[BENAR] Guru di Bekasi Dipecat Lewat Pesan Grup Whatsapp Gara-Gara Beda Pilihan di Pilkada Jabar

[SALAH] Guru di Bekasi Dipecat Lewat Pesan Grup Whatsapp Gara-Gara Beda Pilihan di Pilkada Jabar

 

“Pagi ini pihak Yayasan Darunnajat Maza yang diwakili Ust. Fahrudin, Ust. Jono, berseta Kepala SDIT Darul Maza (Ibu Tami) dengan niat yg baik datang ke kediaman Keluarga Besar Ibu Robiatul Adawiyah (guru SDIT Darul Maza yang Viral pemecatan kemarin) untuk menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kelalayan Yayasan dalam menjalankan manajemen pendidikan,” ungkap Andriyanto Putra Valora melalui postingan di Facebook miliknya, Jumat (29/6).

 

======

 

Kategori : KLARIFIKASI

 

======

 

Sumber : Media Sosial Facebook dan Whatsapp

 

Narasi :

 

SEORANG GURU SDIT DARUL MAZA BEKASI DIBERHENTIKAN DENGAN TIDAK HORMAT HANYA LEWAT WA GROUP KARENA MEMILIH PASANGAN RIDWAN KAMIL DAN UU UNTUK JABAR 1

Assalamualaikum warahmatullahi Wabarokatuh

Pilkada Gubernur Jabar dan Walokota Bekasi telah usai.

Kami ucapkan selamat kepada Bapak Ridwan Kamil dan Bapak Uu, sebagai pemenang dalam Pilgub Jabar. Dan kami juga ucapkan selamat kepada Bang Pepen dan Mas Tri sebagai pemenang di pilkada Kota Bekasi.

Pilkada hari kemaren, adalah hari yg tidak akan pernah saya lupakan dalam HIDUP, dan saya nyatakan Alhamdulillah tidak salah pilih berada pada poros RINDU dan Pepen+Tri. Kenapa tidak bisa saya lupakan, karena perbedaan pilihan membuat ISTRI saya dipecat secara tidak hormat di SDIT DARUL MAZA Bekasi hanya dengan cara diberhentikan lewat WA GROUP karena ikut memilih Ridwan Kamil dan UU untuk Jabar 1 beserta Pepen Tri untuk Kota Bekasi yang menurut mereka bersebrangan dengan pilihan mereka, atau visi misi Yayasan Darun najaat Maza.

Sungguh sebuah penghinaan bagi kami, seorang Guru SDIT diberhentikan karena masalah Beda Pilihan dalam PILKADA, miris, dunia Pendidikan dicampurtangankan oleh kepentingan POLITIK oleh oknum yg tidak bertanggungjawab.

Ya Allah…. Semoga ini jalan terbaik bagi kami, terbebas dari orang2 dzolim.

Wassalamu’alaikum

 

======

 

Penjelasan :

 

Seorang guru Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Darul Maza, Jatisari, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, diberhentikan secara tidak hormat oleh pihak yayasan, telah menjadi viral di media sosial.

 

Pemberhentian guru itu hanya karena beda pilihan dalam pagelaran Pilkada serentak 2018 Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Barat dan Wali Kota-Wakil Wali Kota Bekasi.

 

Informasi ini diketahui setelah seorang warganet yang mengaku sebagai suaminya memosting kekecewaan terhadap sekolah melaui media sosial.

 

Akun atas nama Andriyanto Putra Valora itu memosting kabar pemecatan istrinya sebagai guru di sekolah swasta.

 

Dalam postingannya, Andriyanto menyebutkan jika istrinya telah keluar dari arahan pihak yayasan untuk memilih pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu untuk Pilgub Jawa Barat dan Nur Supriyanto-Adhy Firdaus Saady untuk Piwalkot Bekasi.

 

Istri Andriyanto dalam pagelaran Pilkada serentak 2018 telah menyalurkan hak potiknya dengan memilih Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum untuk Pilgub Jawa Barat. Sementara, Piwalkot Bekasi dipercayakan kepada pasangan Rahmat Effendi-Tri Adhianto Tjahyono.

