[SALAH] “Utsmaniy menjadi pelopor dalam penanganan wabah melalui vaksinasi”

Hasil Periksa Fakta Ani Nur MR (Universitas Airlangga).

Informasi Palsu. Vaksinasi pertama kali diperkenalkan pada tahun 1796 oleh seorang dokter Inggris bernama Edward Jenner. Prosedur medis sebelum itu dikenal dengan “variolasi” atau “inokulasi”.

Selengkapnya baca di PENJELASAN dan REFERENSI.

=====

KATEGORI: Konten Palsu

=====

SUMBER: Twitter
https://archive.vn/OCDHk

=====

NARASI:
Sertifikat vaksin yg dikeluarkan Kekhalifahan Utsmaniyyah sekitar tahun 1326 H, utk anak laki-laki berusia 10 tahun.

Saat itu di dunia merebak wabah cacar api yg merenggut ratusan juta jiwa. Utsmaniy menjadi pelopor dalam penanganan wabah melalui vaksinasi.

*foto sertifikat vaksin

=====

PENJELASAN:

Beredar postingan di Twitter oleh akun bernama Afwan Riyadi (@af1_). Postingan Afwan berupa gambar dan disertai narasi bahwa gambar tersebut adalah vaksin yg dikeluarkan Kekhalifahan Utsmaniyyah untuk anak laki-laki berusia 10 tahun. Lebih lanjut, Afwan juga menyebut bahwa Pemerintahan Utsmaniyyah adalah pelopor penanganan wabah melalui vaksinasi.

Setelah dilakukan penelusuran fakta terkait, klaim Afwan Riyadi tidak benar. Vaksin pertama kali diperkenalkan pada tahun 1796 oleh seorang dokter Inggris bernama Edward Jenner. Prosedur medis sebelum itu dikenal dengan “variolasi” atau “inokulasi”.

Seorang bangsawan dari Inggris yakni Lady Montagu yang pertama kali memperkenalkan metode variolasi di Inggris, ia bercerita melalui surat kepada seorang temannya tentang imunisasi di Turki yang bertanggal 1 April 1717. Dia mengirim surat tersebut kepada sahabatnya Sarah Chiswell di London untuk menjelaskan prosedur medis di Turki untuk menangkal penyakit cacar.

Dikutip dari AFP, surat dari Lady Montagu menjelaskan mengenai prosedur variolasi,
“Selanjutnya dia membuka bagian yang tubuh yang diinginkan dengan jarum besar (sakitnya tidak lebih dari luka goresan) dan memasukkan racun ke dalam pembuluh darah sebanyak yang bisa ditampung pada ujung jarum, selanjutnya luka itu dirapatkan dengan cangkak, dan dengan cara ini membuka empat atau lima pembuluh darah.”

Berdasarkan linimasa pada historyofvaccines.org, website yang dikelola oleh Sekolah Kedokteran Philadelphia, metode variolasi yang juga dikenal dengan “inokulasi”, telah dipraktikkan di Tiongkok, Afrika dan Turki sebelum dikenal di Eropa. Lady Montagu dianggap sebagai orang yang membawa praktik medis tersebut ke Inggris, di mana dia memerintahkan seorang dokter melakukan variolasi pada anak perempuannya di tahun 1721.

Sedangkan vaksin pertama kali diciptakan oleh Jenner pada tahun 1796 sebagai alternatif variolasi, adalah vaksin sukses pertama di dunia, menurut Organisasi Kesehatan Dunia dan Perpustakaan Medik Nasional Amerika Serikat. Vaksin buatan Edward Jenner saat itu digunakan untuk pengobatan penyakit cacar.

“Vaksin pertama diperkenalkan oleh dokter Inggris, Edward Jenner, yang tahun 1796 menggunakan virus cacar sapi (vaccinia) untuk memberikan perlindungan melawan cacar, virus yang sejenis, pada manusia,” tulis Encyclopaedia Britannica.

Berdasarkan data yang terkumpul dapat disimpulkan bahwa klaim Afwan Riyadi adalah SALAH dan dapat dikategorikan sebagai Konten Palsu.

=====
REFERENSI:
https://turnbackhoax.id/2020/05/13/salah-vaksin-pertama-kali-dibuat-di-bawah-kekhalifahan-ottoman-tahun-1717/


https://periksafakta.afp.com/unggahan-menyesatkan-mengklaim-vaksin-pertama-dibuat-di-bawah-pemerintahan-turki-usmani


https://www.britannica.com/science/variolation


https://www.historyofvaccines.org/timeline/all#EVT_15
https://nyamcenterforhistory.org/2017/03/28/lady-mary-wortley-montagu-and-immunization-advocacy/

=====

Penulis: Ani Nur MR
Editor: Bentang Febrylian