[SALAH] “NYATA!!! Penampakan Kota Gaib Saranjana… VIDEO AMATIR NOKIA 3660 ANTARA 2003/2004”

Hasil periksa fakta Noy Husain (Relawan Mafindo)

Video menggunakan Efek Kamera Facebook Mass Effect, tidak diambil pada tahun 2003/2004, dan lokasi pengambilan video di Gorontalo, bukan Kalimantan.

=====
KATEGORI: Konten yang Menyesatkan
=====

NARASI:

“NYATA!!! Penampakan Kota Gaib Saranjana… :cold_sweat:. VIDEO AMATIR NOKIA 3660 ANTARA 2003/2004” ~ akun TikTok @hanna.insomania, 13 Desember 2021
“Penampakan Nyata Kota Gaib Saranjana” ~ akun TikTok @adiaranggi666, 6 Agustus 2022 “Alam Jin – Kota Ghaib Saranjana Video amatir Nokia 3660 tahun 2003 2004.
Gerbang dimensi Alam Manusia dan Alam Jin Robek. Terlihat penampakan salah satu sudut Kerajaan Ghaib. Sekarang mungkin sudah berubah menjadi Negara Saranjana.
Pusat peradaban Alam Jin yang Maju dan Berteknologi Tinggi. Suasana Langit Alam Jin berbeda dengan Langit Alam manusia. Memang negara jin ini sangat luas wilayahnya, bagi yang kasyaf mungkin melihat 7 gerbang. Dan gerbang utama ada di pulau… Kota…
Penduduk utamanya adalah bangsa jin dan ada pula bangsa manusia. Penduduk jin yang pinggiran ciri khasnya tidak mempunyai garis di bawah hidung dan bertelinga runcing seperti elf. Semuanya beragama Islam.. Konon istana Saranjana ini adalah…”
~ akun YouTube “youtube channel”, 13 Agustus 2020

SUMBER: TikTok & YouTube
Tautan:
https://vm.tiktok.com/ZMYeVEQVj/
https://vm.tiktok.com/ZMFojtQvL/
https://youtu.be/VTTDmYxOGzs

=====

PENJELASAN:

Ramai pembahasan tentang film “Saranjana Kota Gaib” (2023) di media sosial, sebuah video di TikTok yang diunggah tahun lalu oleh akun @hanna.insomania kembali menjadi tren. Video tentang penampakan Kota Gaib Saranjana yang diambil menggunakan kamera NOKIA 3660 sekitar tahun 2003/2004 dan telah ditonton lebih dari 4 juta kali itu menunjukkan seorang anak kecil di sebuah lokasi, di mana pemandangan di sekitar anak tersebut kemudian berubah menjadi pemandangan dengan suasana futuristik. Pemandangan yang tidak sengaja tertangkap kamera ponsel tersebut diklaim sebagai pemandangan Kota Gaib Saranjana di Kalimantan Selatan.

Video yang sama juga dibagikan oleh akun TikTok @adiaranggi666┬ádengan teks “Penampakan Nyata Kota Gaib Saranjana” dan sudah ditonton lebih dari 18 juta kali.

Sumber kedua akun TikTok di atas adalah video di saluran YouTube milik akun “youtube channel”. Sementara video format portrait 16:9 yang belum ditambahi teks dan musik latar, bisa dilihat di saluran YouTube akun “sheila man 87” yang diunggah pada tanggal 24 Oktober 2017 (https://youtu.be/gpB4j8ukp90).

Bagian video di mana pemandangan tiba-tiba berubah bukanlah hasil suntingan, melainkan terekam menggunakan efek kamera Facebook Mass Effect Andromeda* yang sempat tren di tahun 2017. Bagi yang pernah menggunakan efek kamera Facebook ini, pasti familiar dengan pemandangan futuristik dalam video. Kemudian, jika dicermati, sangat mudah menyimpulkan bahwa video tersebut adalah video rekaman live di Facebook, karena beberapa kali mengalami lagging (gambar tertunda atau delay, yang biasanya disebabkan masalah internet yang tidak stabil) dan mulai pertengahan video terdengar suara seseorang membacakan komentar penonton yang ditimpali dengan jelas oleh rekannya, “dia ada komen?” sesaat sebelum tombol efek kamera tersentuh, yang menyebabkan pemandangan dalam video berubah, dan membuat mereka kebingungan.

*Tautan-tautan tentang efek kamera Facebook Mass Effect Multiplayer terlampir pada bagian REFERENSI.

Dengan demikian, ini juga mematahkan klaim bahwa video direkam dengan menggunakan kamera ponsel Nokia 3660 antara tahun 2003-2004, karena di tahun-tahun tersebut belum ada efek kamera Facebook, belum bisa live streaming di media sosial, Facebook bahkan baru didirikan pada 2004. Aspek rasio atau format video 16:9 juga baru umum digunakan mulai tahun 2009.

Ketidaksesuaian klaim lainnya adalah bahwa video direkam di Kalimantan Selatan, wilayah yang diyakini sebagai lokasi keberadaan Kota Saranjana, sedangkan komunikasi yang digunakan dalam video menggunakan dialek Gorontalo. Meski samar, terdengar sapaan-sapaan khas Gorontalo seperti “Ti” (sapaan untuk perempuan yang lebih tua) dan “Aba” (selain bermakna Bapak atau Paman, “Aba” juga digunakan sebagai sapaan pergaulan seperti “gaes”, “gan”, dll.).

Dari kalimat, “ini bukan laut no, ini danau,” yang beberapa kali terdengar, saya pun menggunakan petunjuk tsb untuk melakukan penelusuran gambar di Google dengan kata kunci “Tepi Danau Gorontalo”. Hasilnya, saya menemukan gambar suatu bangunan yang bagian halamannya mirip latar belakang sang anak dalam video yang kebetulan terletak di tepi Danau Limboto, bangunan itu adalah Museum Pendaratan Soekarno. Lalu dengan memasukkan nama museum tersebut pada mesin pencarian Google, saya menemukan beberapa foto yang paling mirip posisi dan angle-nya (dua di antaranya terlampir).

Berdasarkan penjelasan di atas, klaim tentang penampakan Kota Gaib Saranjana di Kalimantan Selatan yang terekam kamera ponsel NOKIA 3660 antara tahun 2003 hingga 2004 adalah keliru, dan termasuk konten yang menyesatkan.

=====

REFERENSI:
https://www.masseffect.com/news/camera-effects-platform-in-facebook
https://youtube.com/shorts/t1XqFInDXjo?feature=share
https://www.liputan6.com/amp/3619724/misteri-pendaratan-bung-karno-di-danau-limboto-gorontalo
https://g.co/kgs/MyNHkh