[KLARIFIKASI] Unggah Foto Kejadian Tahun 2016 Orang Utan Mati Terpanggang, Warga Aceh Minta Maaf

Sebuah akun Instagram mengunggah foto orang utan yang tengah dalam kondisi terpanggang di tengah hutan. Sontak unggahan tersebut ramai menjadi buah bibir di kalangan masyarakat. Pasalnya unggahan tersebut sempat diberi keterangan terjadi di wilayah Pelingkau, Pangakalan Bun. Namun setelah dilakukan pemeriksaan terhadap foto yang diunggah, diketahui bahwa kejadian tersebut tidak terjadi di Pangkalan Bun. Melihat ramainya jagad maya dan apa yang diunggahnya adalah informasi yang tidak sesuai dengan fakta. Pengunggah pun akhirnya meminta maaf.

Selengkapnya terdapat di penjelasan!

KATEGORI: KLARIFIKASI

===

SUMBER: MEDIA DARING

===

NARASI:

Pengunggah foto Orang Utan, Furkan: “Akhirnya saya posting dengan tempat di daerah Pelingkau, Pangkalan Bun. Paginya saya kaget dan syok, melihat komentar ternyata foto itu hoax dan saya dihubungi BKSDA,”.

Kepala SKW II BKSDA Kalteng, Dendi Sutiadi: “Setelah kita koordinasi dengan BKSDA Palangka Raya, mereka masih menyimpan dokumentasi, bahwa kejadian tersebut di Bontang, Kalimantan Timur pada tahun 2016 yang lalu,”.

===

PENJELASAN: Dunia maya sempat dihebohkan dengan foto di akun Instagram @renggo6fr yang mengunggah foto Orang Utan mati dalam keadaan terbakar di tengah lokasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Dalam waktu 24 jam, unggahan tersebut mendapat 190 komentar dan disukai oleh 4.168 sesama pengguna media sosial Instagram.

Ramainya unggahan tersebut juga membuat Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSD) Pangkalan Bun terkejut. Pasalnya BKSDA Pangakalan Bun langsung diminta melakukan penelusuran terkait dengan foto yang diunggah oleh akun Instagram @renggo6fr. Jika ditelusuri lebih lanjut melalui mesin pencarian gambar google reverse image akan diketahui bahwa gambar yang diunggah adalah kejadian pada tahun 2016 tepatnya di Bontang, Kalimantan Timur.

Pihak BKSDA meminta tim melakukan penelusuran lebih lanjut guna mengetahui keberadaan orang yang posting informasi tersebut. Kepala BKSDA SKW II Pangkalan Bun, Dendi Setiadi mengatakan bahwa setelah dimintai keterangan, pemilik akun @renggo6fr mengaku bahwa ia telah menjadi korban informasi palsu dari orang terdekat.

“Setelah dimintai keterangan, ternyata diakuinya bahwa dia menjadi korban hoaks tanpa melakukan konfirmasi. Kami sudah laporkan ke pimpinan dan diberikan pembinaan,” pungkas Dendi.

Sementara itu, melansir dari kalteng.prokal.co pemilik akun @renggo6fr yakni Furqan atau yang biasa disapa Ringgo mengaku bahwa dirinya telah berbuat salah hingga membuat keresahan. Diakuinya bahwa ia mengunggah foto tersebut tanpa niat apapun, selain karena kasian dengan orang utan.

“Saya menyesal, apabila postingan ini justru membuat kegaduhan dan foto ini ternyata sudah lama kejadiannya. Saya juga korban hoaks dari kawan yang ditemui saat di Banjarmasin,” ungkapnya.

Pasca melakukan permintaan maaf, unggahan akun @renggo6fr tersebut pun sempat di edit dengan keterangan waktu dan tempat yang sudah sesuai dengan kejadian sebenarnya. Dan beberapa saat setelah melihat akun tersebut kembali, unggahan mengenai orang hutan yang mati terbakar itu telah dihapus.

===

REFERENSI:

https://kumparan.com/…/posting-orang-utan-terbakar-hebohkan…
https://www.dailymail.co.uk/…/Three-female-orangutans-died-…
https://kaltengekspres.com/…/posting-hoax-orangutan-mati-w…/
https://kalteng.prokal.co/…/49031-orang-utan-mati-hoaks-pen…
https://kaltengpos.co/…/-32343-sebar_hoaks_orang_utan_mati,…
https://web.archive.org/…/https://www.instag…/p/B2yhJoQBg8A/