[SALAH] Konsumsi Nigella Oil Menghilangkan Pendarahan di Tenggorokan Orang yang Terdampak Covid

Hasil Periksa Fakta Nadine Salsabila Naura Marhaeni (Universitas Diponegoro)

Hal tersebut tidak benar. Covid-19 tidak memiliki symptom atau gejala pendarahan pada tenggorokan. Selain itu, WHO hingga saat ini belum menetapkan obat-obatan herbal yang diklaim merupakan obat dari Covid-19.

= = = =

KATEGORI: misleading content atau konten yang menyesatkan

= = = =

SUMBER:
Facebook
https://archive.fo/nahr8

= = = =

NARASI:
“Assalamualaikum.. info dari teman yg saat ini terdapak covid.. minum 1 sendok makan Alhamdulilah pendarahan di tenggorokan setelah 2 jam hilang.. silahkan coba..”

= = = =

PENJELASAN:

Beredar sebuah narasi yang diunggah oleh akun Facebook Bekam Totok Kiropraksi Paz yang mengatakan bahwa terdapat sebuah obat herbal yang menyembuhkan pendarahan pada tenggorokan orang yang terdampak Covid-19. Unggahan tersebut juga mencantumkan sebuah foto yang menunjukkan sebuah obat, yakni Nigella Oil yang diklaim dapat menghilangkan pendarahan tenggorokan dalam dua jam.

Setelah melakukan penelusuran, hal tersebut tidak benar. Covid-19 tidak memiliki symptom atau gejala yang menunjukkan adanya pendarahan pada tenggorokan. Selain itu, WHO hingga saat ini mengatakan belum ada bahan herbal yang dapat menyembuhkan Covid-19. Nigella oil merupakan obat herbal yang berasal dari ekstrak jintan hitam yang memiliki beberapa khasiat, seperti meredakan alergi dan asma.

Dengan demikian, narasi yang diunggah oleh akun Facebook Bekam Totok Kiropraksi Paz tidak sesuai fakta dan masuk ke dalam kategori misleading content atau konten yang menyesatkan.

= = = =

REFERENSI:

  1. https://www.who.int/health-topics/coronavirus#tab=tab_3
  2. https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/question-and-answers-hub/q-a-detail/coronavirus-disease-covid-19-food-safety-and-nutrition
  3. https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3621644/10-manfaat-minyak-biji-jintan-hitam-untuk-kesehatan

Penulis: Nadine Salsabila Naura Marhaeni
Editor: Bentang Febrylian