[SALAH] “Di Balik Pembangunan Proyek Jalan Tol di Semarang, Ada 164 Mesjid yang Harus di Robohkan”

Berita tahun lalu. Klarifikasi dari BPN: “Lamanya proses pembebasan lahan wakaf, sambung dia, karena proses yang tidak mudah. Untuk membebaskan lahan wakaf, BPN harus melakukan inventarisasi, menaksir harga, lalu mencari tanah pengganti. Selain itu, pembebasan tanah wakaf juga harus minta izin Menteri Agama.”, selengkapnya di poin (1) bagian REFERENSI.

======

KATEGORI
Disinformasi.

======

SUMBER

(1) http://bit.ly/2HBQJZJ, akun Facebook “Zulkifli Wahyu” (facebook.com/zuprc). Sudah dibagikan 3.385 kali per tangkapan layar dibuat.

——

(2) http://bit.ly/2w2IJjd, akun Facebook “Dedi Hermawan” (facebook.com/dedi.hermawan.351104). Sudah dibagikan 14.881 kali per tangkapan layar dibuat.

——

(3) http://bit.ly/2HVRNeh, situs portal-islam.id. Tautan ke file foto yang digunakan: http://bit.ly/2r86gcq.

======

NARASI

(1) Zulkifli Wahyu: “Udah pada baca koran belom????

Ini ada cerita yang membuat nyesek di dada. Di balik pembangunan Proyek Jalan Tol di semarang, ada 164 mesjid yang harus di robohkan.
Sadarkah kita wahai umat muslim…????
Innalillahi Wa Innailaihi Rajiun”.

——

(2) portal-islam.id: “Proyek Tol Robohkan 164 Masjid”

[PORTAL-ISLAM.ID] Pemerintah sedang menggenjot proyek tol yang menghubungkan Kota Semarang-Kabupaten Batang. Ironisnya, pembangunan jalan bebeas hambatan itu mengakibatkan 164 masjid dirobohkan.”, selengkapnya di poin (3) bagian REFERENSI.

======

REFERENSI

(1) http://bit.ly/2jd1M0T, kompas.com: “Pembebasan Lahan Tol Batang-Semarang Sisakan Tanah Wakaf

KONTRIBUTOR SEMARANG, NAZAR NURDIN
Kompas.com – 08/01/2018, 21:00 WIB

SEMARANG, KompasProperti – Pembebasan lahan untuk pembangunan jalan Tol Batang-Semarang hingga saat ini masih belum tuntas. Tanah wakaf dan tanah milik Pemerintah menjadi kendalanya.

Kendati demikian, per minggu pertama bulan Januari 2018, khusus pembebasan lahan di Kota Semarang, progresnya telah mendekati 100 persen.

Kepala Badan Pertanahan Negara (BPN) Kota Semarang Sriyono mengatakan proses pembebasan lahan tol sampai saat ini sudah lebih dari 99 persen.

Hanya beberapa bidang yang belum terselesaikan, itu pun tanah yang berstatus milik pemerintah, serta tanah wakaf.

“Sampai hari ini sudah 99 persen lebih. Sisanya yang belum tanah Pemerintah seperti SD, SMP dan tanah wakaf seperti masjid, mushola,” kata Sriyono, kepada KompasProperti, Senin (8/1/2018).

BPN mencatat, hingga kini masih ada 5 bidang dari 14 tanah tanah wakaf di Kota Semarang yang belum terbebaskan. Sebelumnya pada penghujung tahun 2017, 9 bidang tanah wakaf sudah dibebaskan dan warga diberikan tanah pengganti.

Meksi masih menyisakan persoalan, BPN yakin dapat menuntaskan pembebasan lahan dalam waktu dekat. Pada Selasa (9/1/2018), BPN kembali menindaklanjuti progres di lapangan.

“Akhir bulan ini mungkin, tapi pembangunan secara fisik sudah tidak ada masalah. Proyek berjalan terus, tidak ada bangunan yang mengganggu,” tambah Sriyono.

Lamanya proses pembebasan lahan wakaf, sambung dia, karena proses yang tidak mudah.

Untuk membebaskan lahan wakaf, BPN harus melakukan inventarisasi, menaksir harga, lalu mencari tanah pengganti. Selain itu, pembebasan tanah wakaf juga harus minta izin Menteri Agama.

“Itu agak lama, tapi semua sudah dalan proses. Sekarang tinggal 4 atau 5 bidang. Tanah wakaf sudah ada pengganti semuanya, yang masalah administrasi saja,” cetus Sriyono.

Jalan Tol Batang-Semarang merupakan bagian dari proyek Jalan Tol Trans Jawa yang dibagi menjadi 5 seksi.

Terdiri dari Seksi 1 Batang-Batang Timur (3,20 kilometer), Seksi 2 Batang Timur-Weleri (36,35 kilometer), Seksi 3 Weleri-Kendal (11,05 kilometer), Seksi 4 Kendal-Kaliwungu (13,50 kilometer), dan Seksi 5 Kaliwungu-Krapyak (10,10 kilometer).

Penulis: Kontributor Semarang, Nazar Nurdin

Editor: Hilda B Alexander”.

——

(2) http://bit.ly/2r1xbrp, post sebelumnya di turnbackhoax.id

——

(3) http://bit.ly/2HVRNeh, portal-islam.id: “Proyek Tol Robohkan 164 Masjid

[PORTAL-ISLAM.ID] Pemerintah sedang menggenjot proyek tol yang menghubungkan Kota Semarang-Kabupaten Batang. Ironisnya, pembangunan jalan bebeas hambatan itu mengakibatkan 164 masjid dirobohkan.

Kepala Seksi Pemberdayaan Wakaf, Bidang Penerangan Agama Islam
Kementerian Agama Jawa Tengah, Sohirin mengatakan ada sekitar 164 titik berupa tanah yang berbadan hukum wakaf terkena dampak pembangunan tol.

Menurut Sohirin, jumlah tersebut berdasarkan laporan dari umat yang masjidnya telah dan akan dirobohkan.

Pihaknya baru saja mendapat laporan dari umat yang tinggal di sepanjang ruas tol Pejagan, Batang, Semarang dan ruas Solo-Mantingan.

Salah seorang warga Ampelgading Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mengungkapkan hal serupa pembangunan masjid Al Hikmah Desa Ampelgading berhenti dan statusnya tak jelas hingga saat ini. Pasalnya, masjid ini bakal terkena proyek tol Batang-Pemalang.

Masyarakat resah karena ketidakjelasan penyelesaian masjid tersebut, karena masjid tersebut satu-satunya di Desa Ampelgading yang digunakan untuk shalat berjamaah maupun untuk shalat Jumat.

Sumber: Harian AMANAH”.

======

Sumber: https://www.facebook.com/groups/fafhh/permalink/634475093551696/