[SALAH] Beberapa RSUD Di Jakarta dan Depok Ditutup Karena Karyawan Positif Covid-19

Sebagian informasi di dalam pesan berantai Whatsapp tersebut keliru. RSUD Pasar Rebo tidak ditutup dan masih melakukan pelayanan. RSUD Kalideres ditutup pada tanggal 7-13 Juli 2020 untuk melakukan sterilisasi. Dan, RSUD Depok sempat menutup pelayanan polikliniknya pada 22 Mei 2020, namun pada bulan Juni 2020 sudah membuka pelayanannya Kembali.

=====

Kategori: Misleading Content/Konten yang Menyesatkan

=====

Sumber: Whatsapp

=====

Narasi:

“Assalamualaikum wr wb

Temen2 spesialis….

Just Info…

Beberapa rumah sakit terpaksa ditutup karena karyawan positif

Cobtoh

1. Rsud Kalideres, 8 karyawan positif, sementara rumah sakit ditutup 1 mg

2. Rsud pasar rebo, 20 karyawan positif, beberapa poli ditutup

3. Rsud Depok…12 karyawan positif… semua poli tutup

Berdasarkan evaluasi….. Ternyata mereka yang positif didapat waktu makan bergerombol tanpa masker, 🙏

Mohon kita saling mengingatkan

Perawat2 kita, yg masih sering bergerombol makan bareng dan ngobrol…. 🙏 🙏 🙏 🙏

Ini info 2 hari yl, para Nakes sdh cape, sdh mulai cuek, hati2 sobats, RS bisa jd cluster2 baru. 😓”

=====

Penjelasan:

Beredar pesan berantai di Whatsapp yang menyatakan sejumlah RSUD di Jakarta dan Depok ditutup lantaran karyawannya terpapar virus Corona atau Covid-19.

Berdasarkan hasil penelusuran, beberapa bagian informasi dalam pesan berantai tersebut keliru. Dilansir dai tribunnews.com, Direktur RSUD Pasar Rebo, dr Isnindyarti secara resmi mengeluarkan Surat Edaran Nomor 32/SE/2020 yang berisikan pernyataan klarifikasi.

“Terkait informasi tersebut, kami mengklarifikasi dan memastikan bahwa RSUD Pasar Rebo tetap membuka pelayanan kesehatan rawat jalan, rawat inap dan rawat khusus bagi pasien umum atau pasien JKN,” katanya di Jakarta Timur, Kamis (9/7/2020).

Untuk RSUD Kalideres, diketahui bahwa memang melakukan penutupan pada 7-13 Juli 2020 untuk melakukan sterilisasi. Tindakan itu dilakukan lantaran terdapat delapan pegawai umum RSUD Kalideres terpapar Covid-19. “Pegawai umum yang terpapar ada delapan,” kata Direktur RSUD Kalideres dr M Bal’an Kamali Rangkuti di Jakarta, Jumat (10/7/2020).

Meski demikian, RSUD Kalideres tidak menutup semua layanannya dan masih bisa melayani untuk kasus penanganan pasien dalam keadaan darurat. “Enggak tutup semuanya. Tapi masih dapat melayani untuk kasus penanganan pasien dalam keadaan darurat,” ujar Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat Kristy Wathin.

Lalu, untuk RSUD Depok, pada Mei 2020 memang sempat menutup layanannya. Akan tetapi, pada Juni 2020, layanannya sudah dibuka kembali. “Poliklinik RSUD Kota Depok sudah dibuka kembali. Ini dilakukan setelah para tenaga medis sembuh dari Covid-19,” ujar Direktur RSUD Kota Depok, dr Devi Maryori, di RSUD Kota Depok.

Devi menambahkan, pembukaan hanya 50 persen dari poli yang ada. “Setiap poli tiga kali sepekan. Namun jumlah kunjungan dan waktunya juga masih dibatasi,” terang dia.

Berdasarkan penjelasan tersebut, maka informasi dalam pesan berantai tersebut terdapat konteks yang salah pada beberapa bagiannya sehingga dapat menyebabkan kesesatan pemahaman. Oleh sebab itu, konten tersebut masuk ke dalam kategori Misleading Content atau Konten yang Menyesatkan.

=====

Referensi:

https://data.jakarta.go.id/jalahoaks/detail/HOAKS-Banyak-Karyawan-yang-Positif-Covid-19-Beberapa-RSUD-di-Jakarta-Ditutup

https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4306469/cek-fakta-benarkah-3-rsud-di-jakarta-dan-depok-tutup-karena-karyawan-positif-covid-19

https://www.merdeka.com/cek-fakta/cek-fakta-disinformasi-kabar-tiga-rsud-ditutup-karena-karyawan-positif-covid-19.html

https://jakarta.tribunnews.com/2020/07/09/beredar-info-tutup-pelayanan-kesehatan-imbas-covid-19-begini-klarifikasi-pihak-rsud-pasar-rebo

https://www.liputan6.com/news/read/4302021/8-pegawai-positif-covid-19-rsud-kalideres-disterilisasi-7-13-juli

https://www.merdeka.com/peristiwa/tenaga-kesehatan-diduga-terpapar-corona-poliklinik-rsud-depok-ditutup-sementara.html

https://republika.co.id/berita/qbltz3438/paramedis-sembuh-dari-covid-19-rsud-depok-kembali-dibuka