[SALAH] Bahlil: PLN Merugi karena Rakyat Tidak Menghemat Listrik

Politik Mafindo

[SALAH] Bahlil: PLN Merugi karena Rakyat Tidak Menghemat Listrik
Narasi

Beredar foto [arsip] dari akun Facebook “Riyan Iplit” pada Senin (30/3/2026) berisi narasi :

“Menteri ESDM BAHLIL: PLN MERUGI Karena Masyarakat Tak Bisa Belajar Hemat Listrik”

Hingga Senin (13/4/2026), unggahan mendapat lebih dari 220 tanda suka, 1.000-an komentar, serta dibagikan ulang sekitar 20-an kali.

Penjelasan

Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan kata kunci “Bahlil sebut PLN merugi karena rakyat tidak menghemat listrik” ke mesin pencari Google. Hasil penelusuran mengarah ke pemberitaan Radio Republik Indonesia “Menteri Bahlil Sebut Salah Satu Faktor PLN Merugi” pada Sabtu (25/1/2025). 

Dalam pemberitaan tersebut, Bahlil menyampaikan ketidaksinkronan antara pembangunan pembangkit listrik dan jaringan distribusi. Hal tersebut berpotensi menimbulkan inefisiensi. Namun, tidak terdapat pernyataan yang menyebut masyarakat sebagai penyebab kerugian PLN.

Dikutip dari laporan kompas.com, diketahui bahwa Direktur Keuangan PLN Sinthya Roesly pernah menyampaikan program diskon tarif listrik berpotensi menurunkan pendapatan perusahaan hingga sekitar Rp5 triliun per bulan dalam periode tertentu. Namun, penurunan pendapatan tersebut tidak dapat disamakan dengan kondisi kerugian perusahaan. 

Berdasarkan laporan tempo.co, PLN pernah merugi hingga Rp29 triliun pada 2013. Di semester I 2025, PLN mencatat laba sekitar Rp30 triliun karena oversupply listrik, kewajiban pembayaran ke pembangkit swasta (take or pay), serta bahan subsidi dan investasi.  

kompas.com mencatat pada awal Januari 2026, lini masa media sosial X ramai membahas kabar utang PT PLN (Persero) yang disebut mencapai Rp 711 triliun. Angka tersebut memicu perdebatan warganet, terutama soal kinerja dan pengelolaan keuangan perusahaan listrik pelat merah tersebut.

Executive Vice President (EVP) Komunikasi Korporat dan TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto, menegaskan bahwa angka Rp 711 triliun merupakan total liabilitas perusahaan, bukan sekadar utang yang mencerminkan kerugian. Ia menjelaskan bahwa liabilitas adalah kewajiban keuangan yang timbul dari aktivitas masa lalu dan harus diselesaikan di masa mendatang.

Dalam konteks PLN, liabilitas tersebut berkaitan dengan aktivitas operasional serta pembiayaan investasi jangka panjang. Investasi ini meliputi pembangunan pembangkit listrik, jaringan transmisi dan distribusi, serta penguatan sistem kelistrikan nasional, termasuk upaya memperluas akses listrik ke wilayah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T).

Kesimpulan
Tidak ditemukan pernyataan resmi maupun pemberitaan kredibel yang membenarkan klaim. Jadi, unggahan berisi klaim “Bahlil: PLN merugi karena rakyat tidak menghemat listrik” adalah konten palsu (fabricated content).
Hasil Periksa fakta
Referensi