[SALAH] Ungkapan Hati BJ Habibie Soal Akhirat

Tulisan yang beredar bukan merupakan tulisan dari Bacharuddin Jusuf Habibie (BJ Habibie), Presiden Ke-3. Tulisan tersebut merupakan tulisan dari Henmaidi Alfian. Beliau sudah memberikan klarifikasi melalui akun media sosialnya. Tulisan bertajuk “Kalaulah Sempat” ditulisnya pada tahun 2016.

=====

Kategori: Imposter Content

=====

Sumber: Whatsapp, Facebook, Portal Daring, dan Pertanyaan Anggota FAFHH (@Ahmadillah Ahmadillah)

8 Jan 2019*SAAT KEMATIAN ITU KIAN DEKAT**KALAULAH SEMPAT.. ?* Renungan utk kita semua..!!BJ Habibie ketika berpidato…

Người đăng: Ratna Dewi Islach vào Thứ Tư, 11 tháng 9, 2019
https://nonstopnews.id/post/ini-ungkapan-hati-bj-habibie-soal-akhirat-yang-bikin-merinding

Archive:

https://archive.fo/AA57v
https://web.archive.org/web/20190913011046/https://nonstopnews.id/post/ini-ungkapan-hati-bj-habibie-soal-akhirat-yang-bikin-merinding

=====

Narasi:

REALITA …..

BJ HABIBIE

Ternyata kembali ke nol …. tidak ada yang dapat  dibanggakan didunia ini 😭😭😭😭                       

Ungkapan Hati BJ Habibie soal akhirat  yang bikin merinding

8 Jan 2019

NONSTOPNEWS.ID – Pidato BJ Habibie viral. Mantan Presiden RI ini menuliskan tentang kisah hidupnya.

SAAT KEMATIAN ITU KIAN DEKAT.

KALAULAH SEMPAT ? Renungan utk kita semua !!!!

——————–( by BJ Habibie ketika berpidato di Kairo, beliau berpesan “Saya diberikan kenikmatan oleh Allah ilmu technology sehingga saya bisa membuat pesawat terbang, tapi sekarang saya tahu bahwa ilmu agama itu lebih bermanfaat untuk umat .Kalo saya disuruh memilih antara keduanya maka saya akan memilih ilmu Agama.” )

Sepi penghuni…

Istri sudah meninggal… 

Tangan menggigil karena lemah…

Penyakit menggerogoti sejak lama…

Duduk tak enak, berjalan pun tak nyaman… Untunglah seorang kerabat jauh mau tinggal bersama menemani beserta seorang pembantu…

Tiga anak, semuanya sukses… berpendidikan tinggi sampai ke luar negeri…

» Ada yang sekarang berkarir di luar negeri… »

Ada yang bekerja di perusahaan asing dengan posisi tinggi… »

Dan ada pula yang jadi pengusaha …

Soal Ekonomi, saya angkat dua jempol » semuanya kaya raya…

Namun….

Saat tua seperti ini dia “merasa hampa”, ada “pilu mendesak” disudut hatinya..

Tidur tak nyaman…

Dia berjalan memandangi foto-foto masa lalunya ketika masih perkasa & enegik yg penuh kenangan […] (dilanjutkan di bagian CATATAN setelah REFERENSI)

=====

Penjelasan:

Viral pesan berantai yang diklaim sebagai tulisan terakhir Presiden Ke-3 Republik Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie (BJ Habibie). Isi pesan tersebut terkesan puitis dan menyentuh siapapun yang membacanya. Sebab, isi pesan itu mengulik perihal kehidupan setelah kematian.

