[SALAH] Vaksin yang disimpan -80 Derajat Bukanlah Vaksin Melainkan Agen Transfeksi yang Dapat Memanipulasi Genetika Manusia

Hasil Periksa Fakta Natalia Kristian (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Indonesia).

Informasi yang salah. Faktanya, vaksin khususnya yang berbasis mRNA memang harus disimpan dalam suhu yang sangat dingin contohnya seperti vaksin Pfizer yang harus disimpan pada -70 derajat Celcius.

= = = = =

KATEGORI: Konten yang menyesatkan/Misleading Content

= = = = =

SUMBER: Facebook

https://archive.vn/5Zxbv

= = = = =

NARASI:

“Setiap vaksin yang dikirimkan dan disimpan pada suhu -80 derajat bukanlah vaksin. Ini adalah agen transfeksi yang dijaga tetap hidup sehingga akan menginfeksi sel-selmu dan memindahkan materi genetiknya ke dalam sel-sel tubuhmu. Ini artinya dengan kata lain materi genetik sel-selmu akan digantikan dan diubah oleh/dengan materi genetik virus hasil rekayasa laboratorium yang ada di dalam vaksin. Jangan mau dibodohi. Ini adalah apa yang disebut manipulasi genetika manusia dalam skala masif (melalui vaksinasi massal).
Pelajari dengan cermat cara kerja virus menginfeksi untuk benar-benar paham “operasi rekayasa/manipulasi genetika” melalui vaksinasi. Ini adalah sebentuk “senjata biologi” untuk memodifikasi genetika manusia. Tujuannya adalah justru untuk melemahkan daya tahan tubuh atau mematikan kecerdasan biologi tubuh alamiah.
Sadarilah bahwa fitur sistem biologi tubuh desain asli dari kelahiran adalah desain tercanggih yang hanya perlu dikenali dan dilatih cara pengoperasiannya. Jangan biarkan orang lain mengutak-atik tubuhmu.
Tuhan mencintaimu.
…((( <3 )))…”

= = = = =

PENJELASAN:

Beredar sebuah postingan dari akun Facebook Hakim Waluyo berupa narasi dengan klaim bahwa semua vaksin yang disimpan pada -80 derajat Celcius bukanlah vaksin melainkan agen transfeksi yang dapat memanipulasi materi genetik. Postingan ini disukai sebanyak 3,1 ribu kali, dikomentari 301 kali, dan disebarkan kembali 145 kali.

Setelah ditelusuri, vaksin COVID-19 seperti Pfizer harus disimpan pada suhu -70 derajat Celcius sedangkan vaksin Moderna disimpan pada suhu -20 derajat Celcius tetapi dapat bertahan selama sebulan jika disimpan pada suhu kulkas. Berdasarkan laporan dari American Academy of Pediatrics ada banyak vaksin yang bisa disimpan pada keadaan nyaris membeku seperti vaksin jenis Gardasil yang diberikan peringatan tidak boleh dalam dibekukan dan disimpan pada suhu diantara 2-8 derajat Celcius. Beberapa vaksin memang memerlukan suhu yang lebih dingin khusunya vaksin yang berbasis mRNA (Messenger RNA).

Vaksin berbasis mRNA ini tidak bekerja dengan memanipulasi genetika manusia melainkan memberikan mRNA yang berisikan intruksi pada sel imunitas untuk membuat protein yang ditampilkan pada permukaan sel agar dapat diketahui oleh sistem imun sehingga sistem imun akan mulai membuat antibodi. mRNA tidak akan memasuki nukleus sel yang menyimpan DNA atau materi genetik.

Melihat dari penjelasan tersebut, vaksin yang disimpan pada -80 derajat Celcius bukanlah vaksin melainkan agen transfeksi yang dapat memanipulasi materi genetik adalah tidak benar sehingga termasuk dalam kategori Konten yang menyesatkan/Misleading Content

= = = = =

REFERENSI:

https://checkyourfact.com/2020/12/08/fact-check-vaccines-negative-80-degrees-transfection-agents-infect-cells/

https://www.kompas.com/tren/read/2020/12/03/182800565/-hoaks-vaksin-covid-19-disimpan-pada-suhu-dingin-bisa-sebabkan-manipulasi

https://www.merdeka.com/cek-fakta/cek-fakta-hoaks-vaksin-yang-disimpan-dalam-suhu-80-derajat-bisa-memanipulasi-gen.html

https://www.aap.org/en-us/advocacy-and-policy/aap-health-initiatives/immunizations/Practice-Management/Pages/vaccine-storage-chart.aspx

https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/vaccines/different-vaccines/mrna.html