[SALAH] “Tenang pak Anies Baswedan kita masih punya medsos”

Tidak seperti premis yang dibangun oleh post SUMBER, acara diliput oleh media. Dokumentasi dalam bentuk video juga tersedia di YouTube, selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.

======

KATEGORI

Konten yang Menyesatkan.

======

SUMBER

http://bit.ly/2J1ddsf https://archive.fo/6OIpo, post oleh akun “Rudy Anto” (facebook.com/syahrudy.anto), sudah dibagikan 23.864 kali per tangkapan layar dibuat.

======

NARASI

“”Kamera se abrek abrek, tak masuk televisi pun”

Tenang pak Anies Baswedan.. kita masih punya medsos…”

Salinan narasi selengkapnya di (5) bagian REFERENSI.

======

PENJELASAN

(1) http://bit.ly/2rhTadC / http://bit.ly/2MxVN7S, First Draft News: “Konten yang Menyesatkan

Penggunaan informasi yang sesat untuk membingkai sebuah isu atau individu”.

  • Post SUMBER membagikan foto acara Peletakan Batu Pertama Jalur “Jalasena” di Pulau Maju.
  • Post SUMBER menambahkan narasi untuk membangun premis pelintiran yang menyesatkan, acara yang diliput oleh media disebut tidak diliput.

——

(2) Beberapa artikel hasil liputan media:

  • detikNews: “Anies Letakan Batu Pertama ‘Jalasena’ di Pulau Reklamasi”, selengkapnya di (1) bagian REFERENSI.
  • Liputan6(dot)com: “FOTO: Anies Resmikan Pembangunan Jalur Sepeda di Pantai Kita dan Pantai Maju”, selengkapnya di (2) bagian REFERENSI.
  • KOMPAS(dot)com: “DKI Bangun “Jalasena” di Pantai Hasil Reklamasi”, selengkapnya di (3) bagian REFERENSI.
  • YouTube TRIBUN-VIDEO(dot)com: “Anies Tugaskan Jakpro Prioritaskan Kepentingan Publik Kelola Kawasan Pantai Kita dan Pantai Maju”, selengkapnya di (4) bagian REFERENSI.

======

REFERENSI

(1) http://bit.ly/2NRaiRy detikNews: “Minggu 23 Desember 2018, 09:59 WIB

Foto News

Anies Letakan Batu Pertama ‘Jalasena’ di Pulau Reklamasi

dok. Pemprov DKI Jakarta – detikNews

Jakarta detikNews – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meletakan batu pertama Jalur ‘Jalan sehat dan sepeda santai’ (Jalasena) di Pulau Maju, Reklamasi Jakarta.

(foto)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan didampingi Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Dwi Wahyu Daryoto, Sekretaris Jenderal Dewan Ketahanan Nasional R.I Letjen TNI Doni Monardo, Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah saat pelaksanaan Groundbreaking Peletakan Batu Pertama Pembangunan Jalur “Jalan Sehat dan Sepeda Santai” (Jalasena) dan Penanaman Pohon Bersama di Kawasan Pantai Kita dan Pantai Maju, Jakarta Utara Minggu (23/12/2018). Foto: dok. Pemprov DKI”.

——

(2) http://bit.ly/2tV2kOc Liputan6(dot)com: “FOTO: Anies Resmikan Pembangunan Jalur Sepeda di Pantai Kita dan Pantai Maju

23 Des 2018, 12:55 WIB

Fasilitas publik jalur Jalan Sehat dan Sepeda Santai (Jalasena) ini nantinya bisa dinikmati warga.
Editor: Arny Christika Putri
Photographer: Hermann”.

——

(3) http://bit.ly/2XMX4Kh KOMPAS(dot)com: “DKI Bangun “Jalasena” di Pantai Hasil Reklamasi

RYANA ARYADITA UMASUGI
Kompas.com – 23/12/2018, 11:29 WIB

(foto)
Pemprov DKI Jakarta letakan batu pertama pembangunan jalur jalan sehat dan sepeda santai (Jalasena) di Kawasan Pantai Kita dan Pantai Maju, Penjaringan, Jakarta Utara, Minggu (23/12/2018)(KOMPAS.com/Ryana Aryadita)

JAKARTA, KOMPAS.com – Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan groundbreaking atau peletakkan batu pertama pembangunan jalur jalan sehat dan sepeda santai (jalasena) di Kawasan Pantai Kita dan Pantai Maju.

Pantai Kita dan Pantai Maju merupakan daratan hasil reklamasi Teluk Jakarta. Dulunya, pantai ini bernama Pulau C dan Pulau.

Jalasena ini dibangun PT Jakarta Propertindo dengan lebar 3 meter dan panjang 7,6 kilometer.

Anies mengatakan, jasalena ini dibuat agar masyarakat Jakarta merasakan pengalaman bersepeda di tepi pantai.

“Saya merasa perlu ditumbuhkan di Jakarta pengalaman kegiatan di tepi pantai. Kita ingin Jakpro juga fokus untuk keluarga, jadi tidak hanya sepeda dan jalan santai tapi juga bagi keluarga bapak ibu bawa anak bermain,” ujar Anies di Kawasan Pantai Maju, Penjaringan, Minggu (23/12/2018).

Menurut dia, nantinya pengunjung pantai tersebut tidak dikenakan biaya atau gratis saat berkunjung.

“Biasanya masuk pantai di Jakarta bayar, di sini kita akan merasakan masuk pantai gratis,” kata dia.

Adapun groundbreaking ini menandai dimulainya pelaksanaan penugasan kepada Jakpro untuk mengelola hasil reklamasi Pantai Utara Jakarta melalui Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 120 Tahun 2018.

