[SALAH] Video Anak-Anak di Afrika Meninggal Akibat Suntik Vaksin Covid-19

Hasil Periksa Fakta Gabriela Nauli Sinaga (Universitas Sumatera Utara)

Faktanya, video tersebut merupakan video anak-anak di Sekolah Dasar Kakamega di Kenya yang meninggal akibat penyerbuan yang terjadi di sekolahnya.

Selengkapnya ada di penjelasan.

=====

[KATEGORI]: MISLEADING CONTENT/Konten Menyesatkan

=====

[SUMBER]: TWITTER

https://archive.fo/Trq52

=====

[NARASI]:

“Dulu video ini disensor dan dilarang tampil di media, 13 anak-anak mati mendadak setelah di CVD-19 Vaksin di sebuah sekolah di Afrika Selatan, ini juga salah satu pemicu pabrik CVD-19 Vaksin dsana bangkrut #pandemihoax”

=====

[PENJELASAN]:

Beredar sebuah video melalui media sosial Twitter yang diunggah oleh akun dengan nama @_banyoe. Video unggahan ini menampilkan anak-anak berkulit hitam yang terbaring di aats tempat tidur dengan kondisi yang tidak sadarkan diri. Terlihat suasana di sekitar anak-anak tersebut cukup riuh dan terdengar pula tangisan dari orang-orang di sekitarnya. Akun ini menambahkan narasi yang menjelaskan bahwa video tersebut adalah video anak-anak di Afrika yang meninggal akibat Vaksin Covid-19 yang mereka terima di sekolah. Ditambahkan pula bahwa oleh karena kejadian ini, pabrik-pabrik vaksin yang ada di Afrika mengalami kebangkrutan.

Dengan mengambil cuplikan gambar dari video tersebut dan melakukan pencarian dengan menggunakan Google Lens, maka penulis diarahkan pada beberapa artikel yang menunjukkan bahwa klaim yang diberikan oleh akun Twitter tersebut mengandung kekeliruan. Melalui sebuah artikel dari media Piga Firimbi dengan judul, “Is This Video of Schoolchildren Who Died from Poisoning”, video ini ternyata pernah muncul pada tahun 2020 dengan klaim yang menyatakan bahwa video tersebut merupakan video anak-anak di Afrika yang meninggal setelah memakan biskuit pada acara ulang tahun temannya. Namun ternyata, di dalam artikel tersebut dijelaskan, bahwa video tersebut merupakan video dari anak-anak Sekolah Dasar Kakamega di Kenya yang kehilangan nyawanya pada tanggal 3 Februari 2020 akibat keributan yang memicu penyerbuan di lantai 3 kelas mereka.

Jadi dapat disimpulkan bahwa klaim yang diunggah oleh akun media sosial Twitter tersebut adalah klaim yang tidak benar dengan kategori misleading content atau konten menyesatkan.

=====

[REFERENSI]:

https://observers.france24.com/en/africa/20210614-debunked-video-children-poisoned-birthday-biscuits-kenya-kakamega-stampede

https://kumparan.com/kumparannews/13-murid-di-kenya-tewas-terinjak-dalam-kepanikan-sepulang-sekolah-1sltBvEcrp7

Editor: Adi Syafitrah