Melalui hasil penelusuran, diketahui bahwa isi pesan tersebut bukan ditulis oleh BJ Habibie. Tulisan tersebut merupakan hasil tulisan dari Henmaidi Alfian, seorang Motivator. Dalam akun Facebook pribadinya, ia menyatakan bahwa tulisan viral yang beredar mengatasnamakan BJ Habibie merupakan tulisannya. Berikut kutipan klarifikasinya:

[…] KLARIFIKASI: Bukan Tulisan Alm Pak BJ. HABIBIE

Bismillah,

Sekarang beredar broadcast/ share sebuah tulisan berjudul “KALAULAH SEMPAT” yang mencantumkan seakan-akan itu pidato almarhum Bpk. Habibie.

Berikut klarifikasinya:

1. Itu adalah tulisan saya (Henmaidi, domisili di Padang), bukan tulisan atau pidato dari almarhum.

2. Tulisan itu hanya rekaan, kontemplasi untuk self reminder untuk diambil hikmahnya.

3. Tulisan itu saya ditulis tahun 2016. Pertama dibagi di awal 2016 via WA untuk berbagi renungan dengan Judul “KALAULAH SEMPAT” dan sama sekali tidak menyebut tentang almarhum Habibie. Tulisan versi aslinya ada pada link berikut. https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10206163811875654&id=1274492390

4. Tulisan menjadi viral ketika ada orang lain yang mengcopy dan menempelkan gambar almarhum Bpk. Habibie, dan tersebar seakan ini adalah tulisan beliau, atau pidato almarhum di Cairo.

5. Isi tulisan itu akan sangat menohok keluarga Pak Habibie, seakan-akan Pak Habibie merasa kesepian dan jauh dari anak cucunya di usia tua. Meski bukan kami yang mengaitkan dengan dengan almarhum, maka SAYA MOHON MAAF kepada keluarga besar Bpk HABIBIE akibat ketidaknyaman karena beredarnya tulisan itu.

6. Teriring doa Kami untuk Beliau. Allahummaghfirlahu, warhamhu wa’afihi, wa’fuanhu. Semoga semua keluarga diberi kesabaran dan ketabahan oleh Allah. Amin Yaa Rabbal ‘alamiin.

Wassalam, Padang, 12 September 2019

Henmaidi […]

Henmaidi pun memberikan bukti postingan lamanya yang juga berupa klarifikasi di tahun 2016. Dengan demikian, klaim bahwa tulisan “Kalaulah Sempat” merupakan tulisan BJ Habibie merupakan klaim yang salah.

Selain itu, perihal nukilan pernyataan Habibie yang disematkan di awal pesan tersebut juga kurang tepat. Pada video berjudul “Ceramah Umum BJ Habibie di Cairo” yang diunggah pada 6 Juni 2011, pernyataan Habibie tidak seperti yang ada dalam kalimat pembuka pesan tersebut. Pada menit 10.27 hingga 11.18, pernyataan Habibie ialah mengenai pentingnya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) dan Iman dan Taqwa (Imtaq) seimbang dalam diri manusia. Berikut kutipan transkripsinya:

[…] Saya sering mengatakan, kalau Allah, Hey Bacharudin sini. Kamu boleh pilih. Hanya boleh pilih. Imtaq atau Iptek, sekarang pilih tak boleh dua-dua. Saya sekejap mengatakan, saya Imtaq. Tapi Allah, kalau Kamu perkenankan, kasih saya dua-duanya dalam keadaan yang seimbang dan berikan kemampuan saya untuk meningkatkan kedua-duanya sepanjang masa. Dan saya beruntung, Allah memberikan dua-duanya. […]

Dari transkripsi itu dapat diketahui bahwa BJ Habibie menginginkan keseimbangan antara Iptek dan Imtaq dalam diri seseorang. Selain itu, dalam kutipan pidato Habibie di Kairo pun tidak ditemukan bagian yang sama seperti pernyataan di awal tulisan. Dengan demikian, klaim pernyataan di awal pesan tersebut juga meleset.

Berdasarkan hasil penjelasan tersebut, maka pesan berantai yang telah viral tersebut masuk ke dalam kategori Imposter Content. Tulisan itu bukanlah tulisan BJ Habibie.

