[SALAH] Pidato Surya Paloh Dalam Rangka Mendukung Anies Baswedan untuk Pemilu 2024

Hasil Periksa Fakta Gabriela Nauli Sinaga (Universitas Sumatera Utara)

Faktanya cuplikan video adalah pidato Surya Paloh di tahun 2014 dan tidak ada kaitannya dengan dukungan kepada Anies Baswedan untuk pemilihan presiden di tahun 2024.

Selengkapnya ada di penjelasan.

=====
[KATEGORI]: MISLEADING CONTENT/Konten Menyesatkan

=====

[SUMBER]: FACEBOOK
archive.fo/hL8VJ
https://www.facebook.com/groups/indonesiabersuara2021/permalink/3465597220334720/

=====
[NARASI]:

“pa Anis emang bukan kaleng2 👍👍👍
Moga ucapan nya, membawa harapan ke arah yang lebihh baik!!”

=====
[PENJELASAN]:

Sebuah video di media sosial Facebook menampilkan cuplikan dari Pidato Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh. Cuplikan video ini kemudian dikaitkan dengan dukungan kepada Anies Baswedan untuk Pemilu tahun 2024 mendatang. Dari cuplikan video ini tampak Surya Paloh menyebutkan mengenai pemimpin yang diinginkan masyarakat untuk Indonesia yang lebih baik. Selain itu ada pula beberapa lambang partai-partai di Indonesia yang diklaim sebagai basis massa pendukung Anies Baswedan sebagai capres di tahun 2024.

Namun setelah ditelusuri, ternyata video cuplikan pidato dari Ketua Umum Partai Nasdem ini dikaitkan dengan situasi yang salah. Video tersebut tidak ada kaitannya dengan dukungan kepada Anies Baswedan untuk Pemilu tahun 2024.

Sebuah video yang identik dapat dilihat pada akun Youtube bernama Ronald Tasliman. Akun ini mengunggah video serupa pada 1 Oktober 2014 lalu. Di akhir video, akun ini juga memberikan keterangan bahwa cuplikan pidato ini diambil dari pidato yang disampaikan oleh Surya Paloh pada acara Pembekalan Caleg Partai Nasdem di Jawa Timur.

Sampai sekarang belum ada informasi resmi mengenai dukungan Partai Nasdem kepada Anies Baswedan dalam pemilihan presiden di Pemilu 2024.

Jadi dapat disimpulkan, video cuplikan pidato dari Surya Paloh yang dikaitkan dengan dukungan kepada Anies Baswedan untul Pemilu 2024 merupakan hoaks kategori misleading content atau konten menyesatkan.

=====
[REFERENSI]:

=====
Editor: Bentang Febrylian