[SALAH] Vaksin Hepatitis B Berbahaya dan Sebabkan Kematian Bayi

Kesehatan Mafindo

[SALAH] Vaksin Hepatitis B Berbahaya dan Sebabkan Kematian Bayi
Narasi

Akun Facebook “Nurse Insight” pada Minggu (26/7/2026) mengunggah video [arsip] yang menampilkan sosok Dokter Siti Fadilah Supari Dengan narasi:

“Penjelasan mantan menkes dokter Siti Fadilah Supari tentang vaksin hepatitis b pada bayi baru lahir”

Per Senin (17/8/2026) video itu telah disukai lebih dari 1.900-an kali, menuai 183 komentar dan dibagikan ulang sebanyak 731 kali oleh pengguna Facebook lainnya.

Penjelasan

Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan kata kunci “data baru mengenai vaksinasi Hepatitis B menyebabkan kematian pada bayi” ke mesin pencarian Google. Hasilnya, tidak ditemukan informasi valid atau pemberitaan kredibel yang membenarkan klaim

TurnBackHoax kemudian menelusuri laman worldautismorganisation.com (WAO) yang merupakan organisasi dunia yang aktif menangani kasus hepatitis B secara global melalui penyusunan pedoman medis, penetapan target eliminasi, serta pemberian rekomendasi pencegahan dan pengobatan

Penelusuran dilanjutkan dengan memasukkan kata kunci “vaksin hepatitis B berbahaya dan sebabkan kematian bayi” ke mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah ke ke artikel di laman  Advisory Committee on Immunization Practices (ACIP), yakni berjudul “ACIP merekomendasikan pengambilan keputusan berdasarkan individu untuk vaksin hepatitis B bagi bayi yang lahir dari wanita yang hasil tes virusnya negatif.” yang tayang pada Jumat (5/12/2025). Artinya, orang tua bersama tenaga kesehatan dapat mempertimbangkan manfaat dan resiko vaksin sebelum menentukan apakah dosis Hepatitis B diberikan saat lahir atau dimulai kemudian.

Dari keputusan tersebut, tidak berarti ACIP menyatakan vaksin Hepatitis B berbahaya atau menyebabkan kematian. CDC kemudian mengadopsi rekomendasi tersebut pada 16 Desember 2025. Untuk bayi yang lahir dari ibu dengan hasil tes Hepatitis B positif atau status yang tidak diketahui, CDC tetap merekomendasikan pemberian vaksin Hepatitis B dalam waktu 12 jam setelah lahir.

Secara global, data kesehatan resmi tetap mengonfirmasi bahwa vaksin Hepatitis B aman, efektif, dan krusial untuk menyelamatkan nyawa anak dari infeksi hati jangka panjang.

Kesimpulan
Faktanya, vaksin Hepatitis B berbahaya dan menyebabkan kematian pada bayi berdasarkan keputusan CDC/ACIP serta data VAERS adalah tidak benar. Jadi, unggahan berisi narasi “vaksin hepatitis B berbahaya dan sebabkan kematian bayi” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).
Hasil Periksa fakta
Referensi