[DISINFORMASI] Kematian Presiden Turki Ataturk Yang Liberal dan Zolim

Sumber : Media Sosial

Narasi :

KEMATIAN ATTATURK PRESIDEN TURKI YANG LIBERAL DAN DZOLIM

Telah diceritakan terdahulu, bahwa Al-Fatih berdo’a kepada Allah untuk melaknat siapa saja yang mengubah Masjid Aya Sofya menjadi selain Masjid, maka semoga Allah melaknatnya……..
Dan Tulisan do’a itu ada di samping kubur Al-Fatih……

Adalah Kemal Attaturk, Presiden Turki yang liberal, yang mengubah Turki menjadi negara Liberal dari negara yang bersyariah Islam, dengan 99% penduduknya beragama Islam.
Dia adalah Presiden yang ingin memisahkan kehidupan bernegara dengan agama
Dia selalu menentang hukum Islam, dan melarang umat Islam untuk sholat berjamaah, melarang pemakaian jilbab, dan melegalkan minuman keras,
Dia juga yang mengubah masjid Aya Sofya menjadi museum
Dia juga melegalkan sex bebas, pesta-pesta dengan khamar
Bahkan apabila ada ulama yang mencoba menasehatinya, maka ulama tersebut dia gantung…..
Kemal AttaTurk sudah menganggap dirinya Tuhan…..

Tapi Kamal Attaturk lupa bahwa dirinya adalah manusia biasa, yang tak luput dari Maut……
Dia lupa bahwa Ada Allah SWT yang lebih berkuasa……
Dan kematiannya sungguh sangatlah tragis dan menghinakan, menjadi ingatan orang di seluruh negeri hingga akhir zaman, bahwa Kamal AttaTurk mati dalam keadaan Hina dan tidak diterima bumi……
Tapi sebelum kematiannya Allah terlebih dahulu menyiksanya dengan siksaan di dunia, ia mengalami azab berikut ini :

Kulit di tubuh badannya rusak dengan cepat dan seluruh tubuhnya gatal-gatal yang sangat amat gatal, sampai-sampai sekujur tubuhnya berdarah-darah akibat di garuk.

Di akhir-akhir hayatnya yaitu ketika menderita sakratulmaut, dia takut sekali berada di istananya dan tubuhnya merasa panas maka ia ingin dibawa ke tengah laut dengan kapalnya.

Bila penyakitnya bertambah parah, dia tidak dapat menahan diri daripada menjerit. Jeritan itu semakin kuat (hingga kedengaran di sekeliling istana), Beliau berteriak kesakitan dalam sakratulmautnya dengan penuh azab di tengah-tengah laut.

Mayat Attaturk tidak pernah dikebumikan. Tiada tanah yang layak untuk menjadi kuburnya.
Begitulah cara Allah memberikan azab untuk para penentangNya di dunia ini.

Begitulah Kamal Attaturk , selalu berlaku angkuh di atas tindakan kekejaman dan anti Agama , seorang yang dikenal sebagai pencetus Sekular Turki , penghancur kekhalifahan Turki .

Tahukah anda , bagaimana siksaan Allah pada akhir masanya?
Sebelum kematiannya Kamal AttaTurk, mengalami panas yang sedemikian dasyatnya, sampai-sampai ia harus di bungkus dengan batu Es, dan istananya di siram air terus menerus….
Hilangkah panasnya? TIDAK……bahkan ia merasa semakin panas, hingga ia minta dibawa kelaut agar lebih dingin…..
Belum lagi gatal di seluruh tubuhnya, yang apabila di garuk maka akan semakin gatal, hingga badannya tercabik cabik dan berdarah-darah…….

Kezoliman dan pengkhianatan Kamal Attaturk hancurkan umat Islam di Turki sangat begitu kejam. Sekiranya Kamal Attaturk ini lahir di zaman adanya Rasul pada saat ketika wahyu masih turun, bisa jadi namanya akan diabadikan seperti Firaun, Namrud dan Abu Lahab.

Cara kematian yang Allah telah datangkan kepada mereka yang zalim itu teramat tragis sekali. Kematian merekapun teramat unik . Contohnya Namrud, mati karena sakit kepala akibat dimasuki oleh seekor nyamuk melalui telinganya. Setiap kali ia menjerit, dokter pribadinya memerintahkan dipukul kepalanya untuk mengurangi kesakitannya. Setelah lama bergelut dengan sakratul maut, akhirnya beliau mati dalam keadaan tersiksa dan terhina. Begitu juga dengan Firaun yang mati lemas di dalam laut.

Jadi, tidaklah heran kalau Kamal Attaturk juga menerima pembalasan yang setimpal dengan pembalasan yang diterima oleh Namrud dan Firaun.
Menurut sejarah dalam buku-buku biografinya, yang ditulis oleh para pendukungnya, kematian Kemal dikarenakan akibat over dosis minuman keras. Ditambah lagi dengan berbagai penyakit seperti penyakit kelamin, karena setiap hari berzina, malaria , sakit ginjal ,lever dan gatal-gatal.

