[SALAH] “TERKUAK, Ternyata Jemaah Haji Indonesia Ditolak Bukan Karena Covid 19”

Hanya menyalin judul yang belakangan direvisi oleh sumber pertama penerbit artikel, isi artikel TIDAK sama dengan artikel sumber. Selain itu, terlihat bahwa sebenarnya sumbernya berasal dari pesan WhatsApp.

Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.

KATEGORI: Konten Tiruan.

SUMBER: riaupdate.com, https://archive.md/3GhKB (arsip cadangan).

NARASI: baca isi artikel di tautan bagian SUMBER.

PENJELASAN

Berdasarkan 7 kategori Mis dan Disinformasi oleh First Draft, masuk ke kategori “Konten Tiruan: Ketika sebuah sumber asli ditiru” [1]. SUMBER hanya menyalin judul, isi artikel TIDAK sesuai dengan isi artikel yang judulnya disalin. Selain itu, belakangan judul artikel yang dijadikan sumber direvisi oleh sumber pertama penerbitnya.

Paragraf pertama berisi salinan dari judul artikel sumber oleh situs Opera News [2], “Arab Saudi Ngotot Tolak Jemaah Haji dari Indonesia, Kemenag Dibuat Kebingungan, Ada Apa Sebenarnya?” dengan perubahan pada huruf kapital di awal kata. Paragraf kedua dan seterusnya TIDAK sama isinya dengan situs yang diklaim sebagai sumber.

Selain itu, sumber pertama yaitu situs jambi.tribunnews.com sudah merevisi artikelnya setidaknya dua kali per artikel ini disusun,

* Revisi pertama [3]

* Revisi kedua [4].

Seperti yang dijelaskan di akhir artikel, situs kupang.tribunnews.com masih menggunakan judul “Arab Saudi Tak Mau Kompromi, Tetap Bersikeras Tolak Jemaah Umrah dari Indonesia, Lho, Apa Alasannya?” [5]

Selain itu, di paragraf ketiga bagian “[9/2 12:55] Wasiat Jsm: *Jokowi Ternyata Sudah Pakai Rp.38,5 Triliun Dana Haji, Jamaah Tak Diberitahu)” terlihat bahwa sumber artikel berasal dari pesan WhatsApp, diterima pada 9 Februari pukul 12:55 yang oleh penerima di daftar kontaknya disimpan dengan nama “Wasiat Jsm”.

Salah satu sumbernya adalah dari artikel oleh GELORA NEWS pada 14 November 2018 [6], dengan modifikasi beberapa kalimat.

Berkaitan dengan klaim “Pemilik dana tidak pernah diberitahukan soal penggunaan dana tersebut, khususnya untuk infrastruktur.”, sudah pernah diklarifikasi sebelumnya pada tahun 2019. Salah satu artikel oleh Beritagar yang menjelaskan mengenai penggunaan dana: “Dana haji tak ada yang dipakai untuk investasi infrastruktur. Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Anggito Abimanyu mengatakan dari dana yang dikumpulkan pada 2018 sebanyak Rp113 triliun ditempatkan untuk deposito di perbankan syariah dan digunakan untuk membeli surat berharga.” [7]

REFERENSI

[1] firstdraftnews.org: “Berita palsu. Ini rumit.” http://bit.ly/2MxVN7S (Google Translate), http://bit.ly/2rhTadC.

[2] operanewsapp.com: “Arab Saudi Ngotot Tolak Jemaah Haji dari Indonesia, Kemenag Dibuat Kebingungan, Ada Apa Sebenarnya?”, https://archive.md/gTnsq (arsip cadangan).

[3] jambi.tribunnews.com: “Arab Saudi Larang WNA Masuk, Keberangkatan Ratusan CJH Gresik Kemungkinan Ditunda Lagi”, https://archive.md/7GGwE (arsip cadangan).

[4] jambi.tribunnews.com: “Kementerian Agama Tetap Lakukan Persiapan Penyelenggaraan Ibadah Haji 1442H”, cetak ke PDF karena situs arsip masih mengacu ke versi artikel yang sebelumnya.

[5] kupang.tribunnews.com: “Arab Saudi Tak Mau Kompromi, Tetap Bersikeras Tolak Jemaah Umrah dari Indonesia, Lho, Apa Alasannya?”, https://archive.md/Qgapd (arsip cadangan).

[6] gelora.co: “Rp 38,5 Triliun Dana Haji Sudah Dipakai Pemerintah Jokowi, Jamaah tak Pernah Diberitahu”, https://archive.md/Ix9o7 (arsip cadangan).

[7] beritagar.id: “Tak ada dana haji yang dipakai untuk infrastruktur”, https://bit.ly/3dqYtQS / https://archive.md/S7fjG (arsip cadangan).