=====

Referensi:

https://www.facebook.com/groups/fafhh/permalink/975874852745050/
https://www.facebook.com/story.php?story_fbid=10214900686092049&id=1274492390

Teks Pidato BJ Habibie dalam Cairo Democratic Transitions Forum bisa di download di sini

Người đăng: The Habibie Center vào Thứ Ba, 7 tháng 6, 2011
https://www.scribd.com/fullscreen/57265934?access_key=key-w4meayo7v0ndqsuhnoz&fbclid=IwAR2bxdAjUwR20hTrrE8QmMj81QvY7X_jmjrXLMwCypWXXM1Shhe_tNbE3JA
https://www.liputan6.com/health/read/4060498/bj-habibie-ingin-pelajar-indonesia-di-luar-negeri-kembali-ke-tanah-air

=====

Catatan:

[…] Di rumah yang besar dia merasa kesepian, tiada suara anak, cucu, hanya detak jam dinding yang berbunyi teratur…

Punggungnya terasa sakit, sesekali air liurnya keluar dari mulutnya….

Dari sudut mata ada air yang menetes.. rindu dikunjungi anak-anak nya

Tapi semua anak nya sibuk dan tinggal jauh di kota atau negara lain…

Ingin pergi ke tempat ibadah namun badan tak mampu berjalan….

Sudah terlanjur melemah…

Begitu lama waktu ini bergerak, tatapannya hampa, jiwanya kosong, hanya gelisah yang menyeruak…

sepanjang waktu ….  

Laki-laki renta itu, barangkali adalah Saya… atau barangkali adalah Anda yang membaca tulisan ini suatu saat nanti_

Hanya menunggu sesuatu yg tak pasti…

yang pasti hanyalah KEMATIAN.

Rumah besar tak mampu lagi menyenangkan hatinya…_

Anak sukses tak mampu lagi menyejukkan rumah mewahnya yang ber AC…

Cucu-cucu yang hanya seperti orang asing bila datang…_

Asset-asset produktif yang terus menghasilkan, entah untuk siapa .?

Kira-kira jika malaikat “datang menjemput”, akan seperti apakah kematian nya nanti.

Siapa yang akan memandikan ?

Dimana akan dikuburkan ??

Sempatkah anak kesayangan dan menjadi kebanggaannya datang mengurus jenazah dan menguburkan?

Apa amal yang akan dibawa ke akhirat nanti?

Rumah akan di tinggal, asset juga akan di tinggal pula…

Anak-anak entah apakah akan ingat berdoa untuk kita atau tidak ???

Sedang ibadah mereka sendiri saja belum tentu dikerjakan ???

Apa lagi jika anak tak sempat dididik sesuai tuntunan agama???  Ilmu agama hanya sebagai sisipan saja…_

“Kalau lah sempat” menyumbang yang cukup berarti di tempat ibadah, Rumah Yatim, Panti Asuhan atau ke tempat-tempat di jalan Allah yang lainnya…

“Kalau lah sempat” dahulu membeli sayur dan melebihkan uang pada nenek tua yang selalu datang…… 

“Kalau lah sempat” memberikan sandal untuk disumbangkan ke tempat ibadah agar dipakai oleh orang yang memerlukan….. 

“Kalau lah sempat” membelikan buah buat tetangga, kenalan, kerabat, dan handai taulan…

Kalau lah kita tidak kikir kepada sesama, mungkin itu semua akan menjadi “Amal Penolong” nya …

Kalaulah dahulu anak disiapkan menjadi ‘Orang yang shaleh’, dan ‘Ilmu Agama’ nya lebih diutamakan

Ibadah sedekahnya di bimbing/diajarkan & diperhatikan, maka mungkin senantiasa akan ‘Terbangun Malam’, ‘meneteskan air mata’ mendoakan orang tuanya.