Kamal Attaturk meninggal dunia pada 10 November 1938 , Kulit di tubuh badannya rusak dengan cepat dan díganggu pula oleh penyakit gatal-gatal. Dokter-dokter sudah memberi bermacam-macam salep untuk diusap pada kakinya yang sudah banyak luka-luka karena tergaruk oleh kukunya. Walaupun begitu beliau masih sangat angkuh.

Pada 29 September 1938 Kamal Ataturk mengalami koma selama 48 jam.
Pada 9 November, beliau mengalami koma kali kedua. Dan sewaktu itulah air dalam perutnya disedot keluar, dan mengeluarkan bau busuk seperti bau bangkai.
Dia kemudian tidak sadarkan diri selama 36 jam dan akhirnya meninggal dunia.

Cara kematiannya begitu menghinakan sekali. Begitu pula setelah kematiannya. Mayatnya TIDAK dimandikan, tidak dikafankan, tidak disholatkan dan tidak dikebumikan dengan segera seperti yang dituntut oleh ajaran Islam.
Tetapi sebaliknya, mayatnya diawetkan dan diletakkan di ruang takhta di Istana Dolmabahce selama 9 hari 9 malam.
Setelah 9 hari, barulah mayatnya disholatkan, itupun setelah didesak oleh seorang adik perempuannya.
Tidak ada ulama yang mau menyolatkannya, hanya orang-orang kampung yang dibayar yang mau menyolatkan jenazahnya.
Kemudian mayatnya dipindahkan ke Ankara dan dipertontonkan di hadapan Grand National Assembly Building. Pada 21 November, dipindahkan pula ke sebuah tempat sementara di Museum Etnografi di Ankara yang berdekatan gedung parlemen.

15 tahun kemudian yaitu pada tahun 1953, barulah mayatnya diletakkan di sebuah bukit di Ankara, di himpit oleh batu, Mayat Attaturk tidak pernah dikebumikan. Tiada tanah yang mau menerima untuk menjadi kuburnya.

Begitulah cara Allah memberikan azab untuk para penentangNya di dunia ini, dan di Akhirat lebih berat.

BERSIAPLAH KALIAN WAHAI PARA PEMIMPIN YANG TIDAK MEMBELA ISLAM!!!.

Penjelasan & Fakta :

Mustafa Kemal Atatürk (lahir di Selânik (sekarang Thessaloniki, Yunani), 12 Maret 1881 – meninggal di Istana Dolmabahçe, Istanbul, Turki, 10 November 1938 pada umur 57 tahun), hingga 1934 namanya adalah Ghazi Mustafa Kemal Pasha, adalah seorang perwira militer dan negarawan Turki yang memimpin revolusi negara itu. Ia juga merupakan pendiri dan presiden pertama Republik Turki.

Mustafa Kemal membuktikan dirinya sebagai komandan militer yang sukses sementara berdinas sebagai komandan divisi dalam Pertempuran Gallipoli. Setelah kekalahan Kekaisaran Ottoman di tangan tentara Sekutu, dan rencana-rencana berikutnya untuk memecah negara itu, Mustafa Kemal memimpin gerakan nasional Turki dalam apa yang kemudian menjadi Perang Kemerdekaan Turki. Kampanye militernya yang sukses menghasilkan kemerdekaan negara ini dan terbentuknya Republik Turki. Sebagai presiden pertama negara ini, Mustafa Kemal memperkenalkan serangkaian pembaruan yang luas yang berusaha menciptakan sebuah negara modern yang sekuler dan demokratis. Menurut Hukum Nama Keluarga, Majelis Agung Turki memberikan kepada Mustafa Kemal nama “Atatürk” (yang berarti “Bapak Bangsa Turki”) pada 24 November 1934.

Kemal Ataturk dan gerakan Turki muda adalah yg mereformasi Turki dari sistem khilafah ottoman dan kemudian menahan gelombang serangan Yunani yang hampir mengalahkan mereka (baca perang greco-turkish war) dan bernegosiasi dengan para pemenang perang dunia I yang saat itu menduduki konstantinopel (Istanbul).

Dari narasi di atas disebutkan,”…hanya orang-orang kampung yang dibayar yang mau menyolatkan jenazahnya.

Sedangkan dari sumber laman wikipedia menuliskan hal yang berbeda dengan narasi tersebut. Dalam laman wikipedia inilah yang tertera, “Pemakaman Ataturk disebutkan sebagai kebanggaan sekaligus kesedihan Turki, 17 negara mengirimkan perwakilan khusus…”

Referensi : https://id.wikipedia.org/wiki/Mustafa_Kemal_Atat%C3%BCrk

 

https://www.facebook.com/groups/fafhh/permalink/388706164795258/

About Levy Nasution 275 Articles
Journalist, traveller