[SALAH] Pembubaran Pengajian Akibat Suruhan Cina yang Ingin Merebut Tanah Warga

Hasil Periksa Fakta Gabriela Nauli Sinaga

Faktanya, pembubaran sekelompok warga ini merupakan pembubaran yang dilakukan oleh aparat kepolisian akibat warga yang telah memblokade akses jalan menuju PT FPIL selama dua minggu.

Selengkapnya ada di penjelasan.

=====

[KATEGORI]: Misleading Content/Konten Menyesatkan

=====

[SUMBER]: FACEBOOK

https://archive.fo/jvt7t

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid06V6wG57efCfzuWtBNaPWueF56hRv5ktmcxN62JknwLuZVGLwKoCL5DDxMWDbEF2Wl&id=100094834900615&mibextid=Nif5oz

=====

[NARASI]:

“VILARKAN POLISI PKI REJIM JKW… **Betapa Biadap nya para keparat itu Terhadap Rakyatnya & Umat Islam ibu2 yg lagi Mengadakan Pengajian, Padahal polri itu Wajib hukumnya Menjaga & Mengayomi Warga, ini Polri Sangat Tidak adil hanya demi utk bayaran uang haram oleh cina2 yg Merebut Tanah Warga…!!!!*”

=====

[PENJELASAN]:

Beredar melalui media sosial Facebook, video sekelompok wanita mengaji yang dibubarkan paksa oleh aparat kepolisian. Di dalam unggahan video oleh akun Facebook bernama Ezra Doank ini memperlihatkan bahwa terjadi aksi saling dorong dan keributan yang terjadi di antara kelompok wanita dengan aparat kepolisian. Video ini kemudian ditambahkan sebuah narasi yang mengklaim bahwa pembubaran ini dilakukan atas suruhan dari orang-orang cina yang ingin merebut tanah warga.

Namun setelah melakukan penelusuran terkait kebenaran informasi ini, ditemukan kekeliruan terhadap narasi yang disertakan di dalam unggahan. Video ini ternyata merupakan video yang diunggah oleh akun Youtube Tribun News pada tanggal 21 Juli 2023. Di dalam video terdapat juga tautan menuju artikel berita TribunMuaroJambi.com dengan judul, “Detik-detik Tangisan Ibu-ibu Desa Teluk Raya Meledak saat Puluhan Warga Diangkut ke Mapolda Jambi”.

Melansir dari artikel tersebut, video yang tengah viral di media sosial ini ternyata video pembubaran yang dilakukan oleh aparat kepolisian, terhadap warga Dusun Pematang Bedero, Desa Teluk Raya, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muarojambi yang memblokade (menutup) akses jalan utama PT Fajar Pematang Indah Lestari (PT FPIL) pada hari Kamis, 20 Juli 2023.

Ratusan polisi, gabungan dari Polda Jambi dan Polres Muarojambi, membubarkan secara paksa warga yang sudah sekira dua minggu ini menutup akses jalan perusahaan. Kericuhan pecah di lokasi karena warga tetap bertahan, tidak mau meninggalkan lokasi. Akhirnya, polisi mengangkut warga ke mobil, lalu membawanya ke Mapolda Jambi. Puluhan orang yang diangkut itu terdiri dari bapak- bapak, ibu-ibu dan anak-anak.

Aksi blokade jalan PT FPIL, merupakan buntut dari penangkapan lima warga desa setempat oleh Polda Jambi pada 3 Juli 2023. Berdasarkan informasi dari Tribun Jambi, lima warga yang ditangkap itu, pada 2023 lalu masuk wilayah lahan sawit yang berstatus sengketa antara masyarakat dengan perusahaan.

Mereka masuk untuk mencari kroto (telur semut kerengga; red) dan membersihkan lahan tersebut. Selang beberapa waktu, ada beberapa polisi datang ke sana. Selanjutnya, mereka difoto di dekat tumpukan buah sawit yang dipanen oleh pihak perusahaan. Mereka diduga secara sengaja memanen buah sawit di lahan yang tengah bersengketa itu. Setelah itu, muncul laporan dari perusahaan kepada Polda Jambi. Selanjutnya warga yang ditangkap itu diadili dan baru 3 Juli lalu diamankan.

Jadi dapat disimpulkan bahwa klaim yang menyatakan bahwa video di dalam unggahan merupakan video pembubaran paksa oleh aparat kepolisian akibat suruhan dari orang-orang cina yang ingin merebut tanah warga adalah klaim keliru dan termasuk kedalam misleading content atau konten yang menyesatkan.

=====

[REFERENSI]:

https://jambi.tribunnews.com/2023/07/20/detik-detik-tangisan-ibu-ibu- desa-teluk-raya-meledak-saat-puluhan-warga-diangkut-ke-mapolda- jambi?page=4

\https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/5354773/cek-fakta-video-polisi-bubarkan-pengajian-untuk-merampas-tanah-demi-mendapat-bayaran-dari-china-simak-faktanya