(HOAX) Foto Pelaku Penjarahan Mini Market Pada 4 November 2016 Selepas Aksi 411

Sumber: Media Sosial Facebook

Narasi:

Ada dua narasi, pertama narasi pendek dan kedua narasi panjang. Berikut kutipan narasinya:

Narasi 1:

[…]Nih oknum perampokan minimarket di hari demo umat islam kemarin.liat mukanya ky ahok semua….[…]

Narasi 2:

[…]akhokers yang mebuat keributan dengan menjarah mini market[…]

Penjelasan:

Beredar gambar di media sosial Facebook mengenai sekelompok orang Tionghoa yang tertangkap atas suatu kejadian. Klaim atas foto tersebut ialah mereka merupakan pelaku penjarahan beberapa mini market saat aksi 411 atau Aksi Umat Islam 4 November 2016.

Setelah melakukan penelusuran, ternyata foto tersebut bukanlah foto para pelaku penjarahan beberapa mini market yang terjadi pada tanggal 4 November 2016 atau selepas aksi 411. Foto tersebut merupakan foto penangkapan warga asing asal China dan Taiwan yang melakukan penipuan dan pemerasan terhadap warga negara China di China dan Taiwan.

Para pelaku penipuan itu ditangkap di Perumahan Green Garden, Kedoya, Jakarta Barat. Tindakan kriminal mereka tidak ada kaitannya dengan penjarahan mini market yang terjadi pada 4 November 2016 malam. Berikut kutipan beritanya:

[…]KRIMINALITAS.COM, Jakarta – Puluhan WN China dan Taiwan yang ditangkap Direktorat Reskrimum Polda Metro Jaya di Perumahan Green Garden, Kedoya, Jakarta Barat, ternnyata telah melancarkan operasinya ‘tipu-tipu’ selama 5 bulan.

“Mereka sudah operasi lima bulan di sini. Rumahnya mereka sewa untuk satu tahun,” ujar Kasubdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Andi Adnan kepada wartawan di lokasi, Kamis (4/8).

Adnan menjelaskan, selama beroperasi, para pelaku melakukan aktivitasnya secara diam-diam. Di rumah tersebut terpasang antena khusus jaringan telekomunikasi untuk melakukan penipuan dan pemerasan terhadap WN China di negaranya.

“Modusnya datang ke Jakarta kemudian buka akun atau hack akun pemerintah Taiwan, mengaku sebagai polisi atau jaksa di Taiwan kemudian mengancam pemilik rekening di Taiwan dan mengatakan bahwa korban melakukan money laundering,” jelasnya.

Lalu, lanjut AKBP Andi mereka memeras warganya sendiri dengan dalih bisa mengamankan tudingan pencucian uang tersebut. “Kalau mau aman transfer,” katanya.

Agar tidak menimbulkan kecurigaan ketika pesawat telepon berdering, sindikat ini memasang alat peredam suara. Mereka juga melengkapi pengamanan rumah dengan kamera CCTV.

Dalam penangkapan ini, polisi menyita?? 6 buah Laptop, 2 komputer, 8 boks telepon, 2 unit iPad, 26 unit HP, 7 passport, 9 Handy Talkie, 11 unit telepon genggam, 25 pesawat telepon, 2 kalkulator, 17 unit Void gateway, 1 unit printer.[…]

Berdasarkan pemberitaan tersebut, maka dapat dikatakan bahwa foto tersebut tidak ada kaitannya dengan peristiwa penjarahan mini market. Dengan demikian, berita tersebut termasuk berita hoax.

Referensi:

http://www.kricom.id/warga-china-ilegal-di-kedoya-sudah-tipu-tipu-sejak-5-bulan-lalu/#

https://www.facebook.com/groups/fafhh/permalink/370090396656835/

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=661453350681438&id=622275061265934

https://twitter.com/yusuf_dumdum/status/795469955688845312