[SALAH] “Capt. Pribadi adalah pengemudi pesawat yang mengijinkan Hj. Neno Warisman”

“pada tanggal 25 Agustus 2018, pilot bernama Pribadi Alisudarso S sedang tidak bertugas (DO = Day Off).”, selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.

======

KATEGORI

Disinformasi.

======

SUMBER

(1) http://bit.ly/2PKIizD, post oleh Page “KataKita” (facebook.com/pageKataKita), sudah dibagikan 455 kali per tangkapan layar dibuat.

——

(2) http://bit.ly/2wnhygu, post oleh akun-akun lainnya di Facebook (public posts).

======

NARASI

“… Capt. Pribadi adalah pengemudi pesawat yang mengijinkan Hj. Neno Warisman, sang dedengkot gerakan makar #2019GantiKhilafah untuk menggunakan sistem pengeras suara pesawat beberapa waktu lalu …”, selengkapnya di (3) bagian REFERENSI.

======

PENJELASAN

(1) http://bit.ly/2rhTadC / http://bit.ly/2MxVN7S, firsdraftnews.org: “Konten yang Salah

Ketika konten yang asli dipadankan dengan konteks informasi yang salah”.

——

(2) SAFEnet: “SAFEnet/Southeast Asia Freedom of Expression Network hari ini berkomunikasi langsung dari keluarga pilot tersebut dan setelah memeriksa data-data yang ada, kami memastikan bahwa informasi yang beredar di media sosial tersebut tidak benar. Rute penerbangan pilot tersebut dikirimkan kepada kami menunjukkan bahwa pada tanggal 25 Agustus 2018, pilot bernama Pribadi Alisudarso S sedang tidak bertugas (DO = Day Off).”, selengkapnya di (1) bagian REFERENSI.

——

(3) Detik: “Lion Air: Capt Pribadi Alisudarso Bukan Pilot Saat Neno Pakai Mik”, selengkapnya di (2) bagian REFERENSI.

======

REFERENSI

(1) Klarifikasi oleh SAFEnet yang diterima MAFINDO melalui Whatsapp: “Untuk disebarluaskan segera.

JANGAN SEBARKAN HOAX TENTANG KETERLIBATAN PILOT LION AIR PRIBADI ALISUDARSO R

Di media sosial hari ini beredar informasi tentang Pilot Lion Air bernama Pribadi Alisudarso R yang diedarkan dari tangan ke tangan tanpa lebih dulu melakukan upaya cross-checking facts dan itu menyebabkan informasi berlalu simpang siur tanpa verifikasi.

Beredarnya informasi tersebut dipicu dari aksi Neno memakai Public Address System (PAS) saat berada di dalam pesawat Lion Air JT 297 rute Pekanbaru-Jakarta pada Sabtu, 25 Agustus 2018. Lewat PAS, Neno meminta maaf kepada penumpang dan bicara soal penghadangan yang dia alami. Kemudian di media sosial muncul upaya mencari dan membingkai informasi bahwa pilot bernama Pribadi Alisudarso S menjadi pilot yang menerbangkan pesawat Lion Air JT 297 rute Pekanbaru- Jakarta pada 25 Agustus 2018. Beberapa indikasi lain menunjukkan upaya untuk memersekusi yang bersangkutan.

SAFEnet/Southeast Asia Freedom of Expression Network hari ini berkomunikasi langsung dari keluarga pilot tersebut dan setelah memeriksa data-data yang ada, kami memastikan bahwa informasi yang beredar di media sosial tersebut tidak benar. Rute penerbangan pilot tersebut dikirimkan kepada kami menunjukkan bahwa pada tanggal 25 Agustus 2018, pilot bernama Pribadi Alisudarso S sedang tidak bertugas (DO = Day Off).

Oleh karena itu kami mengklarifikasi dan sekaligus meminta masyarakat menghentikan penyebaran berita hoax tersebut.

Terima kasih,

Damar Juniarto
Regional Coordinator SAFEnet
08990066000”.

