[SALAH] “Manfaat Poligami Perpanjang Umur Pria?”

Tangkapan layar yang dibagikan oleh SUMBER adalah hasil suntingan, judul artikel yang benar: “Manfaat Poligami untuk Kesehatan”. Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.

======

KATEGORI

Konten yang Dimanipulasi.

======

SUMBER

http://bit.ly/2WdTFal, akun “Wimbo Wisnu Wibowo” (facebook.com/wimbo.wisnuwibowo), sudah dibagikan 17 kali per tangkapan layar dibuat.

======

NARASI

“Manfaat Poligami Perpanjang Umur Pria?”.

======

PENJELASAN

(1) http://bit.ly/2rhTadC / http://bit.ly/2MxVN7S, First Draft News: “Konten yang dimanipulasi

Ketika informasi atau gambar yang asli dimanipulasi untuk menipu”.

  • Post SUMBER membagikan foto tangkapan layar hasil suntingan.

(2) Judul yang benar adalah “Manfaat Poligami untuk Kesehatan”, BUKAN “Manfaat Poligami Perpanjang Umur Pria?”.


(3) Sumber artikel tangkapan layar, klikdokter(dot)com: “Manfaat Poligami untuk Kesehatan”.

Selengkapnya di http://bit.ly/2I1pby4.


(4) Salah satu sumber foto yang digunakan di tangkapan layar hasil suntingan, Liputan6(dot)com: “Poligami, Ini Bukti Ustaz Arifin Ilham Tak Abaikan Istri Pertama”.

Selengkapnya di http://bit.ly/2YZvtWa.


(5) Artikel lain yang berkaitan:

  • detiknews: “Ustaz Arifin Ilham Meninggal Dunia”, selengkapnya di (1) bagian REFERENSI.
  • detikinet: “Tutorial Ubah Berita Jadi Hoax Ramai di Medsos, Ini Bahayanya”, selengkapnya di (2) bagian REFERENSI.

======

REFERENSI

(1) http://bit.ly/2Kcwxl7 detiknews: “Rabu 22 Mei 2019, 22:53 WIB

Ustaz Arifin Ilham Meninggal Dunia

Tim detikcom – detikNews

(foto)
Ustaz Arifin Ilham (Foto: dok. Instagram)

Jakarta – Kabar duka datang dari keluarga Ustaz Arifin Ilham. Pengasuh Pondok Pesantren Az-Zikra tersebut meninggal dunia malam ini.

Kabar itu disampaikan oleh Abdullah Gymnastiar atau yang akrab disapa Aa Gym melalui pesan singkat. Arifin meninggal pada usia 49 tahun.

“Innaalillahi wainnaa ilaihi roji’uun. Telah wafat guru, sahabat kita, Ustad Arifin Ilham,” kata Aa Gym dalam pesan singkat pukul 22.50 WIB, Rabu (22/5/2019).

Arifin meninggal dunia pukul 23.20 waktu Penang.

“Semoga beliau berbahagia berjumpa dengan Alloh yang amat dicintai dan dirindukannya. Selamat jalan wahai mujahid Allohummaghfirlahuu Warhamhuu Wa’afiih Wa’fuanhuu,” kata Aa Gym.

Simak Juga Pesan Ustaz Arifin Ilham sebelum Wafat:

(video)

(fjp/fjp)”.


(2) http://bit.ly/2I39MNU detikinet: “Jumat, 17 Mei 2019 17:32 WIB

Tutorial Ubah Berita Jadi Hoax Ramai di Medsos, Ini Bahayanya

Muhamad Imron Rosyadi – detikInet

(foto)
Ilustrasi. Foto: Dok. iStock

Jakarta – Media sosial Twitter dihebohkan dengan sebuah kicauan yang memberikan tutorial untuk mengubah tulisan-tulisan di dalam berita yang ada di media online. Dalam cuitan itu, tampak seorang netizen hanya memasukkan perintah di dalam kolom URL untuk memungkinkan hal tersebut.

Selain menunjukkan cara untuk mengubah tulisan di dalam berita itu, warganet bersangkutan juga mengimbau kepada pengguna internet lainnya untuk tidak mudah percaya dengan screenshot berita yang beredar di dunia maya. Hal tersebut lantaran judul dan isi berita dapat dengan mudah dimanipulasi seperti dengan cara yang dipraktikkan olehnya.

Untuk memastikan, detikINET pun mencoba memasukkan perintah yang ditulis dalam kicauan berikutnya dari thread netizen tersebut. Hasilnya, bukan cuma judul berita saja, seluruh isi berita hingga nama penulisnya dapat dengan mudah kita ganti.

Selain itu, cara ini juga dapat diterapkan pada seluruh situs, seperti e-commerce, jadi bukan cuma portal berita saja. Kebetulan, situs detikcom yang digunakan sebagai contoh oleh pengguna media sosial besutan Jack Dorsey tersebut.

Lebih lanjut, cara ini dapat diterapkan di Google Chrome maupun peramban bawaan di dalam ponsel. Selain itu, Chrome versi desktop juga dapat menjalankan fungsi yang sama.

Jika dilihat, sepertinya seru kita dapat dengan bebas mengubah isi yang ada di situs apa pun sesuai dengan kehendak hati. Walau demikian, ada bahaya besar yang dapat timbul dari perintah sederhana yang dapat dimasukkan oleh siapapun itu.

Potensi Hoax dan Bagaimana Netizen Menyikapinya

Hoax tentunya jadi bahaya besar tersebut. Dengan semakin cepat dan banyaknya informasi beredar, bukan tidak mungkin masih banyak orang-orang yang belum dapat mengikuti tempo tersebut dan terlanjut percaya saja informasi-informasi hasil manipulasi seperti itu.

Lantas, apa yang harus dilakukan oleh pengguna internet dalam menghadapi arus deras hoax di dunia maya? Alfons Tanujaya, pengamat keamanan siber dari Vaksincom, punya jawabannya.”Memang netizen perlu memiliki kebiasaan “crosscheck” atas setiap informasi yang diterimanya,” ucapnya ketika dihubungi oleh detikINET, Jumat (17/5/2019).

“Jadi netizen jangan mudah percaya jika menerima screen capture, tetapi harus mengecek sendiri langsung ke portal berita / website yang dijadikan referensi. Kalau tidak ada artinya kemungkinan dimanipulasi. Atau minta tautannya saja daripada screen capture,” tuturnya menambahkan.

Alfons pun mengingatkan kepada netizen yang iseng untuk mempraktikkan kegiatan ini. Pasalnya, bisa saja perbuatannya itu masuk ke dalam pelanggaran ringan.

Selain perlunya netizen untuk menjadi pengguna internet yang cerdas, Alfons juga menekankan adanya pengawasan dari pihak berwajib. Pasalnya, ada potensi bagi oknum-oknum tertentu untuk memanipulasi berita yang dapat menjadi pelanggaran hukum berat.

“Pihak berwajib perlu melacak siapa yang pertama kali menyebarkan dan mendalami motifnya. Aktivitas ini jelas-jelas melanggar hukum karena memberikan informasi menyesatkan dan memanipulasi berita portal berita resmi dan mengakibatkan kerugian portal berita yang bersangkutan karena kredibilitasnya jadi diragukan,” ujarnya menjelaskan.”


(3) http://bit.ly/2I9Nh9X, arsip cadangan SUMBER.

======

Sumber: https://web.facebook.com/groups/fafhh/permalink/902881323377737/