[SALAH] “Laporan Resmi: Ventilators Membunuh Hampir Semua Pasien COVID-19”

Hasil periksa fakta Evarizma Zahra.

Konten yang menyesatkan. Hasil penelitian yang digunakan sebagai pedoman artikel berita tersebut berfokus kepada efek pneumonia terkait ventilator terhadap pasien COVID-19, bukan sebagai penyebab utama dan penyebab langsung kematian hampir semua pasien COVID-19.

=====

KATEGORI: KONTEN YANG MENYESATKAN

=====

Sumber: Artikel The People’s Voice
https://archive.ph/iVzSg

=====

Narasi
(Diterjemahkan ke Bahasa Indonesia):

“Laporan Resmi: Ventilators Membunuh Hampir Semua Pasien COVID-19”.

“Hampir semua pasien COVID-19 yang meninggal di rumah sakit ketika fase awal pendemi disebabkan langsung oleh penggunaan ventilator, sebuah laporan yang mengerikan telah menyimpulkan hal tersebut”.

=====

Penjelasan:
Kanal berita The People’s Voice menulis berita yang menjelaskan bahwa sebagian besar pasien COVID-19 pada fase awal pandemi meninggal karena penggunaan ventilator. Artikel yang diunggah pada 13 Mei lalu tersebut merujuk kepada hasil penelitian yang dilakukan Dr. Benjamin Singer dari Universitas Northwestern.

Setelah melakukan penelusuran lebih dalam terhadap penelitian Dr. Benjamin Singer yang dijadikan rujukan, penelitian tersebut berfokus kepada pasien yang memang sudah menderita pneumonia dan menggunakan ventilator. Dilansir dari artikel Dr. Benjamin Singer, terdapat hasil penelitian yang berbunyi sebagai berikut:

“While VAP (ventilator-associated pneumonia) was not associated with mortality overall, mortality was higher in patients with one episode of unsuccessfully treated VAP compared with successfully treated VAP”.

Terlebih lagi, tidak ada pernyataan baik di kolom hasil dan kesimpulan penelitian tersebut yang menyebutkan bahwa ventilator dan meninggalnya pasien COVID-19 memiliki hubungan kausalitas.

Dengan demikian, berita yang dipublikasikan oleh The People’s Voice merupakan konten yang menyesatkan.

=====

Referensi:
https://www.jci.org/articles/view/170682