——

(2) http://bit.ly/2LAlijF, Detik: “Rabu 29 Agustus 2018, 12:32 WIB

Hoax Or Not

Lion Air: Capt Pribadi Alisudarso Bukan Pilot Saat Neno Pakai Mik

Herianto Batubara – detikNews

(foto)
Foto: Ilustrasi Lion Air oleh Basith Subastian

Jakarta – Di Twitter sedang ramai disebut-sebut bahwa kapten Pribadi Alisudarso adalah pilot yang memberi izin kepada Neno Warisman untuk menggunakan public address system (PAS). Pihak Lion Air Group membantah.

Sosok kapten Pribadi kini menjadi sorotan. Dari profil yang disebar netizen, tertulis dirinya merupakan pilot di Lion Air dan disebut-sebut sebagai pendukung Aksi 212. Namun yang disorot adalah salah satu unggahan komentarnya soal niat mati syahid. Sejumlah netizen mengaku khawatir dan berharap Lion Air memberi klarifikasi.

detikcom mencoba mengonfirmasi hal ini ke pihak Lion Air Grop. Corporate Communications Strategic of Lion Air Danang Mandala Prihantoro mengatakan, Kapten Pribadi bukan pilot yang menerbangkan pesawat yang ditumpangi Neno Warisman pada Sabtu (25/8).

“Capt Pribadi Alisudarso bukan pilot yang menerbangkan JT297 pada Sabtu (25/8) rute Pekanbaru ke Soekarno-Hatta, Tangerang,” kata Danang.

Namun saat ditanya apakah kapten Pribadi merupakan pilot di Lion Air, Danang belum menjawab. Dia hanya menegaskan bahwa Pribadi bukan pilot yang menerbangkan JT297 yang membawa Neno pada Sabtu (25/8).

Danang sebelumnya mengatakan, Lion Air telah memberi sanksi kepada pilot dan awak kabin yang memberi izin kepada Neno Warisman untuk menggunakan public address system. Pilot dan awak kabin tidak diperbolehkan terbang. Meski demikian, dia juga tidak mengungkap identitas pilot dan awak kabin yang diberi sanksi.

“Persetujuan dan atau pemberian izin kepada seseorang yang bukan awak pesawat dalam menggunakan peralatan yang ada di pesawat dan yang hanya boleh dioperaskan atau digunakan oleh awak pesawat tidak boleh terjadi. Persetujuan tersebut merupakan pelanggaran ketentuan pengoperasian pesawat perusahaan dan peraturan perusahaan, Lion Air sudah mengenakan sanksi kepada awak pesawat baik penerbang (pilot) dan awak kabin yang memberikan izin penggunaan peralatan PA, berupa tidak boleh terbang atau grounded. Kejadian tersebut juga telah kami laporkan ke Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan,” ujarnya.

(hri/tor)”.

——

(3) Narasi selengkapnya oleh post sumber: “Simpatisan gerakan makar #2019GantiKhalifah ternyata tidak hanya berasal dari kalangan berpendidikan rendah seperti Erik Nurwianto, karyawan rumah makan yang baru saja terciduk polisi di Palangkaraya. Bahkan orang terdidik sekelas Capt. (pilot) Pribadi Alisudarso pun kini sudah tercuci otaknya.

Capt. Pribadi adalah pengemudi pesawat yang mengijinkan Hj. Neno Warisman, sang dedengkot gerakan makar #2019GantiKhilafah untuk menggunakan sistem pengeras suara pesawat beberapa waktu lalu.

Sebagai simpatisan gerakan makar #2019GantiAlam, Capt. Pribadi Alisudarso merasa sudah merupakan kewajibannya untuk memberikan ijin kepada Hj. Neno untuk menuntaskan curhatnya menggunakan sistem komunikasi pesawat, meski jelas-jelas melanggar hukum.

Pilot senior yang bercita-cita mati syahid itu kini telah digrounded oleh Lion Air untuk penyelidikan lebih lanjut.

Meski demikian belum ada sanksi berat yang dijatuhkan kepadanya.

Fans berat Felix Siauw ini bahkan sesumbar hanya tuhan yang maha kuasa yang dapat mencabut lisensi terbangnya.

(sumber: shohih)”.

======

Sumber: https://web.facebook.com/groups/fafhh/permalink/737652609900610/