[SALAH] “Kerja Sama NU dan Israel”

“”Tidak ada kerja sama NU dengan Israel. Sekali lagi ditegaskan, tidak ada jalinan kerjasama. Baik program maupun kelembagaan antara NU dengan Israel,””, selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.

======

KATEGORI

Disinformasi.

======

SUMBER

(1) http://bit.ly/2l00F5l, cuitan oleh akun Twitter “Muslim Bersatu” (@Muslim_Bersatu1). Sudah dicuit ulang 558 kali per tangkapan layar dibuat.

——

(2) http://bit.ly/2kZEg8k, hasil pencarian di Twitter (campuran antara disinformasi dengan klarifikasi).

——

(3) http://bit.ly/2JKWx7C, post oleh akun Facebook “Widya Rahma Wati”. Sudah dibagikan 725 kali per tangkapan layar dibuat.

——

(4) http://bit.ly/2Jmrhw2, post oleh akun Facebook “Safitri Octaviani”. Sudah dibagikan 56 kali per tangkapan layar dibuat.

======

NARASI

(1) “Naudzubillaahi Min Dzalik’ …. Di Saat Darah Saudara Kita Tertumpah Di #Palestina … NU Malah Kerja Sama Dengan Israel’ …. #SelamatkanNU #2019GantiPresiden https://t.co/R5GrkGEYxt”.

——

(2) “KERJA SAMA NU & ISRAEL

Di saat umat Islam terluka akibat serangan Israel… Perwakilan PBNU mendatangi Israel. Kunjungan ini bentuk pengakuan terhadap negara Israel. Menyakiti hati umat Islam dan bangsa Palestina khususnya.

Diterjemahkan dari bahasa Ibrani:
“Meskipun tidak ada hubungan diplomatik antara Indonesia dan Palestina, Ulama senior Indonesia, Sekretaris Jenderal Forum Keagamaan, Kyai Haji Yahya Cholil Staquf , Diundang untuk memberikan kuliah di Institut Medellin Minggu depan. Selamat datang di Israel !!!” Kata Simon Aron – Wartawan Politik Israel.

Klik:


http://jhvonline.com/israeli-world-leaders-to-address-ajc-global-forum-in-jerusalem-p24494-98.htm”.

——

(3) Variasi narasi lainnya.

======

PENJELASAN

(1) http://bit.ly/2rhTadC, firsdraftnews.org: “Konten yang Menyesatkan

Penggunaan informasi yang sesat untuk membingkai sebuah isu atau individu”.

——

(2) http://bit.ly/2rhTadC, firsdraftnews.org: “Koneksi yang Salah

Ketika judul, gambar, atau keterangan tidak mendukung konten”.

======

REFERENSI

(1) http://bit.ly/2JoOzRX, timesjatim.com: “KH Yahya Staquf ke Israel, Ketua PBNU: Tidak Ada Kerjasama NU dan Israel

Sabtu, 09 Juni 2018 – 15:02

(foto)
KH Yahya Cholil Staquf. (FOTO: Istimewa)
TIMESJATIM, JAKARTA – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menegaskan bahwa NU tidak ada kerjasama dengan Israel. Penegasan itu disampaikan Ketua PBNU KH Robikin Emhas merespons banyak tudingan miring ke NU terkait rencana kedatangan KH Yahya Cholil Staquf ke Israel.

“Tidak ada kerja sama NU dengan Israel. Sekali lagi ditegaskan, tidak ada jalinan kerjasama. Baik program maupun kelembagaan antara NU dengan Israel,” tegas Robikin.

Yerkait rencana kehadiran Gus Yahya Staquf, PBNU memandang bahwa kehadirannya itu selaku pribadi. Bukan dalam kapasitas sebagai Katib Aam PBNU. Apalagi mewakili PBNU.

“Saya yakin kehadiran Gus Yahya tersebut untuk memberi dukungan dan menegaskan kepada dunia, khususnya Israel, bahwa Palestina adalah negara merdeka. Bukan sebaliknya,” ujar Robikin.

PBNU sendiri memandang bahwa setiap insan yang mencintai perdamaian akan mendambakan penyelesaian menyeluruh dan tuntas. Termasuk soal konflik Israel-Palestina.

Konflik Israel-Palestina, kata Robikin, tidak disebabkan oleh faktor tunggal. Diperlukan semacam gagasan out of the box yang memberi harapan perdamaian bagi seluruh pihak secara adil.

“Boleh jadi Gus KH Yahya Cholil Staquf memenuhi undangan dimaksud untuk menawarkan gagasan. Yakni sebuah ide yang memberi harapan bagi terwujudkan perdamaian di Palestina dan dunia pada umumnya,” ujar Ketua PBNU KH Robikin Emhas. (*)

Pewarta: Hasbullah
Editor : Deasy Mayasari
Publisher: Rochmat Shobirin”.

——

(2) http://bit.ly/2y0ncIE, kumparan.com: “Gus Yahya Batalkan Kuliah Umumnya di Israel

kumparanNEWS
Sabtu 09 Juni 2018 – 18:56

(foto)
Katib Aam PBNU Yahya Cholil Staquf (Foto: Facebook/Yahya Cholil Staquf)

Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf, atau yang biasa disapa Gus Yahya, membatalkan kuliah umum yang rencananya akan dilaksanakan di Israel pada 26 Juni mendatang. Kabar pembatalan acara itu datang berupa klarifikasi tertulis Gus Yahya yang ditujukkan ke Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

Menurut penuturan adik kandung Gus Yahya, yakni Yaqut Cholil Qoumas atau yang kerap disapa Gus Yaqut, klarifikasi yang ditulis itu memang merupakan tulisan kakaknya. “Iya. Saya dengar hal itu sudah disampaikan kepada Bu Retno,” ujar Gus Yaqut kepada kumparan, Sabtu (9/6).

