[BENAR] Klarifikasi Terkait Kasus Perusakan Kapel Santo Zakaria di Ogan Ilir

Pada Kamis, 8 Maret 2018, Kapel Santo Zakaria di Desa Mekar Sari Kecamatan Rantau Alai, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan (Sumsel), dirusak sekelompok oknum tidak dikenal. Kejadian itu terjadi pada pukul 01.00. Dari kejadian itu, muncul isu sentimen agama sebagai penyebabnya. Agar tidak terjadi salah persepsi soal latar belakang kejadian tersebut, dilansir dari antaranews.com dan tribunnews.com, Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin mengatakan, perusakan rumah ibadah atau kapel tersebut murni kriminal. Informasi itu, menurut Alex, didapatkannya dari keterangan pihak kepolisian yang kini tengah mendalami kasus tersebut. Untuk itu, Alex mengimbau, agar kejadian tersebut jangan dibesar-besarkan karena di Ogan Ilir kerukunan umat beragamanya cukup harmonis. Selain itu, Alex meminta, seluruh lapisan masyarakat untuk selalu menjaga ketertiban di daerah masing-masing supaya suasana keamanan selalu kondusif.

=====

Sumber: Media Daring

=====

Kategori: Klarifikasi

=====

Isi Klarifikasi Lengkap:

Kapel Santo Zakaria di Desa Mekar Sari Kecamatan Rantau Alai, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan (Sumsel), dirusak sekelompok oknum tidak dikenal pada Kamis, 8 Maret 2018. Kejadian perusakan tersebut terjadi pada pukul 01.00 WIB. Oknum-oknum perusak tersebut datang menggunakan sepeda motor. Lalu, mereka mendobrak serta menghancurkan pintu depan kapel dan jendela secara membabi buta. Adapun, para pelaku juga melakukan perusakan pada kursi-kursi di dalam rumah ibadah tersebut.

Untuk menghindari berkeliaran isu liar terkait kasus tersebut, dilansir dari antaranews.com dan tribunnews.com, Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin mengatakan, perusakan Kapel Santo Zakaria merupakan murni kriminal. “Kapolda sudah memberikan penjelasan akan melakukan pengejaran, dan murni kasus kriminal. Saya meminta masyarakat yang merupakan warga Asli Sumatera Selatan, dan semua yang bermukim mencari makan di sini untuk menjaga kerukunan ini,” ujarnya.

Meskipun telah terjadi peristiwa perusakan tersebut, menurut Alex, kerukunan warga desa tersebut tidak terganggu. Bahkan, Alex mengatakan, warga Desa Mekar Sari setelah kejadian tersebut terus bergotong royong dalam perbaikan Kapel Santo Zakaria.

Senada dengan Gubernur Alex, Sekretaris Forum Keberagaman Umat Beragama (FKUB) Hendra Zainuddin mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pemuka agama di daerah tersebut dan menyatakan itu murni kriminal. Selain itu, Hendra mengatakan, kerukunan umat beragama di daerah ini sangat bagus sehingga itu harus dijaga. Oleh sebab itu, Hendra mengimbau, kepada masyarakat untuk bersama-sama menjaga keadaan agar tetap kondusif.

=====
Referensi:

https://www.antaranews.com/…/gubernur-perusakan-kapel-santo…
http://palembang.tribunnews.com/…/alex-noerdin-perusakan-ka…