[HOAX] Suara Klakson ‘Om Telolet Om’ Yang Berarti Saya Yahudi

Sumber : Media Sosial

Narasi :

Penjelasan & Fakta :

Om Telolet Om (dikenal juga dengan #OmTeloletOm) adalah fenomena di mana para anak-anak maupun remaja meminta supir bus untuk membunyikan klakson bus yang sudah dimodifikasi menjadi sebuah irama.
Fenomena ini masuk ke ranah internet dan media sosial yang kemudian menjadi terkenal saat anak-anak remaja mengganggu akun media sosial figur publik seperti Donald Trump, Marshmello, Firebeatz, Dillon Francis, Cash Cash, maupun figur publik lainnya dengan cara membagikan fenomena “Om Telolet Om” melalui kolom komentar secara langsung.
Fenomena ini kemudian ditanggapi dengan dibuatnya berbagai aransemen musik oleh para disjoki, lalu dipublikasikan melalui akun media sosial mereka dan dimainkan dalam konser massal.
Salah satu konser musik yaitu Life in Color Miami mengumumkan bahwa “Om Telolet Om” adalah tema rahasia mereka.

Kata “telolet” merupakan onomatope atau tiruan bunyi dari bunyi klakson, dan kata ini juga merupakan suatu palindrom.

Onomatope (dari Bahasa Yunani ονοματοποιία) adalah kata atau sekelompok kata yang menirukan bunyi-bunyi dari sumber yang digambarkannya. Konsep ini berupa sintesis dari kata Yunani όνομα (onoma = nama) dan ποιέω (poieō, = “saya buat” atau “saya lakukan”) sehingga artinya adalah “pembuatan nama” atau “menamai sebagaimana bunyinya”. Bunyi-bunyi ini mecakup antara lain suara hewan, suara-suara lain, tetapi juga suara-suara manusia yang bukan merupakan kata, seperti suara orang tertawa.

Beberapa contoh onomatope:

Suara hewan: menggonggong, mendesis, mengeong dsb.
Suara lain: tercebur
Suara manusia: ha-ha-ha
Burung tekukur, namanya berasal dari suara yang dikeluarkannya.

Palindrom adalah sebuah kata, frasa, angka maupun susunan lainnya yang dapat dibaca dengan sama baik dari depan maupun belakang (spasi antara huruf-huruf biasanya diperbolehkan). Kata “palindrom” berasal dari bahasa Yunani: palin (“balik”) dan dromos (“pacuan kuda”).

Menurut buku Mother Tongue: English & How It Got That Way (hal. 227): “Palindrom … berumur setidaknya 2.000 tahun.”

Palindrom Latin “Sator Arepo Tenet Opera Rotas” sangat unik karena ia akan megulang kalimatnya lagi jika kita membentuk kata dari huruf pertama setiap kata kemudian disambung dengan huruf kedua setiap kata, dan seterusnya. Karena itu ia juga dapat disusun dalam sebuah kotak yang dapat dibaca secara vertikal maupun horisontal:

S A T O R
A R E P O
T E N E T
O P E R A
R O T A S

Palindrom ada dalam banyak bahasa-bahasa Barat, terutamanya di bahasa Inggris. Meskipun begitu, gelar “bahasa palindrom” jatuh pada bahasa Finlandia.

Selain itu, palindrom juga ada dalam bahasa-bahasa non-Barat, contohnya bahasa Jepang, bahasa Tionghoa dan bahasa Korea.

Dalam Bahasa Indonesia kalimat seperti di bawah ini juga merupakan palindrom:

Aku suka rajawali, bapak.
Kasur ini rusak.
Kasur Nababan rusak.
Kata-kata yang termasuk palindrom misalnya:

ada, apa, ara, asa, bab, ini, katak, kodok, makam, malam, radar, taat, dll

Referensi : https://id.m.wikipedia.org/wiki/Om_Telolet_Om

 

https://www.facebook.com/groups/fafhh/permalink/394297037569504/

About Levy Nasution 278 Articles
Journalist, traveller