Dalam klarifikasi yang dibuat Gus Yahya itu, dikatakan bahwa dirinya sudah membatalkan acara yang digagas Israel Council on Foreign Relations. Meski demikian, dia akan tetap datang ke Israel dan bertemu dengan para tokoh lintas negara, termasuk akademisi di Universitas Hebrew.
“Rencana pidato saya di AJC forum sudah dibatalkan, tapi saya tetap dijadwalkan bertemu sejumlah tokoh dengan liputan media,” tulis Gus Yahya.

(post akun Instagram “eye.on.palestine” di https://www.instagram.com/p/BjxbQFLjje8/
🇵🇸 #Palestine : General Secretary of Nahdlatul Ulama (one of popular Moslem Organization in Indonesia), Yahya Cholil Staquf (also known as member of Indonesian President Consideration Council) will speak in public lecture, organized by The Israel Council on Foreign Relations. This lecture will be held in occupied Jerusalem, Wednesday, June 13, 2018.

The organization (PBNU) being controversial now in Indonesia because of its intensive cooperation with USA and Israeli colonizers.

Indonesian people now banned to entering all occupied Palestine land. But he will come and talk about peace and cooperation in front of colonizer face.
.
.
🇮🇩 #IDN : Sekjen/Katib Am NU Yahya Cholil Staquf (yang juga anggota Wantimpres Jokowi), akan mengisi seminar publik yang diadakan Dewan Hubungan Luar Negeri Penjajah Israel (ICFR). Seminar ini akan diadakan Rabu, 13 Juni 2018 mendatang di Al Quds Yerusalem.

Organisasi ini menjadi kontroversial saat ini karena kerjasamanya yang intens dengan Pemerintah Amerika Serikat dan Penjajah Israel.

Saat ini peziarah Indonesia dilarang Zionis untuk memasuki seluruh wilayah Palestina yang mereka jajah. Namun ia akan datang ke hadapan para penjajah itu untuk membicarakan perdamaian dan kerja sama.)

Menurut Gus Yahya, undangan yang saat ini tengah viral di media sosial itu sebetulnya sudah lama diterima olehnya. Undangan itu merupakan sebuah kesempatan yang sebetulnya tak ingin disia-siakan begitu saja olehnya.

“Saya menerima undangan ini sudah lama, dan ini menyangkut kredibilitas semua upaya yang telah saya lakukan bertahun-tahun,” tutur anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) ini.

Gus Yahya menjelaskan, acara yang digagas Israel Council on Foreign Relations itu sedianya menyediakan ruang untuk berbicara tentang konflik Palestina-Israel di hadapan publik Israel. Tak ada secuil pun maksud lain dari kedatangannya di forum tersebut.

“Saya punya pemikiran tentang Yahudi yang ingin saya sampaikan sejujur-jujurnya tanpa eufimisme ataupun polesan diplomasi, dan ini satu-satunya kesempatan untuk melakukannya tanpa di-frame atau distigma sebagai “anti-semitis”,” tambah dia.

(foto)
Suasana Pelantikan Anggota Wantimpres Yahya Cholil (Foto: Yudhistira Amran Saleh/kumparan)

Kendati demikian, keputusan sudah dibuat. Dirinya tak akan menghadiri acara tersebut. Bersama dengan itu, Gus Yahya juga meninta maaf kepada Menlu Retno atas polemik yang saat ini terjadi.

“Kalau tindakan saya merugikan kepentingan negara atau sekedar tidak ada manfaatnya, dapat dilakukan tindakan apa pun yang diperlukan untuk mengingkari atau menegaskan terlepasnya tindakan saya ini dari Negara,” tutupnya

Berikut merupakan klarifikasi lengkap yang ditulus Gus Yahya:

Bu Menteri Yth.,

Mohon ijin untuk memberi penjelasan tentang ini:

1. Sebagaimana panjenengan tahu, saya menerima undangan ini sudah lama, dan ini menyangkut kredibilitas semua upaya yang telah saya lakukan bertahun-tahun;

2. Saya punya pesan untuk saya sampaikan seluas-luasnya secara global, dan ini platform yang akan memberi saya kesempatan untuk itu;

3. Saya punya pemikiran tentang Yahudi yang ingin saya sampaikan sejujur-jujurnya tanpa eufimisme ataupun polesan diplomasi, dan ini satu-satunya kesempatan untuk melakukannya tanpa di-frame atau distigma sebagai “anti-semitis”;

4. Rencana pidato saya di AJC forum sudah dibatalkan, tapi saya tetap dijadwalkan bertemu sejumlah tokoh dengan liputan media, antara lain: Dr. Ali Al Awar, pimpinan Badan Waqaf Masjid Al Aqsha; Mohammed Dajani Daoudi, ulama; para patriarch Katolik, Kristen Ortodoks Yunani dan Lutheran; H. E. Hazem Khairat, Duta Besar Mesir; kalangan intelektual di Universitas Hebrew; dan lain-lain;

5. Saya akan disiplin menjaga posisi “deniable”; kalau tindakan saya merugikan kepentingan Negara atau sekedar tidak ada manfaatnya, dapat dilakukan tindakan apa pun yang diperlukan untuk mengingkari atau menegaskan terlepasnya tindakan saya ini dari Negara; kalau ada benefit, mari di-follow up agar menjadi keuntungan nyata.

Demikian, Bu Menteri. Mohon maaf bahwa saya telah membuat kesulitan.

Editorial Team”.

======

Sumber: https://www.facebook.com/groups/fafhh/permalink/655301181469087/