“Kami menyusun perencanaan sebagaimana ditugaskan Gubernur dengan mengutamakan kepentingan publik sebagai prioritas. Jalur Jalasena merupakan wujud visi bersama pengelolaan lahan reklamasi yang berorientasi kebermanfaatan untuk rakyat,” ucap Direktur Utama PT Jakpro Dwi Wahyu Daryoto.

Penulis: Ryana Aryadita Umasugi
Editor: Icha Rastika”.

——

(4) http://bit.ly/2STyhAn YouTube: “Anies Tugaskan Jakpro Prioritaskan Kepentingan Publik Kelola Kawasan Pantai Kita dan Pantai Maju

Tribunnews.com
Published on Dec 24, 2018

TRIBUN-VIDEO.COM – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Direktur Jakarta Propertindo (Jakpro) Dwi Wahyu Daryoto hadir pada Peletakan Batu Pertama Jalan Sehat dan Sepeda Santai (Jalasena) untuk Kawasan Pantai Kita dan Pantai Maju, Jakarta Utara, Minggu (23/12/2018) pagi.

Prosesi ini menandai dimulainya pelaksanaan penugasan kepada PT Jakarta Propertindo (Jakpro) tentang pengelolaan tanah melalui Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 120 Tahun 2018.

Jakpro menyusun perencanaan sebagaimana ditugaskan Gubernur dengan mengutamakan kepentingan publik sebagai prioritas.

Jalur Jalasena merupakan wujud visi bersama pengelolaan lahan yang berorientasi kebermanfaatan untuk rakyat.

Jakpro telah menerima penugasan pada November 2018 meliputi pengelolaan Lahan Kontribusi dan pelaksanaan kerja sama Pengelolaan Sarana, Prasarana dan Utilitas Umum di Pantai Kita dan Pantai Maju.

Pengelolaan Lahan Kontribusi diamanatkan sesuai Panduan Rancang Kota.

Dirut Jakpro, Dwi Wahyu Daryoto menyatakan kesiapan melaksanakan amanat pengelolaan tanah Pantai Kita Maju Bersama melalui Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 120 Tahun 2018.

“Kami siap menerima amanah ini dengan memperhatikan aspirasi-aspirasi positif untuk membangun ruang interaksi yang inklusif,” kata Direktur Utama Jakpro, Dwi Wahyu Daryoto.

Dalam perencanaan, katanya, pembangunan dan pengembangan prasarana akan sangat beguna untuk kepentingan publik di lahan kontribusi.

“Kepentingan publik menjadi perhatian utama dalam penugasan ini dengan mengedepankan masyarakat pesisir yang terdampak,” ujar Dwi.

Adapun yang dimaksud sarana, prasarana dan utilitas umum (PSU) di antaranya air bersih, persampahan, air limbah, drainase, Ruang Terbuka Hijau, Ruang Terbuka Biru, dan transportasi.

Selain memulai pembangunan jalur Jalasena dengan titik awal bentangan di Pantai Maju, Jakpro memulai program menghijaukan Kawasan Pantai Maju ditandai inisiasi penanaman pohon khas Betawi yaitu Kecapi oleh Anies.

Dwi mengatakan bahwa penanaman pohon merupakan bentuk dukungan untuk menjaga keberimbangan dengan alam.

Bagi, Dwi pohon merupakan bagian yang tidak terpisahkan.

“Kami menyadari pentingnya keberimbangan dengan alam. Pohon merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari hidup kita,” kata dia.

Tidak hanya itu, kata Dwi, pohon yang ditanam juga merupakan tanda kasih untuk kawasan pantai baru ini dari para pegiat lingkungan dan dunia usaha.(*)”

——

(5) Narasi selengkapnya oleh post SUMBER: “”Kamera se abrek abrek, tak masuk televisi pun”

Tenang pak Anies Baswedan.. kita masih punya medsos…

“PANTAI GRATIS UNTUK WARGA JAKARTA”

@aniesBaswedan : Selama ini warga Jakarta belum memiliki akses pantai publik gratis, padahal kota ini terletak di pesisir pulau Jawa.

Alhamdulillah, kemarin kita meresmikan peletakan batu pertama (ground breaking) Jalur ‘Jalan Sehat dan Sepeda Santai’ (Jalasena) dan Penanaman Pohon Bersama untuk Area Kawasan Pantai Kita dan Kawasan Pantai Maju, Jakarta Utara.

Akhirnya Jakarta memiliki pantai terbuka, tidak lagi eksklusif, pantai ini adalah menjadi pantai yang menjadi milik semua warga jakarta.

Pemprov DKI telah menugaskan kepada BUMD PT Jakarta Propertindo (Jakpro) untuk mengelola seluruh kawasan pantai ini. Jalur Jalasena sepanjang 7667 meter ini didekasikan untuk umum, gratis, dilengkapi ruang interaksi, edukasi, dan keberimbangan manusia dengan alam. Jalur ini selebar 3 meter dengan dua spesifikasi, pertama jalur Pejalan Kaki dan Disabilitas dan kedua jalur Pesepeda.

Nama Jalasena diambil dari kata Sansekerta yang berarti Jala adalah laut dan Sena adalah penguasa.

Pembangunan Jalasena ini harus dapat dirasakan oleh masyarakat kecil dari sisi ekonomi untuk punya hak untuk hidup dan berkembang di tempat ini. Karena itulah, Kita pastikan usaha kecil, menengah, mikro dapat difasilitasi dengan baik.

Jalur Jalasena merupakan wujud visi bersama pengelolaan lahan reklamasi yang berorientasi kebermanfaatan untuk rakyat.”

======

Sumber: https://web.facebook.com/groups/fafhh/permalink/852152191783984/