[SALAH] Infografis Sistem Desil Terbaru 2026
Politik Mafindo
Beredar unggahan foto [arsip] dari akun Facebook “Sri Subekti” pada Rabu (12/8/2026), isinya memperlihatkan tabel klasifikasi kesejahteraan berdasar kelompok desil, kategori ekonomi, estimasi pengeluaran, profil kepemilikan aset dan status bantuan sosial.
Hingga Kamis (20/8/2026) unggahan tersebut telah mendapatkan 60-an tanda suka, 60-an komentar, serta dibagikan ulang hampir 10 kali.
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan kata kunci “sistem desil terbaru 2026” ke mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah ke unggahan akun Instagram resmi Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial “pusdatinkesos”. Diketahui, Kemensos membantah klaim yang beredar tentang informasi klasifikasi desil seperti dalam unggahan akun Facebook “Sri Subekti”.
“Melalui Kepmensos Nomor 22/HUK/2026, peringkat kesejahteraan dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) digunakan sebagai peringkat kesejahteraan keluarga dari desil 1 hingga desil 10, di mana desil 1 merupakan 10% kelompok kesejahteraan terbawah, desil 2 adalah 10% di atasnya dan seterusnya sampai desil 10 adalah 10% kelompok kesejahteraan paling sejahtera, tulis akun Instagram “pusdatinkesos” pada Senin (25/6/2025).
Kemensos juga menegaskan cara pengecekan status bansos dan tingkat kesejahteraan hanya bisa melalui laman cekbansos.kemensos.go.id.
Sementara itu, melalui unggahan akun Insagram resmi Badan Pusat Statistik “bps_statistik”, diketahui bahwa DTSEN merupakan data dinamis yang terus dimutakhirkan.
Dalam pemutakhiran data DTSEN, pengelompokkan kesejahteraan masyarakat berdasarkan berbagai indikator, seperti identitas kependudukan, pendidikan, ketenagakerjaan, kondisi dan kualitas tempat tinggal. Badan Pusat Statistik (BPS) tidak pernah menjadikan pengeluaran dan pemasukkan setiap keluarga sebagai acuan untuk menentukan tingkat kesejahteraan masyarakat.