[SALAH] WNI Islam Dideportasi dari Jepang karena Takbir Keliling

Politik Mafindo

[SALAH] WNI Islam Dideportasi dari Jepang karena Takbir Keliling
Narasi

Akun X “PaijoKentirr” pada Minggu (15/2/2026) mengunggah video [arsip] berisi berita mengenai WNI di Jepang yang dideportasi serta cuplikan beberapa orang sedang melakukan takbiran. Terdapat narasi di video sebagai berikut:

“TAKBIR KELILING WNI ISLAM AKAN DIDEPORTASI DARI JEPANG”.

Hingga Kamis (26/2/2026), unggahan tersebut telah disukai 844 akun dan dilihat 62.900 kali.

Penjelasan

Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan kata kunci “WNI dideportasi dari Jepang” ke mesin pencari Google. Hasilnya, tidak ada media kredibel yang memberitakan WNI dideportasi dari Jepang karena kegiatan takbiran. Beberapa artikel yang membahas deportasi WNI dari Jepang antara lain:

  • komdigi.go.id “[HOAKS] DELAPAN WNI Dideportasi dari Jepang Akibat Menerobos Masuk Shinkansen Tanpa Bayar” yang tayang Sabtu (3/6/2023), dan

  • bbc.com “Kasus-kasus WNI di Jepang jadi sorotan – Ditangkap karena merampok hingga pasang spanduk perguruan silat” yang tayang Senin (7/7/2025).

TurnBackHoax kemudian mendengarkan narasi berita berdurasi 43 detik itu dari awal hingga akhir. Terdapat ucapan “...mencerminkan gambaran Islam sebagai agama radikal sesat yang memanggil Allah-nya disaat orang lagi beristirahat.” Kalimat tersebut melanggar dua KEJ (Kode Etik Jurnalistik) Indonesia, yakni:

  • Pasal 8 KEJ: “Wartawan Indonesia tidak menulis atau menyiarkan berita berdasarkan prasangka atau diskriminasi terhadap seseorang atas dasar perbedaan suku, ras, warna kulit, agama, jenis kelamin, dan bahasa serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa atau cacat jasmani”, dan

  • Pasal 3 KEJ: “Wartawan Indonesia selalu menguji informasi, memberitakan secara berimbang, tidak mencampurkan fakta dan opini yang menghakimi, serta menerapkan asas praduga tak bersalah”.

Audio dari video tersebut kemudian dianalisis dengan Deepfake Voice Detection. Hasilnya menunjukkan probabilitas kepalsuan 65% dengan deskripsi: “konsistensi vokal mengandung jeda yang tidak wajar dan beberapa fluktuasi nada halus yang tidak sesuai dengan pola bicara manusia pada umumnya”.

Kesimpulan
Video narasi berita tersebut merupakan konten buatan AI dan tidak ada media resmi serta kredibel yang memberitakan hal itu. Jadi, unggahan berisi narasi “WNI Islam Dideportasi dari Jepang karena Takbir Keliling” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).
Hasil Periksa fakta

Salah Sumber: https://archive.ph/ex0cb

Referensi