[SALAH] Kebijakan Peniadaan Pendidikan Agama di Sekolah

Artikel yang dibagikan adalah saran dari praktisi yang disampaikan di acara bedah buku, sudah diklarifikasi oleh yang terkait bahwa pendidikan agama akan selalu dipertahankan. Isu ini adalah tema pelintiran yang sebelumnya sudah berulang kali diedarkan. Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.

======

KATEGORI

Konten yang Salah.

======

SUMBER

http://bit.ly/2YGs2DK, akun “Bunda Khansa” (facebook.com/bundakhansa05), sudah dibagikan 48 kali per tangkapan layar dibuat.

======

NARASI

“APAKAH 5 TAHUN KEDEPAN HARUS DISUGUHI KEBIJAKAN SEPERTI INI TERUS???”

Selanjutnya menyalin isi artikel “Darmono Sarankan Presiden Jokowi untuk Meniadakan Pendidikan Agama di Sekolah” oleh GELORA NEWS di http://bit.ly/2YDDGzi (arsip).

======

PENJELASAN

(1) http://bit.ly/2rhTadC / http://bit.ly/2MxVN7S, First Draft News: “Konten yang Salah

Ketika konten yang asli dipadankan dengan konteks informasi yang salah”.

  • SUMBER membagikan artikel oleh GELORA NEWS mengenai saran praktisi tentang peniadaan pendidikan agama di sekolah.
  • SUMBER menambahkan narasi yang tidak sesuai dengan konteks artikel yang sesungguhnya, sehingga menimbulkan premis yang salah.

(2) Liputan6(dot)com: “”Sama sekali tidak benar anggapan bahwa kalau Presiden Jokowi kembali melanjutkan masa jabatan untuk lima tahun ke depan, akan dihilangkan pelajaran agama, akan dihilangkan pesantren menjadi sekolah umum, apalagi akan dihapuskan Kementerian Agama. Itu sama sekali tidak benar,””

Selengkapnya di (1) bagian REFERENSI.


(3) Post-post hasil periksa fakta sebelumnya yang berkaitan:

  • turnbackhoax(dot)id: “[SALAH] Jokowi Akan Hapus Pendidikan Agama Islam Jika Terpilih Kembali Jadi Presiden”, selengkapnya di http://bit.ly/2RZsL0i.
  • turnbackhoax(dot)id: “[SALAH] “Pendidikan Agama Akan Dihapus””, selengkapnya di http://bit.ly/2XxVb7D.
  • turnbackhoax(dot)id: “[SALAH] “tentang bakal dihapusnya Kementerian Agama diganti namanya””, selengkapnya di http://bit.ly/2tpNpLC.

======

REFERENSI

(1) http://bit.ly/2S0DFTH Liputan6(dot)com: “Menag Lukman Kembali Tegaskan Tidak Akan Hapus Pendidikan Agama

Liputan6.com
06 Jul 2019, 08:49 WIB

(foto)
Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin. Darmawan/Dok MCH

Liputan6.com, Pontianak – Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin kembali memastikan pihaknya tidak akan pernah menghilangkan pendidikan agama di setiap jenjang pendidikan.

“Pendidikan Agama adalah mutlak untuk terus dipertahankan dan dikembangkan, karena ini tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan keseharian kita,” kata Lukman saat menutup kegiatan STQ Nasional ke XXV di Pontianak, Jumat malam, 5 Juli 2019.

Selaku Menteri Agama, dirinya ingin menegaskan bahwa pendidikan agama adalah bagian yang tidak bisa dipisahkan dari bangsa ini. “Karena bagi kita, mengamalkan ajaran agama hakikatnya adalah wujud dari pengamalan kita sebagai warga negara”.

“Sebaliknya, dalam menunaikan kewajiban kita sebagai negara, hakikatnya adalah bentuk amalan dari ajaran agama yang kita anut,” tuturnya seperti dikutip dari Antara.

Lukman pun menyangkal kabar bahwa sekolah pesantren akan dihapuskan dan diganti menjadi sekolah umum, apalagi berita bohong terkait penghapusan Kementerian Agama.

Luruskan Hoaks

(foto)
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin tertawa saat mengikuti Rapat Kerja dengan Komisi VIII DPR terkait evaluasi laporan penyelenggaran haji 2018 di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan. Jakarta, Senin (26/11). (Liputan6.com/Johan Tallo)

“Sama sekali tidak benar anggapan bahwa kalau Presiden Jokowi kembali melanjutkan masa jabatan untuk lima tahun ke depan, akan dihilangkan pelajaran agama, akan dihilangkan pesantren menjadi sekolah umum, apalagi akan dihapuskan Kementerian Agama. Itu sama sekali tidak benar,” jelasnya.

Dia menjelaskan Indonesia dengan ideologi dasar Pancasila menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan, yang tercermin pada sila pertama yakni Ketuhanan Yang Maha Esa.

Isu-isu terkait penghapusan pelajaran agama dan ketiadaan kumandang adzan tidak mungkin dilakukan oleh Pemerintah Indonesia, siapapun presidennya.”


(2) http://bit.ly/2YDFokc http://bit.ly/2xy0VyL, arsip cadangan SUMBER.