[HOAX, HASUT] Kristenisasi di Rusun di DKI, dan Mencantumkan Video Anak-Anak Berjilbab Yang Sedang Menyanyikan Lagu Rohani Nasrani

Sumber : Media Sosial

Narasi :

Bantu share dari seorang Ustd yg sedih di Rusun..
Assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokaatuh…
*MOHON PERHATIAN PARA KYAI, USTADZ, DAI & PARA PEJUANG ISLAM…!!!*
?
*KRISTENISASI DIMULAI DI- RUSUN², YANG LUPUT PERHATIAN DAN PUBLIKASI MEDIA*
.
_*CURHAT dari Masyarakat DKI yg tergusur*_ Ini hanya sebagian kecil yg terungkap…
Kronologi
Tanggal 30 nopember 2013, kampung pedongkelan jakarta timur digusur.
Warga kampung pedongkelan direlokasi ke rusun pinus elok Blok B, penggilingan, cakung, jaktim.
Kami, didampingi dari pulomas menghadap ke kantor gubernur
_*Di balaikota, kami bertemu langsung dg pak Budi Heru (yang sekarang bakal cawagub incimbent ***
Kami memohon agar di tempat yang baru (di rusun) agar pemda mendirikan paud untuk anak2 yang di relokasi.
Pak budi menyampaikan bahwa pemda dki akan segera mendirikan paud, lengkap dengan sarana prasarana. Menurut dia pak ahok punya mitra yang siap untuk mendirikan paud lengkap dengan fasilitasnya. Kami gembira mendengar penjelasannya.
Beberapa hari kemudian di lantai dasar dibangun paud yang sangat bagus menurut ukuran warga pedongkelan. Ukurannya cukup luas. Kami sangat bergembira sebab menurut informasi yang beredar bahwa bangunan untuk untuk paud.
_Setelah bangunan itu berdiri indah dan resik, alangkah kagetnya saya sebab plang atau spanduk itu bertuliskan_ *PEMDA DKI BEKERJASAMA DENGAN SURYA KASIH MENDIRIKAN PAUD SURYA KASIH*
_*Ketika saya telusur ternyata manajer paud itu dan hampir semua staf paud adalah non muslim, matanya sipit sipit.*_
Mereka menyampaikan kepada warga di sana bahwa _*mereka hanya mengajar ilmu pengetahuan, ajaran agama dikembalikan ke keluarga masing-masing*_.
Tapi tokh dalam kenyataannya mereka juga mengajak anak didik berdoa memakai _*bahasa inggris (kristenisasi terselubung)*_
_*Berdoa pada Allah Ta’ala diganti dengan pray to god*_
Saya tak habis pikir, *kenapa Pemda DKI berani2 nya mengusung gereja untuk paud yang notabene adalah masyarakat nasional, anak didiknya juga muslim*. Saya kira gubernur muslim pun tak akan berani mendirikan paud bernuansa muslim, paling namanya paud nusantara, paud nasional. *Kenapa Pemda DKI kok mendirikan paud ala gereja di masyarakat muslim?*
Saya tidak tau _*apakah seluruh warga yang telah direlokasi ke berbagai rusun juga mereka diberi binaan dari paud-paud gereja.*_
Sangat menyedihkan. _*Lebih baik apapun itu, gubernurnya harus muslim. Lebih baik gubernur yang muslim.*_
http://reachoutfoundation.com/meningkatkan_pendidikan.html
Miris….bantu di sebar agar umat makin sadar

Fakta :

Video di posting tersebut asalnya dari sini : https://www.youtube.com/watch?v=Baj4kpoW2S8 – dan judulnya adalah kristenisasi di gunung kelud, ternyata bukan di DKI Jakarta.

Menyatakan bahwa “mengajak anak didik berdoa memakai bahasa inggris (kristenisasi terselubung). Itu bukan bukti kristenisasi.

Karena penyumbangnya bermata sipit dan non-muslim, maka pemerintah dituduh mengusung gereja untuk paud. Ketika ditelusuri ternyata manajer paud itu dan hampir semua staf paud adalah non muslim, matanya sipit sipit.

Reachout foundation adalah yayasan yang fokus dalam bidang pendidikan. ReachOut Foundation bekerjasama dengan Yayasan SoeryaDharma Sejahtera termotivasi untuk melakukan kegiatan-kegiatan kearah Peningkatan Pendidikan yang lebih baik. Pemprov DKI bekerja sama dengan yayasan tersebut, karena mereka bisa cepat merealisasikan permintaan pendirian PAUD.

Masyarakat juga bisa meminta dibuatkan PAUD kepada Pemprov DKI atau Kemendiknas, namun prosesnya biasanya lama, karena terkait birokrasi pemerintah.

Video yang diposting itu adalah jamaah Kristen Ortodoks, yang memang cukup mirip berbagai ibadahnya dengan umat Islam.

Referensi : http://reachoutfoundation.com/meningkatkan_pendidikan.html

http://surabaya.tribunnews.com/2015/04/16/video-belasan-bocah-berjilbab-menyanyi-dalam-yesus-kita-bersaudara?page=all

 

https://www.facebook.com/groups/fafhh/permalink/353065585025983/

About Levy Nasution 316 Articles
Journalist, traveller