[SALAH] NATO Kirimkan Pasukan Ke Papua

Hasil Periksa Fakta Dyah Febriyani

Tidak benar. Unggahan itu hanya menampilkan thumbnail dan judul yang provokatif. Di dalam video tidak ditemukan informasi mengenai NATO mengirim pasukan ke Papua.

[KATEGORI]

Konten dimanipulasi

[SUMBER]

Youtube
https://archive.cob.web.id/archive/1685380924.03899/singlefile.html

[NARASI]

“NATO BIANG KEROKNYA, DARI SUPLAI SENJATA KKB HINGGA KIRIM PASUKAN ILEGAL INI”

[PENJELASAN]

Beredar sebuah video Youtube yang mengklaim North Atlantic Treaty Organization (NATO) mengirimkan pasukan ke Papua untuk membela Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Unggahan itu menyebut dalam judul dan thumbnail video bahwa ada campur tangan NATO kepada KKB. Faktanya, informasi tersebut tidak benar.

Thumbnail pada video identik dengan foto pada artikel sentralntb.id dengan judul ” Tim Gabungan Balai KPH Marowa dan Kodim 1608/Bima bersama Kipan A Yonif 742/SWY melaksanakan operasi pencegahan kerusakan hutan di wilayah Kabupaten Bima.” Foto itu menampilkan anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) bersama  tim KPH Marowa melaksanakan operasi penindakan pembalakan liar di kawasan hutan wilayah setempat.

Selain itu, judul yang ditulis tidak sesuai dengan isi video yang ditampilkan. Sepanjang 8 menit tidak ditemukan narasi bahwa NATO mengirimkan pasukannya ke Papua. Narator dalam video menjelaskan mengenai sumber senjata yang digunakan KKB. Seperti dikutip dari tribunnews.com, Mabes Polri memastikan senjata yang digunakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dipasok dari Papua Nugini dan juga Filipina. Dari hasil penyelidikan yang senjata yang digunakan berasal dari pasar gelap.

[REFERENSI]

https://www.sentralntb.id/2020/09/tim-gabungan-balai-kph-marowa-dan-kodim.html?m=1

https://jambi.tribunnews.com/amp/2018/12/17/ternyata-senjata-kkb-papua-penuhi-standar-nato-inilah-4-jenis-spesifikasi-perangkat-perang-tpnpb