(DISINFORMASI): Skandal Keuangan Tersebar, Gubernur Tokyo Mengundurkan Diri

Gubernur Tokyo Yoichi Masuzoe mengundurkan diri 1 minggu sejak isu skandal keuangannya menyebar.

Sejak Maret 2016 sudah ada ratusan telpon yang melaporkan penyalahgunaan uang negara untuk kepentingan pribadi. Pada bulan Mei 2016,  Masuzoe membuat pernyataan pers kalau dia menyalahgunakan 370.000 Yen pada 2013 hingga 2014.

Selanjutnya pengacara menyatakan yang bersangkutan menyalahgunakan total 4.4juta Yen, dan akan mengembalikan uang tersebut, tetapi yang bersangkutan tidak mau mengundurkan diri.Pada bulan Juni 2016, ketidakpuasan masyarakat meningkat, 70% yang menginginkannya mundur dari jabatannya sebagai gubernur.

Desakan terkuat muncul dari partai pengusungnya, LDP dan Kometio, yang tidak lagi mendukungnya. Dan menjelang mosi tidak percaya diluncurkan, termasuk oleh partai pendukungnya, Mr Masuzoe barulah kemudian mengundurkan diri.

Letak disinformasinya adalah:

1. Mundur lebih dari 2 bulan sejak isu skandal menyebar (bukan 1 minggu seperti yang diklaim)

2. Tidak menyebutkan bahwa mayoritas masyarakat Tokyo marah dan menginginkannya segera mundur

3, Tidak menyebutkan bahwa mundurnya ybs karena tekanan masyarakat dan juga tekanan dari partai politik termasuk rencana mosi tidak percaya yang hendak diluncurkan.

Banyak yang terjebak menganggap yang bersangkutan sangat ksatria seperti tokoh Jepang lain, dan menggunakan contoh ini untuk mengkritik politisi Indonesia.

Yaa betul, banyak politisi Indonesia yang memang harus belajar sikap ksatria, tapi bukan yang ini. Kita sendiri juga ada beberapa pejabat yang mundur sukarela karena targetnya gagal seperti Dirjen Pajak (Sigid Priadi) atau Dirjen Perhubungan Darat (Djoko Sasono).

SUMBER:

Masuzoe resigns over expenses scandal; Sakurai vows not to enter forthcoming gubernatorial race

https://en.wikipedia.org/wiki/Y%C5%8Dichi_Masuzoe

https://www.facebook.com/groups/fafhh/permalink/303508539981688/