[SALAH] Prabowo Jual Kekayaan Hutan Indonesia ke China

Hasil Periksa Fakta Dyah Febriyani

Klaim terkait PT Kertas Nusantara milik Prabowo dibeli oleh investor China tidak benar. Faktanya, pada tahun 2017 memang ada empat investor Tiongkok yang baru berencana untuk mengambil alih perusahaan Prabowo itu. Namun tidak pernah ada kelanjutan terkait pengambilalihan perusahaan hingga saat ini.

[KATEGORI]

Konten yang Menyesatkan

[SUMBER]

Facebook

https://archive.cob.web.id/archive/1692857602.99551/index.html#singlefile.html
https://www.facebook.com/groups/2154095881507601/permalink/3413948375522339/?mibextid=Nif5om (link sumber asli)

[NARASI]

“ANTEK ASING!
PRABOWO JUAL KEKAYAAN HUTAN INDONESIA KE CHINA
Investor Tiongkok Ambil Alih PT Kertas Nusantara”

[PENJELASAN]

Beredar sebuah unggahan Facebook dengan klaim Prabowo Subianto menjual kekayaan hutan Indonesia ke China. Unggahan itu menyebut investor asing dari China mengambil alih perusahaan kertas bernama PT Kertas Nusantara milik Prabowo Subianto. Faktanya, klaim tersebut tidak benar.

Dikutip dari Jawapos.com, pada tahun 2017 ada empat investor dari Tiongkok yang sedang berkunjung Kabupaten Berau Kalimantan Timur. Mereka sempat melirik PT Kertas Nusantara untuk diambil alih. Namun rencana itu tidak pernah terealisasi hingga sekarang.

“Sampai sekarang saya belum dilapori soal itu, karena yang saya tahu baru sebatas Pak Menko Kemaritiman sedang mengutus stafnya ke Berau bersama investor asal Tiongkok untuk menunjang peluang investasi,” ungkap Bupati Berau, Muharram tahun 2017.

Berdasarkan penelusuran lebih lanjut, Prabowo membeli Kiani Kertas dari Bob Hasan menggunakan pinjaman senilai Rp 1,8 triliun dari Bank Mandiri. Kondisi perusahaan saat itu sedang terancam bangkrut karena kredit macet. Kemudian Prabowo mengubah nama perusahaan itu menjadi Kertas Nusantara.

Namun setelah perusahaan dibeli, Prabowo juga tak kunjung menyelesaikan kredit Kiani. Sehingga membuat beberapa investor asing tertarik mengambil alih. Prabowo mengatakan membutuhkan suntikan modal US$ 50 juta untuk menjalankan pabrik kertas tersebut. Dikutip dari Tempo, Prabowo mengatakan tidak ingin perusahaan itu lepas ke tangan asing dan tetap berada di tangan pribumi.

[REFERENSI]

https://katadata.co.id/yuliawati/berita/5e9a55230ae60/lika-liku-kepemilikan-lahan-ratusan-ribu-hektare-pt-kiani-dan-prabowo

https://nasional.tempo.co/read/1179546/jalan-panjang-nasib-karyawan-kertas-nusantara

https://makassar.tribunnews.com/amp/2019/02/19/nama-jusuf-kalla-ada-dibalik-lahan-220-ha-di-kalimantan-yang-dikuasai-prabowo-subianto?page=4

https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4419535/kisah-perusahaan-prabowo-harus-cicil-utang-us-40-juta-20-tahun

https://www.jawapos.com/bisnis/01156919/investor-tiongkok-ambil-alih-pt-kertas-nusantara