulang usai berdemonstrasi. Tapi faktor kelelahan diduga menjadi penyebab mereka meninggal.

“Mereka itu ada yang meninggal saat pulang ke daerahnya, ada yang meninggal saat perjalanan ke sini (Jakarta),” ujar Ketua Forum Honorer K2 Indonesia Titi Purwaningsih kepada Liputan6.com Jumat (12/2/2016) malam.

2 Dari 5 orang yang dilaporkan meninggal itu, merupakan koordinator lapangan Forum Honorer K2 Indonesia.

“Satu orang koordinator lapangan asal Cipara, dia meninggal dalam perjalanan berangkat demo,” jelas Titi.

Sedangkan satu orang lagi, meninggal usai melahirkan. Tenaga honorer perempuan itu kelelahan mengkoordinasi tenaga honorer lain, agar bisa berangkat ke Jakarta untuk berdemonstrasi.

“Yang asal Magelang itu meninggal usai bersalin, tapi sebelum bersalin, dia yang sangat aktif untuk memberangkatkan teman-temannya ke sini untuk demo,” beber Titi.

Sementara, 3 lainnya asal Sumatera Barat, yakni Kabupaten Kepulauan Mentawai. Dilaporkan meninggal saat perjalanan pulang usai berdemonstrasi di Jakarta.

“Kan tak semua tenaga honorer ini mampu mengikuti aksi, baik itu yang kelelahan, faktor umur, dan faktor biaya. Karena itu saya dan pengurus tak memaksa untuk ikut semua aksi. Yang dari Mentawai itu pulang duluan. Kami dapat laporan kalau 3 orang (asal Mentawai) yang pulang itu meninggal dunia,” jelas Titi.

Terkait identitas para tenaga honorer yang meninggal, Titi mengaku masih mengumpulkan data. Sebab, saat ini banyak peserta demonstrasi yang sakit dan dirawat di rumah sakit. Sehingga koordinator fokus memulangkan para guru dan pegawai honorer itu.

“Ada 3 orang yang tengah dirawat intensif, mereka kritis. Salah satunya bernama Eli (48) asal Bandung, ia kena serangan jantung dan kini dirawat di Rumah Sakit Tarakan, kalau yang lainnya masih kami data,” pungkas Titi.”

——

(3) http://bit.ly/2JwUu4i, CNN Indonesia: “Ribuan Guru Honorer Demo Istana Minta Diangkat PNS

Antara, CNN Indonesia | Rabu, 31/10/2018 17:43 WIB

(foto)
Massa honorer K2 se-Indonesia berunjuk rasa di depan Istana Merdeka, Jakarta, 30 Oktober 2018. (ANTARA FOTO/Reno Esnir)

Jakarta, CNN Indonesia — Ribuan karyawan honorer kategori dua (K2), yang mayoritas guru, melakukan aksi demonstrasi menuntut agar diangkat menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS). Para guru yang berasal dari sejumlah daerah di Indonesia itu menggelar aksi demonstrasi di seberang Istana sejak Selasa (30/10).

“Kami menolak konsep pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) dan mendesak agar diangkat menjadi CPNS,” ujar Ketua Forum Honorer K2 Indonesia (FHK2I) Titi Purwaningsih di tengah aksi yang berlangsung di Taman Pandang, di seberang Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (31/10) seperti dikutip dari Antara.

Titi meminta pemerintah menghargai apa yang sudah dilakukan para guru honorer dalam mencerdaskan anak bangsa. Pemerintah pun diminta berpihak kepada para guru honorer.

Koordinator lapangan aksi, Nurbaiti, mengatakan pihaknya tidak akan beranjak pergi jika tidak ada kepastian dari pemerintah. Nurbaiti pun terus membakar semangat para honorer untuk tidak lelah berjuang.

“Bahkan semalam kami tidur di sini,” katanya.

(foto)
Sebagian honorer K2 beristirahat di sela melakukan aksi unjuk rasa di depan Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 30 Oktober 2018.(CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Menurut Nurbaiti, FHK2I harus tetap solid memperjuangkan keinginan untuk menjadi CPNS.

“Kami tidak bisa lagi bekerja, jika tidak diberikan gaji yang cukup,” katanya.

Selama ini, katanya, para guru honorer tersebut mendapatkan gaji sekitar Rp400.000 hingga Rp500.000 per bulan. Gaji yang didapat tersebut, kata Nurbaiti, tidak sesuai dengan beban kerja yang ditanggung.

[Gambas:Twitter]

Sehari sebelumnya, Koordinator aksi K2 dan non-K2 yang berangkat ke Jakarta dari Cianjur, Faisal mengatakan mereka ingin tuntutannya dipenuhi presiden RI.

“Sampai tuntutan kami dipenuhi Presiden RI, pengangkatan tanpa ada batas usia,” katanya.

Dia menambahkan, Pemerintah RI harus mengeluarkan aturan yang sesuai dengan kondisi setiap daerah, tidak hanya di kota besar.

Sebelumnya, kata Faisal, selama beberapa pekan terakhir mereka pun menggelar aksi mogok mengajar di Cianjur. Itu dilakukan dengan tuntutan meminta Bupati Cianjur mengeluarkan SK sebagai legalitas kepastian untuk mereka.

Sementara Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, mengatakan, pihaknya mengharapkan adanya pemenuhan hak untuk honorer oleh pusat. Namun, dia mengimbau agar guru tidak sampai mogok mengajar atau meninggalkan tugasnya.

“Harapan kami para honorer tetap mengajar karena tuntutannya pasti disampaikan, jangan mengorbankan siswa. Jangan ada lagi aksi lanjutan mogok mengajar,” katanya.

Pada 2 Oktober 2018, Mendikbud Muhadjir Effendy menyatakan di Indonesia saat ini setidaknya ada 736 ribu guru honorer. Sementara itu, dalam seleksi CPNS tahun ini, pemerintah hanya akan menerima 112 ribuan guru melalui CPNS. Sementara, hanya 80 ribuan guru honorer K-II yang memenuhi syarat untuk mengikuti CPNS.

Sisanya terhambat oleh usia maupun pendidikan yang disyaratkan dalam UU ASN yakni 35 tahun. Oleh karena itu, Muhadjir menyatakan pemerintah akan memperjuangkan nasib para guru honorer tersebut dengan CPPPK.

Muhadjir mengaku PPPK tak mendapat uang pensiun. Namun, katanya, PPPK akan dikelola gajinya agar mendapat jaminan hari tua. Pihaknya dan BKN akan berkerjasama dengan yayasan dana pensiun untuk menanganinya.

penggodokan CPPPK disebutnya sudah selesai di Kemendikbud dan tinggal menunggu di Kemenkeu.

“Di Mendikbud sudah tuntas tinggal di Kemenkeu. Jadi [CPPPK dilaksanakan] setelah CPNS,” kata dia soal nasib para honorer K2 tersebut.”

======

Sumber: https://web.facebook.com/groups/fafhh/permalink/772319843100553/