 

Pagi ini, Jumat (29/6), pihak Yayasan Daarunnajaat Maza telah berkunjung ke kediaman Robiyah. Yayasan Darunnajat Maza akhirnya meminta maaf.

 

Permintaan maaf disampaikan pagi ini, Jumat 30 Juni 2018, saat mendatangi rumah guru korban pemecatan.

 

Hal tersebut terungkap dalam postingan Andriyanto Putra Valora, beberapa saat lalu. Dia mengungkapkan, pagi tadi pihaknya didatangi pihak Yayasan Daarunnajat Maza.

 

Seorang guru di SDIT Darul Maza, yang bernama Tri, memberikan penjelasan kepada wartawan terkait masalah yang menimpa rekan kerjanya.

 

“Semua masalah sudah selesai, tidak ada yang diributkan,” ungkap Tri.

 

Menurut dia, permasalahan yang terjadi di grup whatsapp yayasan hanya sebuah kesalahpahaman. Menurut dia, tidak ada pemecatan terhadap seorang guru yang mengajar di kelas 3, Robiyahtulah Dawiyah.

 

“Tidak ada pemecatan atau apapun itu istilahnya, semua hanya kesalahpahaman,” kata Tri.

 

Tri menambahkan, pagi tadi pihak Yayasan Daarunnajaat Maza telah berkunjung ke kediaman Robiyah. Menurut dia, kedua belah pihak telah menyelesaikan persoalan kesalahpahaman itu secara kekeluargaan.

 

Berikut postingan Andriyanto melalui akun Facebook miliknya:

 

PERMASALAHAN ANTARA YAYASAN DARUNNAJAAT MAZA DAN GURU SDITnya BERUJUNG ISLAH

 

Niat baik harus disambut dengan niat yang baik nan ikhlas juga. Menjaga silaturahmi lebih baik untuk merajut persaudaraan sesama umat, terutama di lembaga pendidikan yg notabene tembok terdepan peradaban bangsa.

 

Pagi ini pihak Yayasan Darunnajat Maza yang diwakili Ust. Fahrudin, Ust. Jono, berseta Kepala SDIT Darul Maza (Ibu Tami) dengan niat yg baik datang ke kediaman Keluarga Besar Ibu Robiatul Adawiyah (guru SDIT Darul Maza yang Viral pemecatan kemarin) untuk menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kelalayan Yayasan dalam menjalankan manajemen pendidikan. Ust Fahrudin juga menyampaikan permohonan maaf secara pribadi dan kedepan insya Allah tidak akan terjadi hal seperti ini lagi yg akhirnya akan membuat civitas akademik Darul Maza maupun masyarakat merasa resah.

 

Keluarga besar Ibu Robiatul Adawiyah yang didampingi suami, orang tua, kakak dan adik yang semuanya pendidik. Menyambut baik dan memaafkan dengan seikhlas-ikhlasnya yang disampaikan oleh ibu Robiatul Adawiyah sendiri, Bpk. Ust Eli Suhaeli (Orang tua), dan Andriyanto (suami), insya Allah dimanapun nantinya ibu Robiatul Adawiyah akan mengabdikan diri selaku pendidik dapat keberkahan dan kebahagiaan, aamiin.

 

Kami berharap baik dari pihak yayasan maupun pihak keluarga setelah Islah ini tidak ada lagi permasalahan tambahan yang nantinya akan banyak dimanfaatkan oleh berbagai pihak.

 

Alhamdulillah, setelah saling maaf-memaafkan lega rasanya…
Semoga Yayasan Darunnajaat Maja bisa terus meningkatkan pelayanan dalam Pendidikan Islam dengan lebih baik lagi.

 

Kita sama2 jadikan pelajaran untuk kita semua atas kejadian ini.

 

Fact Checker : Levy Nasution

Referensi :

 

https://www.merdeka.com/peristiwa/tanggapan-sekolah-di-bekasi-disebut-pecat-guru-karena-beda-pilihan-di-pilkada.html

 

https://www.oranyenews.com/news/2018/06/10909/pecat-guru-karena-pilih-ridwan-kamil-yayasan-daarunnajat-maza-minta-maaf

 

https://www.facebook.com/andriyanto.romantika

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

About Levy Nasution 316 Articles
Journalist, traveller