[SALAH] “MAHASISWA UIN Raden Intan Lampung MENINGGAL DUNIA setelah aksi hari ini”

TIDAK ada yang meninggal, 26 mahasiswa terluka sudah dirawat di beberapa rumah sakit di Bandar Lampung. 20 orang sudah diperbolehkan pulang, enam orang masih dalam perawatan

Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI
============================================
Kategori : Konten yang Menyesatkan
============================================

Akun Rahannie Al Jaelani (fb.com/rahannie.jaelani) mengunggah sebuah foto seorang pemuda berjas almamater hijau yang terbaring dengan wajah penuh darah dengan narasi sebagai berikut:

*INNALILLAHI WAINNA ILAIHI RAJI’UN…*
*MAHASISWA UIN Raden Intan Lampung MENINGGAL DUNIA dengan mengenaskan,akibat luka dibagian wajah dan kepala setelah aksi hari ini.*
#MahasiswaBergerak”

Sumber : https://archive.md/CF4Qk (Arsip)
============================================

PENJELASAN

Berdasarkan hasil penelusuran, klaim adanya mahasiswa Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) yang tewas dalam demonstrasi menolak UU Cipta Kerja atau Omnibus Law di Gedung DPRD Lampung pada 7 Oktober 2020 adalah klaim yang salah.

Faktanya, Polda Lampung dan Humas UIN Raden Intan Lampung menyatakan tidak ada mahasiswa UIN Raden Intan Lampung yang meninggal dunia saat aksi demonstrasi UU Cipta Kerja di Gedung DPRD Lampung pada 7 Oktober 2020.

Dilansir dari Kompas, Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Zahwani Pandra Arsyad (Pandra) mengklarifikasi hoaks yang menyebutkan ada mahasiswa yang meninggal dunia pasca-bentrok saat demonstrasi menolak omnibus law. Pandra menyayangkan ada pihak-pihak yang memanfaatkan situasi dengan menyebar hoaks tentang salah satu demonstran meninggal dunia, sehingga kabar itu membuat kisruh suasana.

“Tidak ada yang meninggal, tapi 26 mahasiswa terluka dan sudah dirawat di beberapa rumah sakit di Bandar Lampung,” kata Pandra dikutip Kompas.com, Rabu (7/10/2020) malam. Berdasarkan data kepolisian, jumlah mahasiswa yang terluka setelah bentrok dengan polisi mencapai 26 orang.

“Sebanyak 20 orang sudah diperbolehkan pulang, sedangkan enam orang masih dalam perawatan,” kata Pandra. Kepolisian juga menahan sekitar 11 orang yang diduga menjadi provokator sehingga menyebabkan demonstrasi berakhir rusuh.

Sementara itu, dikutip dari Konkrit News, humas Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL), Hayatul, membenarkan mahasiswa dalam foto itu merupakan mahasiswa UIN RIL, bernama Fahrian Aji Wibisono atau kerap disapa Bembi.

“Ya, memang benar itu mahasiswa UIN Lampung,” kata Hayatul saat dikonfirmasi Konkrit News pada 8 Oktober 2020. Namun, Hayatul menjelaskan bahwa kondisi mahasiswa tersebut sudah mulai membaik dan telah diperbolehkan pulang ke rumah setelah sebelumnya dirawat di rumah sakit.

Dalam laman Facebook resminya pun, UIN RIL menjelaskan hal yang sama. “Bembi dan beberapa mahasiswa lainnya sudah diperbolehkan pulang ke rumah orang tua masing-masing. Demikian info ini kami berikan agar tidak terjadi kesimpangsiuran berita. Semoga semua baik-baik saja demi Indonesia Jaya,” demikian narasi yang diunggah oleh laman Facebook resmi UIN RIL pada 7 Oktober 2020.

Narasi ini dibagikan bersama foto saat Wakil Rektor UIN RIL Wan Jamaluddin, Dekan Fakultas Syariah UIN RIL Khairuddin Tahmid, serta Wakil Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN RIL Safari Daud menjenguk Uswatun Hasanah, mahasiswi Prodi Psikologi Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama UIN RIL yang sedang menjalani perawatan di RSUD Dadi Tjokrodipo akibat terkena gas air mata.

REFERENSI
https://cekfakta.tempo.co/fakta/1045/fakta-atau-hoaks-benarkah-mahasiswa-di-foto-ini-tewas-dalam-demo-uu-cipta-kerja-di-lampung-pada-7-oktober-2020
https://www.kompas.com/tren/read/2020/10/08/203606665/hoaks-mahasiswa-di-lampung-meninggal-dunia-dalam-unjuk-rasa-tolak-uu-cipta
https://www.konkritnews.com/2020/10/mahasiswa-yang-memakai-almamater-hijau.html
https://www.facebook.com/uinradenintan/photos/a.1728761257150508/4022082124485065/ (Arsip : https://archive.md/MErrI)

About Adi Syafitrah 1337 Articles
Pemeriksa Fakta Mafindo