[SALAH] Rizal Ramli : RI Berhutang Lagi Yield 11,625%, 4 Maret 2019

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pun mengeluarkan bantahan atas kabar yang beredar di grup WhatsApp tersebut. Setelah ditelusuri ternyata surat utang tersebut diterbitkan pada 4 Maret 2009. Rizal Ramli sendiri sudah menghapus tweet tersebut. Selengkapnya di PENJELASAN


=======================
Kategori : DISINFORMASI
=======================
Mantan Menteri Koordinator Bidang Maritim Rizal Ramli mempublikasikannya di laman media sosial Twitter miliknya. Berikut lengkapnya : 

“Indonesia ngutang lagi $2M yield 11,625%, 4 Maret 2019. Yield tertinggi! Vietnam hanya yield 5%. Rp kuat didukung oleh peningkatan pinjaman dgn bunga super tinggi !! Kreditor pesta pora, rakyat semakin terbenani. Menkeu semakin ngawur.
International bonds : Indonesia,
http://cbonds.com/emissions/issue/10441″

Sumber : https://twitter.com/RamliRizal/status/1089741093845884928 – Sudah di re-tweet 831 kali saat tangkapan layar diambil.

( Tweet sudah dihapus – Rizal Ramli juga meminta maaf di tweet selanjutnya )
https://twitter.com/RamliRizal/status/1089787939079385088

=====================

PENJELASAN
Hasil penelusuran link dari http://cbonds.com/emissions/issue/10441 tersebut memunculkan hasil sebagai berikut:

International bonds: Indonesia, 11.625% 4mar2019, USD (USY20721AP44, Y20721AP4)

Melihat kode dari USY20721AP44 dari data Revinitiv (Reuters), ternyata surat utang tersebut diterbitkan pada 4 Maret 2009 dengan harga 99,276%. Penerbitannya memang betul US$2 miliar dengan kupon 11,625% yang dibayarkan satu tahun dua kali.

Adapun penjamin emisi yang ditunjuk adalah Barclays Bank Plc, BNI Sekuritas, Trimegah Sekuritas dan UBS LTD. Justru jatuh temponya memang pada 4 Maret 2019.

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pun mengeluarkan bantahan atas kabar yang juga beredar di grup WhatsApp tersebut. 

“Tidak benar,” kata Direktur Surat Utang Negara Loto Srinaita Ginting kepada CNBC Indonesia melalui pesan singkatnya.

Adapun Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan, Nufransa Wira Sakti juga menyampaikan bantahan. 

Berikut kutipannya : 

Sehubungan dengan berita yang beredar tentang utang, dapat disampaikan:

– Pemerintah pada Maret 2009 menerbitkan Surat Utang Negara (SUN) dalam USD sebesar 2 milyar USD utk memenuhi kebutuhan pembiayaan APBN 2009.

– Pada saat itu tengah terjadi Asia Financial Crisis, di mana terjadi goncangan pada pasar keuangan dunia, yg mengakibatkan peningkatan cost of fund, yg tergambar pada meningkatnya yield SUN valas mencapai 11.625%.

– SUN valas tsb akan akan jatuh tempo pada Maret 2019, dan itu yang diberitakan secara tidak benar seolah-olah SUN tsb akan diperpanjang dgn tingkat yield yang sama.

– Saat ini saja yield SUN dalam USD di pasar sekunder untuk tenor yang sama adalah sekitar 4.24%. Jadi jika SUN tsb akan di refinancing, yield yang akan dipakai adalah rate saat ini, yaitu sekitar 4.24%, bukan 11.625%.

– Jadi berita tsb adalah TIDAK BENAR dan MENYESATKAN

Nufransa Wira Sakti
Kementerian Keuangan RI



Referensi :

https://www.cnbcindonesia.com/market/20190128145646-17-52652/ri-beri-yield-11625-rizal-ramli-maaf-terjadi-kesalahan
https://www.cnbcindonesia.com/market/20190128133917-17-52641/hoax-of-the-day-sri-mulyani-utang-us-2-m-yield-11625