[SALAH] Akun Twitter Indo Premier Sekuritas

Hasil periksa fakta Rahmah An Nisaa (Uin Sunan Ampel Surabaya).

Akun tersebut palsu. Pihak Indo Premier melalui akun Twitter resminya menyatakan bahwa Indo Premier hanya memiliki akun Twitter resmi yang bercentang biru dan tidak meminta data pribadi.

Selengkapnya ada di penjelasan!

=====

[KATEGORI]: Konten Tiruan / Imposter Content

=====

[SUMBER]:TWITTER

https://archive.vn/4P9rt
https://twitter.com/IPOTIndopremie1
https://twitter.com/IpotIndopremier

=====

[PENJELASAN]:

Beredar sebuah akun Twitter Indo Premier bernama “@IPOTIndopremie1”. Terlihat akun tersebut baru bergabung pada Januari 2021. Akun tersebut membalas keluhan warganet, kemudian diarahkan ke direct messenger, meminta data pribadi seperti foto ATM, foto KTP, dan nomor telepon.

Menanggapi hal tersebut, pihak Indo Premier memberikan klarifikasi melalui akun resmi Twitter Indo Premier yang bercentang biru @indopremier. Pihak Indo Premier menyatakan bahwa IPOT tidak pernah meminta data pribadi dan tidak pula menginstruksikan nasabah untuk transfer.

Berikut klarifikasi lengkap oleh @indopremier:

“Akun @IpotIndopremier adalah akun palsu ya, Kak. IPOT tidak pernah meminta data pribadi seperti foto ATM, pin, password, tidak pernah pula menginstruksikan nasabah untuk transfer. Selalu hati-hati dan mohon bantu report.” tulis IPOT dalam akun resmi Twitternya pada 12 Januari 2021 saat membalas keluhan warganet.

Dijelaskan pula bahwa Indo Premier hanya memiliki akun Twitter resmi yang sudah terverifikasi , yakni @indopremier yang sudah bercentang biru. Pihak Indo Premier turut mengimbau warganet untuk lebih berhati-hati dan turut meminta di report.

Dapat disimpulkan bahwa akun Twitter @Ipotindopremier dan @IPOTindopremie1 merupakan akun palsu yang mengatasnamakan Indo Premier, dan masuk dalam hoaks dengan kategori konten tiruan atau imposter content.

=====

[REFERENSI]:
https://twitter.com/indopremier/status/1348895487026319365?s=19
https://twitter.com/indopremier/status/1349640060216348673

Penulis: Rahmah an nisaa
Editor: Bentang Febrylian