[BENAR] “Parasetamol Tidak Mengandung Virus Machupo”

Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (POM) DKI Jakarta, Dewi Prawitasari membantah isu lama yang meresahkan masyarakat terkait Parasetamol P-500 mengandung virus Machupo. “Tidak benar itu. Itu isu lama. Hoax yang dimunculkan kembali oleh oknum yang tidak bertanggungjawab,” ujarnya, Sabtu (7/7).

=====

Sumber: Media Daring

=====

Kategori: Klarifikasi

=====

Narasi :

“Tidak benar itu. Itu isu lama. Hoax yang dimunculkan kembali oleh oknum yang tidak bertanggungjawab,” ujar Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (POM) DKI Jakarta, Dewi Prawitasari, Sabtu (7/7).

=====

Penjelasan:

Beredar kembali isu lama yang mengatakan obat golongan anelgesik (pereda nyeri) dan antipiretik (penurun demam) yakni parasetamol mengandung virus machupo.

Hal ini pun segera disanggah Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (POM) DKI Jakarta, Dewi Prawitasari yang menyatakan isu Parasetamol P-500 mengandung virus Machupo adalah bohong atau hoaks. “Tidak benar itu. Itu isu lama. Hoax yang dimunculkan kembali oleh oknum yang tidak bertanggungjawab,” ujarnya, Sabtu (7/7).

Dewi menjelaskan sampai dengan sekarang Balai Besar POM tidak pernah menerima laporan kredibel pendukung klaim Parasetamol P-500 mengandung virus Machupo.

Sebelumnya, website resmi Badan Pengawas Obat dan Makanan yakni pom.go.id juga telah menuliskan bantahannya bahwa Pasetamol P-500 mengandung virus Mahupo. Kepala BPOM, Penny K. Lukito pun meminta kepada masyarakat untuk membeli obat di apotik atau sarana resmi lainnya, seperti toko obat berizin.

“Jadilah konsumen cerdas, jangan mudah terpengaruh oleh isu/hoax yang beredar di media sosial. Apabila menemukan produk yang mencurigakan, laporkan ke contact center Badan POM di nomor telepon 1500533 (pulsa lokal) atau Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia”, kata Penny, (8/2/17).

Dikutip dari situs resmi Stanford University, virus Machupo merupakan pemicu utama dari sebuah kondisi yang disebut ‘demam berdarah Bolivia’. Virus ini pertama kali ditemukan di tahun 1959 di pedalaman Bolivia.

Saat itu, penduduk di suatu kota di Bolivia dibuat panik karena banyak dari mereka yang jatuh sakit dengan gejala demam tinggi dan nyeri di badan, bahkan beberapa di antaranya mengalami kematian hanya dalam hitungan hari. Kemudian sekelompok peneliti dari AS dikirimkan untuk memeriksa penyebab wabah ini.

Dari hasil investigasi selama berbulan-bulan, mereka akhirnya berhasil mengisolasi virus bernama Machupo. Virus Machupo berasal dari famili Arenavirus yang juga dianggap masih baru saat itu.

Perlu digarisbawahi bahwa virus Machupo hanya menyebar lewat udara, makanan atau kontak langsung dengan partikel virusnya. Partikel ini ditemukan di air liur, urine atau kotoran tikus jenis Calomys callosus.

Dikutip dari situs Public Health Agency of Canada, jenis tikus ini hanya jamak ditemukan di wilayah tertentu seperti di Bolivia, Paraguay bagian utara dan Brazil barat yang dikenal sebagai wilayah tropis. Diduga penduduk Bolivia saat itu menghirup urine tikus yang mengering di lantai-lantai rumah mereka dan terbawa angin.

Selain tikus, kutu dan nyamuk juga bisa menyebarkan virus ini. Namun jarang sekali dilaporkan adanya penyebaran dari individu ke individu meski kemungkinan ini tetap ada, yaitu lewat penularan nosokomial atau di fasilitas kesehatan.

Gejala infeksi virus Machupo sendiri tak berbeda jauh dengan penyakit endemik lain seperti demam berdarah, malaria atau demam kuning (yellow fever). Di antaranya demam, sakit kepala, kelelahan, dan nyeri otot. Pada sejumlah kasus, gejala-gejala tersebut juga disertai dengan pendarahan dari hidung atau mulut, termasuk pada paru-paru, saluran cerna dan saluran kencing.

Gejala yang tak lazim lainnya adalah tremor, hilangnya kendali otot dan kejang. Namun diakui jika virus ini memang mematikan karena dapat terjadi beberapa jam atau beberapa hari setelah munculnya gejala untuk pertama kali.

=====

Referensi:
1. http://banjarmasin.tribunnews.com/…/waduh-paracetamol-menga…
2. https://www.pom.go.id/…/KLARIFIKASI-BADAN-POM-TERKAIT-BERED…
3. https://health.detik.com/…/mengenal-machupo-yang-viral-kare…
4. https://twitter.com/eye_am_tama/status/972324303545933825
5. https://twitter.com/BPOM_RI/status/884695550901334016