[SALAH] Video “PANGLIMA T N I TEPAKSA TURUN TANGAN NASIB FERDY SAMBO SEMAKIN SADIS”

BUKAN tentang kasus Ferdy Sambo, FAKTA: bagian awal video yang menampilkan Panglima TNI berkaitan dengan perkembangan penanganan kasus meninggalnya Sertu Bayu Pratama.

Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.

KATEGORI: Konteks yang Salah.

SUMBER: Facebook, https://bit.ly/3dT3FQc (arsip cadangan).

NARASI: * “PANGLIMA T N I TEPAKSA TURUN TANGAN NASIB FERDY SAMBO SEMAKIN SADIS” (di video).

* “SEMVA TERK3JUT!!
4KHIRNYA J3NDRAL ANDIK4 TVRUN T4NGAN,
F3RDY S4MBO N4NGIS” (di post).

PENJELASAN

Berdasarkan 7 Jenis Mis- dan Disinformasi oleh First Draft News, termasuk “Konteks yang Salah: Ketika konten yang asli dipadankan dengan konteks informasi yang salah” [1]

“kasus penganiayaan anggota TNI”

SUMBER membagikan video dengan isi yang konteksnya TIDAK sesuai dengan fakta, sehingga menyebabkan kesimpulan yang SALAH. BUKAN tentang kasus Ferdy Sambo, FAKTA: bagian awal video yang menampilkan Panglima TNI berkaitan dengan perkembangan penanganan kasus meninggalnya Sertu Bayu Pratama.

Kiri: suntingan, kanan: asli. Orientasi foto dibalik (flip)

Selain itu, gambar pratinjau (thumbnail) video menggunakan gambar hasil suntingan.

Verifikasi Video

Sumber video, kanal YouTube “Jenderal TNI Andika Perkasa”: “Rapat internal Hukum Tentara Nasional Indonesia terus digelar secara rutin, rapat ini di gelar dan di pimpin langsung oleh Panglima TNI yang membahas kasus tindak hukum yang melibatkan anggota TNI.” (mulai 0:55) [2]

Salah satu sumber foto yang digunakan untuk gambar pratinjau, Sindonews: “JAKARTA Rekonstruksi yang digelar di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo menunjukkan bahwa Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J sempat menundukkan kepala. Dia memohon ampun sebelum akhirnya tewas ditembak Bharada Richard Eliezer atau Bharada E.” (orientasi foto dibalik/flip) [3]

Referensi Lainnya yang Berkaitan

CNN Indonesia: “Jakarta, CNN Indonesia — Panglima TNI Andika Perkasa mengatakan penyelidikan kasus kematian Sertu Marctyan Bayu Pratama dibuka kembali. Dia mengatakan pembukaan ini buat memastikan semua pelaku tindak pidana dan yang membantu mendapatkan hukuman.” [4]

detikJatim: “Mojokerto – Sertu Marctyan Bayu Pratama tewas diduga akibat dianiaya perwira pertama TNI AD saat bertugas di Jayapura, Papua sekitar 8 bulan lalu. Penganiayaan tersebut mengakibatkan korban menderita luka lebam hampir di sekujur tubuhnya.” [5]

Artikel yang dibacakan isinya di video, TRIBUN-MEDAN.com: “Masa tahanan Ferdy Sambo jadi sorotan. Kasus pembunuhan Brigadir J yang menjadikan Ferdy Sambo menjadi tersangka kini memasuki babak baru. Ferdy Sambo sendiri kini telah menjadi tahanan dan bakal bebas setelah 120 hari jika belum lengkap berkasnya.” [6]

REFERENSI

[1] firstdraftnews.org: “Memahami gangguan informasi” (Google Translate), https://bit.ly/3wHx0lO / https://archive.md/nb52W (arsip cadangan dengan bahasa asli, English).

[2] youtube.com, https://bit.ly/3BXYNBg / https://archive.ph/ewEJv (arsip cadangan).

[3] rctiplus.com: “Kronologi Lengkap Bharada E dan Ferdy Sambo Eksekusi Brigadir J di Rumah Dinas”, https://bit.ly/3SFc48H / https://bit.ly/3fxEItS (arsip cadangan).

[4] cnnindonesia.com: “Panglima TNI: Kasus Sertu Bayu Pratama Dibuka Kembali”, https://bit.ly/3SGcKKX / https://bit.ly/3RmhRPw (arsip cadangan).

[5] detik.com: “Mengingat Kembali Kasus Tewasnya Sertu Bayu saat Bertugas di Papua”, https://bit.ly/3M7IVB7 / https://bit.ly/3BUWf6X (arsip cadangan).

[6] tribunnews.com: “Waktu Terus Terulur, IPW Bocorkan Ferdy Sambo Bakalan Bebas Tahanan Usai 120 Hari”, https://bit.ly/3fwvXR7 / https://bit.ly/3E0NI51 (arsip cadangan).