[SALAH] Menag Minta Warga Setor Dana untuk Pengganti Kurban

Politik Mafindo

[SALAH] Menag Minta Warga Setor Dana untuk Pengganti Kurban
Narasi

Pada Rabu (29/4/2026) akun Facebook “Status Untuk Ayah” mengunggah unggahan [arsip] yang Menteri Agama Nasaruddin Umar yang menyarankan agar masyarakat menyetor dana uang sebagai pengganti Kurban. Berikut narasi lengkapnya: 

"VIR4L..‼️😱

Pernyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar Yang menyarankan agar masyarakat menyetor dana uang untuk Kurban bisa lewat transfer atau cash ke pihak Akikah, Kurban ke Baznas atau dikelola Pemerintah dari pada repot-repot memotong sapi dan kambing sendiri. 27 April 2026,

KEMENAG beranggapan "Berkurban itu adalah tradisi yang kurang populer .

Jadi untuk mengatasinya cukup serahkan dana ke Baznas agar bisa diserahkan kepada orang yang tepat.

Baznas kini bekerja sama dengan pemerintah agar dana dana umat bisa terapliasi dengan benar"

Hingga Selasa (12/5/2026) unggahan itu mendapat lebih dari 280 tanda suka, menuai lebih dari 450 komentar, dan dibagikan ulang lebih dari 20 kali. 

Penjelasan

Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memeriksa klaim soal “Menag minta warga setor dana pengganti kurban” dengan menelusurinya melalui Google. Hasil pencarian mengarah ke siaran pers Kementerian Agama “Menag Tidak Larang Warga Sembelih Hewan Kurban” yang dipublikasikan Selasa (28/4/2026).

Dalam keterangan resminya, Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag, Thobib Al Asyhar, membantah informasi tersebut. Ia menyatakan narasi yang beredar di masyarakat tidak sesuai dengan maksud pernyataan Menteri Agama dan telah dipelintir dari konteks aslinya.

Thobib menjelaskan, Menteri Agama hanya menyampaikan gagasan agar pengelolaan penyembelihan hewan kurban lebih tertata dan memberi manfaat lebih luas, tanpa menghapus praktik ibadah kurban.

Kesimpulan
Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kementerian Agama menegaskan bahwa informasi tersebut hoaks. Unggahan dengan narasi “Menag minta warga setor dana untuk pengganti kurban” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).
Hasil Periksa fakta
Referensi