[SALAH] Putin Menyebut Founder WEF sebagai Globalist Terrorist yang Menjadi Target Militer yang Sah

Hasil periksa fakta Moch. Marcellodiansyah

Presiden Rusia, Vladimir Putin, tidak pernah menyatakan demikian. Berbagai sumber menyatakan bahwa klaim Putin menyatakan Founder WEF sebagai Globalist Terrorist dan telah menjadi target militer yang sah adalah tidak benar.

= = =

Kategori: Konten yang Menyesatkan

= = =

Sumber: Twitter

https://ghostarchive.org/archive/d59on

= = =

Narasi:

“Semua opsi tersedia bagi Vladimir Putin karena menghancurkan Forum Ekonomi Dunia.

Kekalahan Ukraina membuat Deep State mencari cara baru untuk menyingkirkan Putin.

Elon Musk telah mengungkapkan ketidaksenangannya terhadap Forum Ekonomi Dunia.

Hanya ada satu cara…”

“Putin Menyatakan ‘Teroris Global’ Klaus Schwab adalah ‘Target Militer yang Sah’”

= = =

Penjelasan:

Sebuah postingan Twitter menyebut bahwa Presiden Rusia, Vladimir Putin, menghancurkan Forum Ekonomi Dunia (WEF). Postingan tersebut juga menyertakan tangkapan layar artikel yang mengklaim bahwa Putin menyatakan Founder WEF sebagai Globalist Terrorist dan menjadi target militer yang sah (Legitimate Military Target).

Setelah ditelusuri tidak ditemukan sumber berita valid yang membenarkan klaim tersebut. Dilansir dari Reuters dan AFP, Putin tidak pernah menyebut bahwa Klaus Schwab sebagai Founder WEF adalah seorang Globalist Terrorist. Selain itu, Putin juga tidak pernah menyatakan bahwa Schwab menjadi ‘Legitimate Military Target’ atau target militer yang sah untuk diserang oleh pasukan yang berperang menurut hukum perang selama konflik bersenjata.

Dengan demikian, Putin menyebut Founder WEF sebagai Globalist Terrorist yang menjadi target militer yang sah adalah tidak benar dengan kategori Konten yang Menyesatkan.

= = =

Referensi:

https://www.reuters.com/fact-check/putin-did-not-declare-klaus-schwab-legitimate-military-target-2023-12-21/

https://cekhoax.id/cek-fakta/salah-putin-menyebut-founder-wef-sebagai-globalist-terrorist-yang-menjadi-target-militer-yang-sah

https://factcheck.afp.com/doc.afp.com.33YK4VR

= = =