[SALAH] Prabowo: Warung Tidak Memberi Keuntungan untuk Negara

Politik Mafindo

[SALAH] Prabowo: Warung Tidak Memberi Keuntungan untuk Negara
Narasi

Beredar foto [arsip] dari akun TikTok “sandi.waskito” pada Sabtu (1/8/2026), isinya memperlihatkan potret Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto disertai narasi:

BERAGAM FAKTA

PRABOWO SEBUT "KALAU BISA SELURUH WARUNG YG ADA DI DESA DAN DAERAH TUTUP SAJA BIAR MEREKA BELANJA DI KOPDES TOH WARUNG GA ADA UNTUNGNYA BUAT NEGARA”

Hingga Jumat (7/8/2026), konten itu mendapat hampir 3.200-an tanda suka dan dibagikan ulang 860 kali.

Penjelasan

Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) melakukan pencarian gambar terbalik dengan memanfaatkan Google Lens. Hasilnya, ditemukan gambar serupa dari laman inilah.com “Prabowo: Tantangan Indonesia Bukan Sekadar Tumbuh, tetapi Memastikan Keadilan Ekonomi”.

Berdasarkan artikel yang tayang Senin (1/6/2026) tersebut, diketahui bahwa konteks asli foto itu adalah momen Prabowo berpidato pada peringatan Hari Lahir Pancasila di halaman Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat. Prabowo saat itu mengingatkan agar hasil dari pertumbuhan ekonomi bisa dirasakan secara adil oleh seluruh rakyat, sesuai nilai-nilai Pancasila.

TurnBackHoax kemudian memasukan kata kunci “pidato Prabowo dalam peringatan Hari Lahir Pancasila”. Hasilnya, ditemukan video dari kanal YouTube KOMPASTV “[FULL] Pidato Prabowo di Hari Lahir Pancasila 2026: Transformasi Ekonomi Menuju Ekonomi Pancasila” yang diunggah Senin (1/6/2026). Dalam video itu tidak ditemukan pernyataan Prabowo terkait keberadaan warung yang tidak memberikan keuntungan bagi negara.

TurnBackHoax juga memasukkan kata kunci “Prabowo mengatakan warung tidak memberi keuntungan bagi negara”. Hasilnya, tidak ditemukan informasi kredibel yang membenarkan klaim. 

Kesimpulan
Faktanya, tidak ditemukan informasi kredibel yang membenarkan klaim. Jadi, unggahan berisi klaim "Prabowo sebut warung tidak memberi keuntungan bagi negara" itu merupakan konten palsu (fabricated content).
Hasil Periksa fakta

Salah Sumber: https://archive.md/P9HJi

Referensi