[SALAH] Dokumentasi "Israel Banjir Akibat Serangan Iran"

Politik Mafindo

[SALAH] Dokumentasi "Israel Banjir Akibat Serangan Iran"
Narasi

Akun X “ferizandra” pada Minggu, (01/03/2026) mengunggah video [arsip] yang menunjukkan banjir yang menerjang jalanan di sebuah area hunian. Unggahan itu disertai dengan narasi sebagai berikut:

Infonya, fasilitas desalinasi Sorek di Israhell telah dihancurkan oleh serangkaian serangan rudal Iran... 

Fasilitas desalinasi Sorek adalah fasilitas SWRO (Sea Water Reverse Osmosis) terbesar di dunia yang mengubah air laut menjadi air tawar...

Kalo kabar ini benar, artinya Israhell kehilangan 20% air untuk waktu yang sangat lama...

Hingga artikel ini tayang, unggahan tersebut telah dilihat lebih 42 ribu tayangan, 513 disukai, 164 dibagikan ulang, dan 25 interaksi komentar.

Penjelasan

Tim pemeriksa fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri video yang beredar dengan mengambil beberapa cuplikan gambar dari rekaman tersebut, kemudian melakukan pencarian gambar menggunakan Google image search. Hasilnya, ditemukan artikel yang diunggah oleh AFP

Dari hasil penelusurannya video tersebut diketahui merupakan bagian dari kompilasi rekaman yang dipublikasikan oleh portal berita Israel, Ynet. Dalam publikasi tersebut dijelaskan bahwa klip-klip video memperlihatkan kondisi banjir di sejumlah wilayah di Israel setelah hujan deras yang dipicu oleh Badai Byron pada 11 Desember 2025.

Dalam laporan media tersebut disebutkan bahwa rekaman diambil di Kota Kiryat Gat yang terletak di bagian selatan Israel. Pemerintah setempat melalui unggahan di Facebook pada 12 Desember juga menyampaikan bahwa banjir terjadi setelah sungai kecil di wilayah tersebut meluap, sehingga menyebabkan banjir bandang yang menerjang area permukiman warga di sekitarnya.

Kesimpulan
Video yang beredar merupakan rekaman lama yang memperlihatkan banjir di Kota Kiryat Gat, Israel, pada Desember 2025 akibat hujan deras yang dipicu Badai Byron. Dengan demikian, unggahan video berisi klaim dokumentasi “Israel banjir akibat serangan Iran” merupakan konten yang menyesatkan (Misleading Content).
Hasil Periksa fakta
Referensi