[SALAH] Justin Bieber Mengatakan Kelumpuhan Wajahnya Disebabkan Oleh Vaksin Covid-19

Hasil periksa fakta Fathia IS.

Klaim tersebut salah. Tidak ada bukti bahwa Justin Bieber membuat komentar publik seperti itu, dan artikel tersebut berasal dari situs web yang sebelumnya telah menerbitkan klaim palsu dengan kedok “satire.”

Selengkapnya di bagian penjelasan dan referensi.

= = =
Kategori: Konten Satire

= = =
Sumber: Media Online

https://archive.ph/NI7eX#selection-345.0-345.43

= = =
Narasi:

“Justin Bieber: ‘The vaccine ruined my life’”

[Terjemahan]

“Justin Bieber: ‘Vaksin Menghancurkan Hidup Saya”

= = =
Penjelasan:
Sebuah artikel dengan judul “Justin Bieber: Vaksin Menghancurkan Hidup Saya” yang dimuat di situs Vancouver Times dibagikan di berbagai media sosial. Artikel tersebut mengklaim bahwa Justin Bieber mengatakan kelumpuhan wajahnya disebabkan oleh Vaksin Covid-19.

Meskipun artikel tersebut telah dilabeli “Satire” di halaman web artikel. Tetapi ketika artikel tersebut dibagikan di Facebook dan Twitter tidak terlihat bahwa itu adalah konten satire dan memungkinkan beberapa pengguna menjadi berpikir bahwa itu adalah sebuah berita.

Lebih lanjut, paragraf pertama artikel Vancouver Times berbunyi: “Justin Bieber sekarang mengakui bahwa dia menyesal mengambil vaksin Covid-19, mengatakan bahwa vaksin itu membuatnya lumpuh permanen di wajahnya. Bieber membuat pengakuan itu kepada seorang teman dekat, yang kemudian membocorkannya informasi ke Daily Mail. Bieber dilaporkan berencana menuntut Pfizer karena menyebabkan kelumpuhannya, meskipun faktanya perusahaan itu dilindungi dari tanggung jawab.”

Sebagai bukti, artikel tersebut menautkan ke cerita Daily Mail yang melaporkan pengumuman Bieber melalui Instagram. Tetapi artikel tersebut tidak menyebutkan pernyataan apa pun di mana Bieber mengaitkan penyakitnya dengan vaksin Covid-19.

Dengan demikian, klaim Justin Bieber mengatakan bahwa kelumpuhan wajahnya disebabkan oleh vaksin Covid-19 adalah informasi yang keliru dan termasuk ke dalam konten satire.

= = =
Referensi:

https://factcheck.afp.com/doc.afp.com.32CP2NB

= = =
Editor: Dedy Helsyanto