[SALAH] Gunung Api Bawah Laut di AS dan Jepang Bakal Meletus Bersamaan

Bencana Mafindo

[SALAH] Gunung Api Bawah Laut di AS dan Jepang Bakal Meletus Bersamaan
Narasi

Beredar unggahan video [arsip] dari akun TikTok “hattafgenz.force” pada Sabtu (27/6/2026). Unggahan disertai narasi :

“Sebentar Lagi Jepang Musnah., Ada 557 KM Luas Gunung Api Dalam Laut JEPANG Siap Meletus,,,

Dalam Waktu Bersamaamalifah.7 Gunung Api Dalam Laut AS Seluas 600 KM & Di Jepang 557 KM Meletus Bersamaan.”

Hingga Senin (13/7/2026) unggahan telah mendapatkan 4.400-an tanda suka, menuai hampir 500 komentar dan telah dibagikan ulang lebih dari 900 kali.

Penjelasan

Disadur dari artikel Cek Fakta tempo.co.

Ahli Vulkanologi Universitas Brawijaya, Sukir Maryanto, menjelaskan bahwa kemungkinan letusan gunung api yang berjauhan saling memicu sangat kecil. Menurutnya, bahkan gunung api yang letaknya berdekatan pun belum tentu saling mempengaruhi, kecuali berada dalam satu sistem gunung api yang sama. 

Penjelasan tersebut sejalan dengan keterangan United States Geological Survey (USGS). Lembaga ilmiah pemerintah Amerika Serikat (AS) itu menyatakan belum ada bukti yang menunjukkan bahwa letusan di satu gunung api dapat memicu letusan gunung api lain yang berada ratusan kilometer jauhnya atau bahkan di benua yang berbeda. 

Berdasarkan catatan ilmiah, letusan yang terjadi secara bersamaan hanya pernah diamati pada gunung api atau lubang vulkanik yang berjarak sangat dekat, umumnya dalam radius sekitar 10 km. Meski demikian, hubungan sebab-akibat di antara kedua letusan tersebut pun masih sulit dipastikan.

Aktivitas vulkanik memang banyak terjadi di kawasan batas lempeng tektonik, seperti Cincin Api Pasifik (Ring of Fire), yang membentang melewati Jepang, Indonesia, Filipina, Tonga, hingga pantai barat Amerika Utara dan Pegunungan Andes. Karena berada di kawasan tersebut, aktivitas gunung api di Jepang tergolong tinggi dan terus dipantau secara ketat oleh Japan Meteorological Agency (JMA). Meski beberapa gunung api berstatus Level 2 dan Level 3, JMA tidak mengeluarkan peringatan mengenai letusan besar yang mengancam keberlangsungan negara tersebut. 

Sementara itu, foto yang digunakan dalam unggahan  bukan berasal dari Jepang maupun AS, melainkan dokumentasi letusan Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda pada Desember 2018. Foto tersebut diambil oleh fotografer Reuters, Muhammad Adimaja, dari Kapal Patroli TNI AL KRI Torani 860 saat Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi. 

Selain itu, tidak ditemukan dokumen ilmiah maupun laporan resmi yang membenarkan klaim mengenai keberadaan gunung api bawah laut seluas 557 km di Jepang. Hingga kini, USGS hanya melaporkan sejumlah gunung api di AS yang masih dipantau status aktivitasnya, seperti Great Sitkin berstatus Siaga, serta Kilauea, Shishaldin, dan Kupreanof yang berstatus Waspada. Tidak ada peringatan resmi mengenai potensi letusan bersamaan antara gunung api di AS dan Jepang. 

Kesimpulan
Ahli vulkanologi dan United States Geological Survey menyatakan tidak ada bukti bahwa letusan gunung api yang berjauhan dapat saling memicu. Jadi, unggahan berisi klaim “gunung api bawa laut di AS dan Jepang bakal meletus bersamaan” adalah konten palsu (fabricated content).
Hasil Periksa fakta
Referensi