[SALAH] Putusan Hakim Terhadap Kasus Anak 15 Tahun yang Mencuri Roti

Hasil periksa fakta Evarizma Zahra.

Konteks yang salah. Kasus yang dimaksud merupakan persidangan anak 15 tahun bernama Christian Fernandez karena membunuh saudara kandungnya, bukan karena mencuri roti di toko.

=====

KATEGORI: KONTEKS YANG SALAH

=====

Sumber: Twitter
https://archive.ph/2023.03.24-025138/https://twitter.com/saud_mutlaq01/status/1638543409261445121?s=46

=====

Narasi:
“Saya pikir kita semua tahu hakim ini, hakim dari AS yang dikenal semua orang dalam peradilan pidana. Hukuman yang dia jatuhkan kepada seorang anak laki-laki berumur 15 tahun, yang tertangkap mencuri dari sebuah toko di Amerika, dan dia juga menghancukan salah satu rak saat mencoba melarikan diri.Hakim bertanya kepada anak laki-laki tersebut setelah mendengar detil ceritanya:
“Apakah kamu benar-benar mencuri sesuatu? Kamu mencuri roti dan keju dan menghancurkan sebuah rak?”Anak tersebut menjawab malu-malu, dengan kepalanya tertunduk
“Iya”Hakim: “Kenapa kamu mencuri?”
Anak: “Ingin” “Butuh”Hakim: “Tidak bisakah kamu membeli daripada mencurinya?”
Anak: “Saya tidak punya uang”Hakim: “Kamu seharusnya bisa meminta uang kepada orang tuamu”
Anak: “Saya hanya punya ibu saya yang sakit, yang sedang terkapar di tempat tidur dan tidak bekerja. Untuk kepentingan ibu saya, makanya saya mencuri roti dan keju.”Hakim: “Dan kamu… apakah kamu tidak melakukan apapun? Apakah kamu memiliki pekerjaan?”
Anak: “Saya dulu bekerja mencuci mobil. Saya mengambil satu hari libur untuk merawat ibu saya, yang juga menjadi alasan mengapa mereka memecat saya”.Setelah percakapan dengan anak laki-laki tersebut berakhir, hakim mengumumkan keputusan”.

=====

Penjelasan:
Akun Twitter @Saud_mutlaq01 mengunggah foto seorang hakim yang diklaim sebagai seorang yang menangani kasus bocah 15 tahun yang mencuri roti karena tidak memiliki uang dan merawat ibunya. Pengguna Twitter tersebut juga menambahkan cerita detail mengenai proses keputusan hakim yang dianggap sebagai tindakan “belas kasih” dan “kemanusiaan” yang paling indah sepanjang zaman.

Foto dan cuitan yang ditulis pada 22 Maret tersebut telah disukai oleh hampir 3,500 orang, dibagikan dan dikutip ulang sebanyak 1,200 kali serta telah dilihat 761,000 kali.

Setelah dilakukan penelusuran, informasi tersebut salah. Dilansir dari artikel The Logical Indian, tidak ada rekaman jejak legal atau rekaman media dari persidangan di Amerika Serikat yang memberitakan hakim meminta $10 kepada para peserta pengadilan dan menjatuhkan denda sebesar $1000 kepada pemilik toko yang melaporkan anak laki-laki tersebut.

Lebih lanjut, dilansir dari artikel Soch Fact Check, anak laki-laki berumur 15 tahun yang dimaksud bernama Christian Fernandez, yang dibawa di pengadilan Jacksonville, Florida pada 2011 lalu dengan tuduhan pembunuhan terhadap adik laki-lakinya yang baru berumur dua tahun.

Informasi serupa juga pernah dibahas oleh http://turnbackhoax.id dengan judul “[SALAH] “Di Amerika Serikat bocah ini diadili karena merampok toko kebutuhan sehari-hari” dan dikategorikan sebagai konteks yang salah.

Dengan demikian, informasi yang disebarluaskan oleh @Saud_mutlaq01 merupakan konteks yang salah.

=====

Referensi:
https://thelogicalindian.com/fact-check/15-year-old-boy-charged-stealing-bread-generous-judge-false-35634


https://www.sochfactcheck.com/story-of-judge-forgiving-15-year-old-boy-for-stealing-in-viral-video-is-fake/


https://turnbackhoax.id/2021/11/13/salah-di-amerika-serikat-bocah-ini-diadili-karena-merampok-toko-kebutuhan-sehari-hari/

=====

Lanjutan narasi:
Pencuri, terutama mencuri roti, adalah kejahatan yang sangat memalukan.Kita semua bertanggung jawab untuk pencurian jenis ini. Hari ini, semua orang di ruangan ini, termasuk diri saya sendiri, bertanggung jawab terhadap kasus pencurian ini.
Maka dari itu, semua orang di ruangan ini akan didenda sepuluh dolar, dan tidak seorang pun akan meninggalkan aula sampai mereka membayar. Hakim mengeluarkan uang $10 dari sakunya, mengambil pena, dan mulai menulis:
Dia menambahkan, “Saya telah memutuskan denda $1000 pada pemilik toko yang menyerahkan bocah kelaparan itu ke polisi, dan jika denda tidak dibayar dalam satu jam, toko akan tetap tutup.”Dan hakim menambahkan dalam keputusannya: “Jika seseorang ketahuan mencuri roti, seluruh penduduk dan masyarakat negara ini harus malu.”
Semua peserta meminta maaf kepada bocah itu dan menyerahkan uang kepadanyaMata mereka dibanjiri air mata.
Dan hakim keluar dari aula dengan air mata berlinang.;Setelah memukul aturan belas kasih dan kemanusiaan yang paling indah sepanjang zaman”.