[DISINFORMASI] “Jokowi: Revolusi mental akan gagal kalau agama tidak dipisahkan dari politik”

SUMBER: https://goo.gl/w6Ttiz, pertanyaan di Forum Anti Fitnah Hasut Hoax.

NARASI: Meme yang berisi foto Aidit dan Jokowi dengan narasi “AIDIT: “Revolusi mental tak akan berhasil kalau masyarakat tidak dijauhkan dengan Agama !”” dan “JOKOWI: “Revolusi mental akan gagal kalau agama tidak dipisahkan dari politik”

PENJELASAN: https://goo.gl/1rmyY6, “Jumat 24 Maret 2017, 22:37 WIB
Jokowi: Politik dan Agama Harus Dipisah Betul
Ray Jordan – detikNews
Foto: Agus Trimukti/Humas PLN
Jakarta – Presiden Joko Widodo mengingatkan keberagaman suku dan budaya yang ada di Indonesia adalah aset negara yang harus dijaga. Jangan sampai muncul persoalan di tengah masyarakat yang disebabkan oleh keberagaman tersebut.
“Saya hanya ingin titip, mumpung di Sumatera Utara, ingatkan semua, bangsa Indonesia terdiri atas berbagai macam suku dan agama, ras. Suku saja ada 714 suku. Negara lain paling satu hingga tiga suku, kita 714,” ujar Jokowi di Tugu Titik Nol Pusat Peradaban Islam Nusantara, Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, seperti yang disampaikan oleh Kepala Biro Pers Media dan Informasi Sekretariat Presiden, Jumat (24/3/2017).
“Oleh karenanya, masyarakat harus selalu menjaga kerukunan. Jangan sampai antarsuku, antaragama ada pertikaian, jangan,” tambah Jokowi.
Jokowi mengakui masih ada gesekan kecil yang terjadi saat pemilihan kepala daerah. Hal ini tak terlepas dari persoalan suku hingga agama. Ia pun menegaskan persoalan politik dan agama harus dipisah, tidak boleh disatukan.
“Inilah yang harus kita hindarkan. Jangan sampai dicampuradukkan antara politik dan agama, dipisah betul, sehingga rakyat tahu mana yang agama, mana yang politik,” katanya.
Jokowi meminta kepada para ulama Islam agar menyebarkan ajaran Islam yang rahmatan lil alalmin. Hal ini diungkapkan Jokowi setelah kepadanya ditunjukkan situs makam Syekh Mahligai. Di lokasi ini, banyak dimakamkan syekh dari Timur Tengah, yang menandakan syiar agama sudah dimulai sejak ratusan tahun yang lalu di kawasan tersebut.
“Saya hanya ingin titip, pada kita semuanya, utamanya para ulama, agar disebarkan, diingatkan, dipahamkan, bahwa kita beragam. Ini anugerah Allah bagi Indonesia. Kalau kita bisa merawat ini, ada kekuatan, potensi besar. Tetapi kalau kita tidak bisa jaga dan merawat, ada pertikaian. Itulah yang harusnya kita awal ingatkan, hindari, karena semuanya anugerah Allah,” kata Jokowi.
(rjo/idh)”

CATATAN: Termasuk juga ke kategori “Framing”
(1) Versi terjemahan Google Translate: “Dalam ilmu sosial , pembingkaian terdiri dari seperangkat konsep dan perspektif teoretis tentang bagaimana individu, kelompok, dan masyarakat, mengatur, memahami, dan mengkomunikasikan tentang realitas . Pembingkaian melibatkan pembangunan sosial fenomena sosial – oleh sumber media massa , gerakan politik atau sosial, pemimpin politik, atau aktor dan organisasi lainnya. Partisipasi dalam komunitas bahasa harus mempengaruhi persepsi individu tentang makna yang dikaitkan dengan kata atau frase. Secara politis, komunitas bahasa periklanan , agama , dan media massa sangat diperebutkan, sementara membingkai komunitas bahasa yang kurang dipertahankan mungkin berkembang secara tidak sadar dan organik dari kerangka waktu budaya , dengan mode perselisihan yang lebih sedikit.” https://goo.gl/2bwGff
(2) Versi bahasa aslinya: “In the social sciences, framing comprises a set of concepts and theoretical perspectives on how individuals, groups, and societies, organize, perceive, and communicate about reality. Framing involves social construction of a social phenomenon – by mass media sources, political or social movements, political leaders, or other actors and organizations. Participation in a language community necessarily influences an individual’s perception of the meanings attributed to words or phrases. Politically, the language communities of advertising, religion, and mass media are highly contested, whereas framing in less-sharply defended language communities might evolve imperceptibly and organically over cultural time frames, with fewer overt modes of disputation.” https://goo.gl/tdEc52

LINK FAFHH : https://www.facebook.com/groups/fafhh/permalink/532766793722527/