[SALAH] Pesan Whatsapp Imbauan TNI POLRI Modus Kejahatan Anak Kecil Membawa Alamat

Hasil Periksa fakta Dyah Febriyani.

Hoaks lama beredar kembali. Hoaks ini pernah beredar pada tahun 2019. Faktanya, pesan Whatsapp tersebut bukan berasal dari institusi TNI atau POLRI.

============
[KATEGORI]

Konten Palsu

==========
[NARASI]

“🇮 🇳  🇫  🇴           

🇵 🇪  🇳 🇹 🇮 🇳 🇬
Info dari POLRI & TNI AD=
Sampaikan Pesan Ini Kepada Keluarga Dan Kawan_Kawan Anda?
Pesan Ini Ditujukan Kepada Setiap Pria Dan Wanita Yang Bepergian Sendirian Ke Kampus, Tempat Kerja Atau Kemana Saja.
Jika Kalian Menemukan Anak Menangis Di Jalan Dengan Menunjukkan Sebuah Alamat Dan Memintamu Untuk Mengantarnya Ke Alamat Tersebut, Bawalah Anak Itu Ke Kantor POLISI Atau Kantor KORAMIL Terdekat Dan Mohon JANGAN BAWA ANAK ITU KE ALAMAT Tersebut.. Ini Adalah Modus Baru PENJAHAT Untuk MERAMPOK, MEMPERKOSA, MENCULIK.
Mohon Informasikan Ke Semua Kawan_Kawan. Jangan Ragu Untuk Membagikan Pesan Ini Kepada Yang Lainnya. Pesan Ini Bisa Membantu Menyelamatkan Wanita Dan 0rang Yang Penting Dalam Hidup Anda.
INFO : HUMAS MABES POLRI & TNI, Karena Sudah Banyak Korban. Jadi Biarkan Polri & TNI Yang Mengantarkan Anak Itu Ke Alamat yg diminta anak tersebut.
AYO.. Dicopy Paste, Sebarkan Ke Group Manapun Yang Anda Punya, Partisipasi Anda Akan Menyelamatkan & Kehormatan Keluarga, Teman Kita, Maupun 0rang Lain. AYO Peduli Sesama.Tolong share ke group2 yang lain…terima kasih.`

HATI HATI WASPADA !”

Sumber : Whatsapp

============
[PENJELASAN]

Beredar sebuah pesan Whatsapp berisi imbauan yang diklaim berasal dari TNI atau POLRI terkait modus kejahatan baru. Pesan tersebut menghimbau masyarakat untuk tidak menolong seorang anak kecil yang menangis meminta diantarkan ke alamat yang dibawa. Jika ada yang mengantarkan ke alamat tersebut akan diculik, diperkosa, serta dirampok.

Informasi itu tidak benar. Pesan Whatsapp tersebut dibantah oleh Biro Multimedia Divisi Humas Mabes Polri, bahwa pihaknya tidak pernah mengeluarkan imbauan tersebut. ”Kami tidak pernah mengeluarkan imbauan terkait modus baru penjahat untuk melakukan perampokan, pemerkosaan, dan penculikan,” tulis Biro Multimedia.

Laman turnbackhoax.id beberapa kali mengunggah artikel tentang klaim yang sama sejak tahun 2019. Meski imbauan termasuk hoaks lama yang beredar kembali masyarakat diharapkan tetap waspada pada modus kejahatan baru.

=========
[REFERENSI]

https://www.google.com/amp/s/www.liputan6.com/amp/4098217/cek-fakta-hoaks-modus-kejahatan-anak-kecil-menangis-di-jalan