[KLARIFIKASI] “BPBD Bogor Peringatkan Potensi Bencana Gerakan Tanah di 22 Kecamatan”

SUMBER: Pertanyaan dari salah satu anggota FAFHH

NARASI: Fera: “Dpt kiriman dr grup WA.. Hoax atau bukan yaa?”

PENJELASAN:
“Beranda › Berita › Alam 2017 / Oktober / 9 17:00
BPBD Bogor Peringatkan Potensi Bencana Gerakan Tanah di 22 Kecamatan
Badan Penganggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mengeluarkan peringatan dini potensi bencana gerakan tanah di 22 kecamatan.
Peta potensi gerakan tanah di Kabupaten Bogor. (Warsono/Sumber: BPBD Kabupaten Bogor)
Memasuki musim hujan, Badan Penganggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mengeluarkan peringatan dini potensi bencana gerakan tanah pada bulan Oktober 2017 di 22 kecamatan.
Peringatan dini ini dikeluarkan agar para Camat dan masyarakat di Kabupaten Bogor dapat meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana gerakan tanah di wilayahnya masing-masing.
Potensi gerakan tanah tersebut dibagi menjadi tiga kategori: Menengah, Menengah-Tinggi, dan Menengah-Tinggi Berpotensi Banjir Bandang/Aliran Bahan Rombakan.
Kecamatan-kecamatan yang berada di kategori menengah antara lain Bojonggede, Cibinong, Ciseeng, Gunungputri, dan Gunung Sindur.
Sementara di kategori Menengah-Tinggi, tercantum Kecamatan Babakanmadang, Cariu, Ciawi, Cigudeg, Cileungsi, Cisarua, Citeureup, Jasinga, Jonggol.
Kategori terakhir yakni Aliran Bahan Rombakan, terdapat Kecamatan Caringin, Ciampea, Cibungbulang, Cigombong, Cijeruk, Ciomas, Dramaga, Kemang.
Di antara ketiga kategori di atas, kategori terakhir merupakan yang paling berbahaya. Jenis tanah longsor ini terjadi ketika massa tanah bergerak didorong oleh air. Kecepatan aliran tergantung pada kemiringan lereng, volume dan tekanan air, serta jenis materialnya. Gerakannya terjadi di sepanjang lembah dan mampu mencapai ratusan meter jauhnya. Tanah longsor jenis ini biasanya paling banyak memakan korban jiwa. (Baca juga: Musim Hujan Tiba, Kenali Tanda-tanda dan Jenis Longsor).
(Lutfi Fauziah)”.