[SALAH] Video “Kurang Ajar Malaysia Punya Niat Busuk Ini Pada Indonesia”

MENYESATKAN, berisi pembacaan artikel dengan mengganti aspek yang berkaitan dengan Inggris, Ukraina dan Rusia menjadi Malaysia, Australia dan Indonesia. FAKTA: selain mengganti bagian tertentu artikel, video berisi gambar pratinjau (thumbnail) dan potongan-potongan video dari peristiwa yang TIDAK berkaitan.

Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.

KATEGORI: Konten yang Menyesatkan.

SUMBER: Facebook, https://archive.ph/Rsusx (arsip cadangan).

NARASI: “Kurang Ajar!! Malaysia Punya Niat Busuk Ini Pada Indonesia”.

PENJELASAN

Berdasarkan 7 Jenis Mis- dan Disinformasi oleh First Draft News, termasuk “Konten yang Menyesatkan: Penggunaan informasi yang sesat untuk membingkai sebuah isu atau individu”. [1]

SUMBER membagikan konten yang isinya menimbulkan kesimpulan yang MENYESATKAN. FAKTA: berisi pembacaan artikel dengan mengganti aspek yang berkaitan dengan Inggris, Ukraina dan Rusia menjadi Malaysia, Australia dan Indonesia. Selain mengganti bagian tertentu artikel, video berisi gambar pratinjau (thumbnail) dan potongan-potongan video dari peristiwa yang TIDAK berkaitan.

Verifikasi Video

Artikel yang dibaca di video, CNN Indonesia: “Perdana Menteri (PM) Inggris Rishi Sunak berjanji negaranya akan mendukung Ukraina hingga memenangkan perang atas Rusia.
Hal tersebut ia ungkapkan ketika melakukan kunjungan ke Kyiv dan bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, Sabtu (19/11). “Saya di sini hari ini untuk mengatakan bahwa Inggris akan terus mendukung Anda sampai Ukraina memenangkan perdamaian dan keamanan yang dibutuhkan dan pantas,” kata Rishi Sunak di Kyiv, seperti dilansir dari AFP.” [2]

Salah satu sumber video dengan aspek yang identik dengan yang digunakan oleh gambar pratinjau, SBS News di YouTube: “Local councils will no longer be forced to hold citizenship ceremonies on Australia Day in a move the federal government says is for “operational” reasons. Rules introduced in 2019 under then-prime minister Scott Morrison forced local governments to hold citizenship ceremonies on 26 January or be stripped of their right to conduct them. Mr Morrison at the time said compelling local councils to do so would stop them from “playing politics with Australia Day”. Immigration Minister Andrew Giles on Friday revealed Labor would walk back that restriction but said it remained the government’s “strong expectation” that councils would hold ceremonies on the date.” [3]

Referensi Lainnya yang Berkaitan

Salah satu sumber potongan video yang identik dengan yang digunakan oleh SUMBER, mediarakyat di YouTube: “Anwar Ibrahim: Ucapan Penuh Program Pertemuan Mahabbah YAB PM Bersama Ulama & Asatizah Di Putrajaya” [4]

REFERENSI

[1] firstdraftnews.org: “Memahami gangguan informasi” (Google Translate), https://bit.ly/3wHx0lO / https://archive.ph/iCp3w (arsip cadangan).

[2] cnnindonesia.com: “PM Inggris Janji Dukung Ukraina hingga Menang Perang atas Rusia”, https://bit.ly/3GBblSD / https://archive.ph/eAJDA (arsip cadangan).

[3] youtube.com: “Anthony Albanese says he still supports Australia Day after citizenship rule change | SBS News”, https://bit.ly/3Cfd0uH / https://archive.ph/gc5jT (arsip cadangan).

[4] youtube.com, https://bit.ly/3WFvCMH / https://archive.ph/aWfke (arsip cadangan).